Menag Ingin Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Umat

 34 total views,  1 views today

JAKARTA | KSOL — Di era perkembangan teknologi yang terus berlangsung, pesantren diminta untuk berinovasi agar bisa beradaptasi guna mendorong penguatan peran pesantren sebagai institusi pemberdayaan masyarakat.

Misalnya, inovasi-inovasi sporadis yang telah dilakukan oleh satu atau beberapa pesantren, tanpa adanya tema tunggal, serta dilaksanakan menurut persepsi masing-masing pesantren. Termasuk inovasi yang diprakarsai oleh pemerintah maupun lembaga non-pemerintah.

Demikian dikatakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui Kepala Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Sunarini saat peluncuran buku “100 Pesantren Ekonomi”, di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Senin (18/10/2021).

pesantren basis ekonomi umat

Menag Yaqut mengungkap posisi strategis pesantren sebagai basis arus baru ekonomi umat, perlu ada upaya untuk mendorong penguatan peran pesantren sebagai institusi pemberdayaan masyarakat.

“Terlebih dahulu memahami pesantren dan belajar dari pengalaman pemberdayaan masyarakat oleh pesantren, untuk kemudian menjawab tantangan yang dihadapi oleh pesantren di era digital ini,” ujar Menang .

Menag menyebut, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren hadir sebagai landasan hukum yang kuat dan menyeluruh dalam penyelenggaraan pesantren yang dapat memberikan rekognisi terhadap kekhasannya.

“UU Pesantren memberikan akses dan ruang gerak bagi pesantren untuk dapat bekerja sama, baik antarsesama pesantren maupun dengan lembaga lain, dan diberikan afirmasi dan fasilitasi dalam penyelenggaraan kerja sama tersebut,” kata Yaqut.

mewujudkan kemandirian pesantren

Yaqut berharap, dengan terbitnya buku “100 Pesantren Ekonomi” bisa menjadi ilham dalam mewujudkan replikasi model kemandirian pesantren.

“Pesantren tidak hanya berkontribusi dalam penguatan literasi keagamaan masyarakat sekitar, tapi juga ikut membantu mengembangkan ekonomi masyarakatnya,” ujarnya.

Kepala Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Sunarini menjelaskan, buku “100 Pesantren Ekonomi” merupakan salah satu buku yang diterbitkan oleh pihaknya yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemetaan pesantren ekonomi yang dilakukan tahun 2020.

pesantren memiliki kegiatan ekonomi

“Buku ini merupakan direktori sebagian pesantren yang memiliki kegiatan ekonomi. Kami laporkan ini baru sebagian pesantren saja, karena masih banyak pesantren yang memiliki kegiatan ekonomi yang belum kami hadirkan dalam bentuk buku seperti ini,” kata Achmad.

Achmad menambahkan, buku ini dapat menjadi referensi bagi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, kementerian dan lembaga yang memiliki program-program penguatan ekonom, dan kelompok pengusaha yang akan bekerja sama dengan pesantren, karena bisa disinergikan, dan pesantren lain yang ingin mengadopsi kegiatan ekonomi yang telah dikembangkan.

TEKS/FOTO : nu.or.id | Editor: Zunus Muhammad

Kontak Pengelola : 0812-8171-2933 An. Ustadzah Putri




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster