Tai Ayam Sampai di Kantor Bupati OI, Warga Ingin PT SMS Ditutup Permanen

 150 total views,  6 views today

OGAN ILIR | KSOL – Puluhan warga Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan, siang itu mendatangi Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya, Kabupaten OI, Rabu (27/10/2021).

Mereka datang didampingi para aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang Darussalam. Warga dan mahasiswa ini menamakan dirinya, Aliansi Masyarakat Desa Lorok dan HMI MPO Cabang Palembang Darussalam.

Kedatagannya, bukan membawa kue ulang tahun untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI, melainkan kotoran ayam dan bunga. Memang bukan untuk Pemkab OI, tetapi sebagai protes terhadap perilaku PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS), yang dinilai sudah meresahkan warga Desa Lorok.

Menurut mereka, kotoran ayam yang dibentangkan, sebagai sindiran dan simbol terhadap nasib masyarakat Dusun 3 Desa Lorok yang selama 2 tahun menghirup aroma busuk yang berasal dari PT SMS, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan ayam pedaging.


Puluhan warga Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan dan aktifis HMI MPO Palembang Darusalaam di Kantor Bupati Ogan Ilir Sumsel (Foto. Dok/Release)

Sementara bunga yang ditabur, sebagai simbol matinya hati nurani pemerintah yang dinilai tidak mendengarkan keresahan rakyat Dusun 3 Desa Lorok. Atas dasar itulah, aliansi ini menuntut Pemkab OI agar segera menutup PT SMS secara permanen.

Sebagai bentuk desakan itu, mereka membawa spanduk bertuliskan ; Tutup PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS) dan Cabut Izin usahanya, Pemenuhan Hidup Sehat Masyarakat Desa Lorok. Sejumlah  itu dibentangkan di tengah aksi yang dilakukan di halaman Kantor Bupati OI.


Kandang Ayam Mengganggu Kenyamanan

Pada kesempatan itu, Sandesta, S.Pi, Koordinator Lapangan (Korlap) menilai, Pemkab OI tidak mengupayakan pemenuhan hak hidup sehat masyarakat Desa Lorok Kecamatan Inderalaya Utara. Pasalnya, Pemkab OI seolah membiarkan kandang ayam milik PT SMS di tengah pemukiman warga, yang faktanya telah mengganggu kenyamanan.

Padahal secara hukum, PT SMS menurut Sandesta telah melanggar Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 40 tahun 2011. Dalam Permentan itu mengatur jarak kandang ayam harus berada di radius 500 meter dari pagar terluar dengan permukiman warga. Tapi faktanya, tidak demikian. “Akibatnya banyak kotoran ayam yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi warga,” ujar Sandesta, yang juga Ketua Umum HMI MPO Cabang Palembang Darussalam.


Tahun 2018 belum memiliki IMB

Pada aksi itu terungkap, PT SMS tahun 2018 belum memiliki izin pembangunan (IMB) Namun, hingga tahun 2020 PT SMS beberapa kali tetap melakukan panen, meskipun izin operasional juga belum dipenuhi.

Sandesta menyebutkan, perizinan tersebut dilakukan di era kepemimpinan  Bupati Ilyas Panji Alam. Padahal, sebelumnya Komisi III, DPRD OI sudah merekomendasikan agar PT SMS ditutup permanen.

Sandes mengakui PT SMS sebelumnya sempat ditutup. Namun saat ini, mereka menduga PT SMS akan beroperasi kembali.  Atas dasar itu, warga Desa Lorok khawatir, Pemkab OI akan mengizinkan operasional PT SMS.

“Kami datang ke sini untuk mengadu agar Pemkab OI mengambil tindakan tegas sesuai dengan tututan aksi hari ini. Pemkab OI agar menutup perusahaan yang memroduksi ayam pedaging tersebut secara permanen,” tegasnya.

Menanggapi hal itu,  Nur Samsu, Asisten II Pemkab OI mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum memberikan izin kepada PT SMS untuk beroperasi. “Seingat saya memang belum ada izin dan belum mendapatkan izin operasional,” ujarnya.


akan kembali turun ke lapangan

Terkait dengan hal itu, Nur Samsu mengatakan pihaknya akan kemballi turun ke lapangan untuk memastikan keberadaan PT SMS. Bahkan Nur Samsu juga akan mengajak dinas perizinan dan dinas lingkungan hidup dan pertanahan.

“Mengenai perizinan akan selalu didasarkan pada aturan dan sistem. Kita juga akan melihat azas manfaat. Kalau memang tidak bermanfaat, akan dicabut permanen. Ini segera akan kami laporkan ke bupati. Mari kita kawal bersama agar persoalan ini bisa diselesaikan,” tegasnya.


Uji Ke-bau-an

Sebelumnya, H Abdulrahman Rosyidi Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Pertanahan OI,  melalui Kabid-nya, Mira Rausalia mengatakan, sampai saat ini masih ada satu syarat lagi yang belum dipenuhi, yaitu uji ke-bau-an. Terkait dengan hal ini, menurut Mira, dinas lingkungan hidup Sumsel yang harus melakukan uji ke-bauan ini.

“Hanya satu persyaratan penting yang masih belum dilakukan yaitu uji ke-bauan. Jadi dari Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Sumsel harus melakukan itu,” ujar Mira.

Sementara, menurut Mira, uji ke-bauan harus dilakukan di tempat usaha. Caranya dengan memasukkan ayam ke kandang di PT SMS Desa Lorok. Namun upaya itu, menurut Mira terhalang persetujuan warga. Sebab warga setempat tidak bersedia bila ayam-ayam mereka dimasukkan lagi ke kandang PT SMS. “Jadi memang belum bisa dilaksanakan. Kalau uji kebau-an ini sampai batas waktu yang ditentukan belum dilaksanakan, maka otomatis PT SMS akan ditutup permanen,” tegasnya.

Berbincang tentang desakan warga terhadap penutupan PT SMS bukan kali pertama. Sebelumnya, H Muhsin Abdullah, Sekda Ogan Ilir pernah memberi komentar. Menurut Muhsin, bila akan dilakukan penutupan, harus berdasarkan pada tiga faktor utama, yakni faktor administrasi yang belum lengkap, komponen penunjang yang kurang dan limbah yang tidak ramah lingkungan.

“Terkait PT SMS, sampai saat ini masih ditutup. Sebab masih ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi. Jadi tidak boleh ada kegiatan produksi. Jika perusahaan sudah memenuhi persyaratan administrasi, berupa izin maupun memenuhi ketentuan amdal  yang berdampak pada msyarakat sekitar, maka akan dilakukan pengkajian ulang,” jelasnya.


Tidak Mempersulit Investor

Namun demkian, penjelasan itu bukan berarti melarang investor untuk mendirikan perusahaan di Kabupaten OI. Sebab menurut Mushin, Pemkab OI tidak pernah mempersulit investor yang ingin melakukan usaha di Bumi Caram Seguguk. Bahkan Muhsin mengatakan, Pemkab OI sangat terbuka dan senang bila banyak investor yang ingin berusaha di OI. Sebab menurut Muhsin, makin banyaknya perusahaan, dengan sendirinya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, sekaligus dapat berpartisipasi untuk memajukan daerah.

“Kita juga senang kalau banyak investor yang ingin berusaha di sini. Sebab dengan adanya perusahaan yang banyak, bisa memberi peluang kerja bagi masyarakat dalam berpartisipasi memajukan daerah,” tegas Muhsin.

Namun demikian, persoalan ini menurut Muhsin, harus menjadi pelajaran bagi perusahaan lain yang hendak berusaha di Kabupaten OI. Di masa mendatang, menurut Muhsin semua investor yang akan mendirikan perusahaan harus mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kita tidak mempersulit mereka yang mau usaha, asalkan sesuai aturan. Kalau sudah ditutup masih juga beroperasi, maka ini jelas sudah melanggar ketentuan. Maka kita akan berikan sanksi pidana sesuai proses hukum yang berlaku,” tegasnya.

Aksi yang digelar ini bukan kali pertama. Sebelumnya, Kamis (27/05/2021), puluhan warga Desa Lorok juga melakukan hal serupa. Tuntutannya sama, agar Pemkab OI segera menutup PT SMS. Ketika itu, H Ardani, Wabup OI, langsung turun ke langsung melihat PT SMS. Bahkan kali itu, Wabup turun ke kandang ayam, melihat aktivitas yang terjadi. Namun, naasnya, ketika itu, Sabtu, (29/05/2021), perusahaan sedang tidak beroperasi.**

TEKS/FOTO : RELEASE | EDITOR : IMRON SUPRIYADI

Kontak Pengelola : 0812-8171-2933 An. Ustadzah Putri




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster