Menguntit Budidaya Lebah Kelulut di Sambirejo

 19 total views,  3 views today

Oleh : Anto Narasoma, Jurnalis Senior di Sumsel

DESA Sambirejo, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin 1 merupakan desa potensial. Sejak sebelum menjadi desa, warga Kampung Sambirejo merupakan orang-orang yang kreatif.

Kehidupan sehari-hari warganya menggali pendapatan dari hasil pengelolaan pertanian.  Namun karena warga Desa Sambirejo dinilai mampu melakukan kemandirian di bidang pangan, maka mereka dinilai mampu untuk membangun subsistem ketersediaan, subsistem distribusi, dan subsistem konsumsi berkelanjutan.

Atas dasar potensi itulah akhirnya pemerintah mencoba membangun pengembangan potensi warganya dengan mengucuran modal dan pelatihan kemampuan sebagai petani dan peternak.

Komitmen pemerintah untuk memberdayakan potensi masyarakat ternyata tak tanggung-tanggung. Terkait masalah itu Badan Ketahanan Pangan membuat program desa mandiri pangan.

Foto : istimewa

Karena itu sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2021 tentang pangan, pemerintah mencoba meningkatkan pemberdayaan masyarakat Desa Sambirejo di bidang pangan.

Meski demikian, selain memberdayakan ketahanan pangan, masyarakat juga berusaha keras untuk memberdayakan diri dengan keterampilan lainnya. Misalnya beternak lebah madu. O ya?

Masyarakat Desa Sambirejo memang dinilai kreatif. Bahkan pengelolaan usaha dasar mereka (bertani) telah mengangkat nilai pemberdayaan diri. Sedangka usaha lain dengan cara memberdayakan diri mengelola lebah madu, mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah dan pihak swasta.

Lebah Madu

     Apakah potensi pengelolaan lebah madu mampu membangun tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Sambirejo?

Pertanyaan inilah yang harus dibuktikan secara proporsional. Sebab dari data dan informasi yang diterima masyarakat Desa Sambirejo, hasil madu dari pengelolaan lebah madu kelulut, berpotensi untuk mengatrol ekonomi warga.

Namun tekad warga sebelumnya adalah mengenal dan mengikuti pelatihan untuk memberdayakan lebah madu kelulut secara profesional.

Untuk itu diperlukan pemahaman mendasar agar,masyarakat mengenal lebah madu  kelulut serta membuka ruang pengelolaan yang referesentatif.

Karera itu masyarakat perlu membuka ruang pengelolaan lebah madu kelulut. Misalnya harus membuat log atau kotak kelulut.

Apalagi suasana Desa Sambirejo sangat cocok bagi warga yang berminat untuk mengelola lebah madu kelulut. Pertanyannya, apakah potensi lebah madu kelulut cocok diberdayakan di Desa Sambirejo?

Menurut Sukardi –penduduk setempat, pengelolaan lebah madu bisa dilakukan di daerah mana saja.  Bahkan di Desa Sambirejo.

Foto : istimewa

“Ada tiga upaya yang harus dilakukan. Pertama, perlu dibuat kotak atau log untuk memindahkan sarang lebah madu yang akan diternakkan. Kedua, mengelola lebah madu kelulut, agar tumbuh kembangnya menjadi lebah yang menghasilkan. Ketiga, perlu memahami cara berternak lebah madu dengan cara yang baik dan benar. Ini yang kelak bisa memberikan hasil yang menguntungkan,” ujar Sukardi, optimis.

Desa  Sambirejo memiliki Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Untuk beternak lebah madu kelulut sangat baik dilakukan secara bersama, terutama untuk melakukan penelitian, pengumpulan, dan penyajian data terkait program pengelolaan lebah madu kelulut. “Setelah penghimpunan data itu dilakukan, yang kita butuhkan adalah kesimpulan akhir dari cara pengelolaan lebah madu yang benar,” ujar  Sukardi.

Kotak Sarang

       Budi daya lebah madu kelulut  sangat mudah dan tidak membuat pikiran pusing tujuh keliling. Bahkan dengan biaya yang tak terlalu mahal, semua pasilitas yang dibutuhkan dapat dibangun sesuai  keperluan peternak (petani).

Selain itu lebah madu kelulut merupakan hewan yang membawa banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Madu yang dihasilkan terbukti ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh.

Bahkan madu yang dihasilkan itu dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Karena itu pengelolaan lebah madu sangat bermanfaat bagi manusia.

Bahkan modal yang diperlukan tidak begitu besar,  kecuali jika kita akan melakukan pengelolaan dengan cara budidaya berskala besar.

Sedangkan kotak sarang yang dibutuhkan sekitar 40 kotak. Namun idealnya, kotak sarang yang kita butuhkan untuk pengelolaan berskala besar itu sekitar 100 kotak. Sebab lebah madu yang akan diternakkan dalam satu koloni.

Karena itu kita perlu membuat kotak sarang yang referesentatif. Artinya kita perlu membuat tiang sarang. Tiang itu ditanam ke tanah untuk menopang sarang lebah madu.

Meski secara teknis tak begitu penting, namun harus dibangun juga papan pendaratan miring untuk lebah. Namun papan pendaratan itu perlu dibuat untuk menopang wajah peternak agar dapat memperhatikan perkembangan lebah madu yang diternakkan.

Papan bawah merupakan lembaran kayu sebagai wadah yang dilapisi kain kasa. Lapisan papan ini diharapkan dapat mengusir hama.

Pada papan ini dibuat ventilasi. Dengan dibentuk seperti ini, lebah madu kelulut bisa masuk dan ke luar dari ventilasi tersebut.

Dari pembuatan kotak sarang dibubuhi pengecil pintu masuk. Pengecil pintuk masuk ini merupakan sepotong kayu yang berfungsi untuk menghalangi hama besar, dan pencuri yang masuk. Pintu ini juga dibangun untuk membantu reaksi koloni kecil dari semua gangguan.

Selain itu diperlukan juga rak berbilah. Seperti namanya, rak berbilah ini dibuat untuk membantu menjaga dan mengembangkan benih (larva) lebah madu.

Rak berbilah merupakan papan bawah untuk menyediakan ventilasi udara. Selain itu bisa mencegah lebah membentuk sarang bertingkat.

Untuk melengkapi sarang lebah yang kita bangun, namum perlu dilengkapi dengan wadah dalam.  Wadah dalam merupakan kotak besar bagi lebah untuk membangun sangkarnya.

Sedangkan wadah dalam bagian terbesar sarang untuk menempatkan 1-2 wadah untuk kenyamanan lebah madu. Setiap wadah dalam dilengkapi dengan delapan hingga sepuluh bingkai.

Sedangkan bingkai dalam potongan bingkai yang dimasukkan satu per satu ke ruang wadah dalam. Bingkai yang dimasukkan satu satu ke ruang dalam menyimpan pondasi (alas dasar) dan lintasan kawat.

Lintasan kawat ini nantinya bisa digunakan lebah untuk memulai mrmbuat rangkaian sarang mereka sendiri. Karena itu di dalamnya kita sisipkan bingkai sebanyak 8-10 bingkai ke wadah dalam. Tergantung besaran wadah di dalam sarang yang kita bentuk.

Terkait masalah itu, kita juga perlu menambahkan rak penahan ratu lebah. Kita tidak menginginkan ratu lebah bertelur di dalam madu yang dihasilkan lebah.

Untuk itulah perlu adanya tambaham rak penahan lebah di dalam kotak. Rak penahan ini berbentuk datar yang dilengkapi lubang-lubang kecil yang dapat digunakan lebah pekerja.  Rak penahan ini terlalu kecil digunakan ratu lebah, sehingga ratu lebah tidak akan bertelur di dalam kubangan madu.

Dalam usaha ini, sesungguhnya kita berupaya keras agar produksi madu bisa dihasilkan secara maksimal. Karena itu di dalam kotak sangkar harus dibikin petak wadah madu yang baik.

Wadah madu ini diharapkan bisa menjaga ruang gerak ratu madu agar bisa mengapitnya, sehingga ratu madu tak bisa bertelur di dalam madu yang dihasilkan.

Sebaiknya wadah madu itu dibuat dalam ukuran dangkal atau sedang. Bahkan wadah madu itu bisa menjadi berat karena dipenuhi madu.

Sementara bingkai wadah madu merupakan bingkai wadah berupa panel kayu atau plastik yang dimasukkan secara memanjang di atas wadah madu.

Wadah madu ini adalah ruang atau tempat lebah madu membuat lilin dan madu. Posisinya bisa dilepas dan dipasang kembali.

Bingkai tersebut bersifat “dangkal” atau “sedang” dan memiliki dasar yang sama dengan bingkai wadah madu. Bingkai wadah ini dibikin agar cocok dengan ukuran wadah madu yang kita inginkan.

Maka untuk melengkapi kotak sangkar lebah madu kelulut, harus dilrngkapi penutup luar dan penutup dalam. Untuk itu kotak sangkar lebah harus diberi lapisan terakhir di dalamnya.

Bentuknya adalah semacam tutup dengan pintu masuk yang barada di atas wadah madu dari lebah madu kelulut. Pintu penutup ini memiliki dua sisi.

Di  satu sisi, pintu itu digunakan untuk menjaga nilai lebah madu pada musim semi dan musim panas. Sedangkan pintu penutup dibikin dari logam.

Pintu logam ini berfungsi untuk menjaga dari musim hujan dan musim panas. Kondisi ini dilakukan untuk menjaga situasi yang tak diharapkan. Paling tidak keadaan lebah madu kelulut tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca buruk. Pintu penutup yang diletakkan di bagian atas kotak sarang difungsikan sebagai pintu pelindung.

Beternak lebah madu kelulut memang membutuhkan kecermatan yang profesional. Sebab yang dibutuhkan adalah pemahaman cara beternak yang benar, sehingga  mampu menghasilkan keuntungan finansial menggiurkan.

Untuk tujuan dibutuhkan pemahaman tehadap lebah.madu yang baik dan berlialitas tinggi. Lantas bagaimana cara memburu dan memiliki koloni madu unggul yang berkualitas tinggi?

Usaha peternakan lebah madu ini membutuhkan pengadaan bibit yang berpredikat unggul. Bibit lebah madu unggul ini biasanya sudah dikomersilkan.

Dalam penyediaan bibit unggul dalam koloni yang besar, lebah madu merupakan inti. Artinya keberadaan lebah madu merupakan sosok inti dari pembentukan koloni.

Jadi dapat dipastikan bahwa keberadaan lebah ratu agar tidak kabur dari koloni yang kita budidayakan. Karena itu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi budidaya.

Lokasi peternakan harus dicari tempat yang disukai lebah madu kelulut. Tempat pembudidayaan itu lokasi yang banyak pakannya. Bahkan tanah yang dicadangkan itu tidak lembab dan berair.  Bahkan alangkah bagusnya tidak terdapat laba-laba atau serangga pengganggu, terutama tempat untuk bersarangnya lebah madu kelulut.

Jika ingin melihat kondisi leba madu yang akan kita bididayakan, ada baiknya dicermati terlebih dahulu suasana koloni lebah.

Sebab cara paling baik bagi kita adalah mempelajari situasi lebah yang akan kita girimg ke lokasi peternakan kita. Lantas apa yang kita lakukan untuk memahami lebah madu kelulut tersebut?

Ada baiknya jika kita berusaha mrmggiring koloni lebah terlebih dahulu. Sebab yang perlu kita pahami itu ialah karakter lebah yang akan kita budidayakan.

Karena itu agar lebih efetif untuk menggiring koloni lebah tersebut,  sebaiknya kita siapkan dahulu semua peralatan yang bisa kita gunakan untuk menggiring koloni tersebut ke areal peternakan yang sudah kita siapkan.

Apa yang harus kita lakukan untuk persiapan itu? Nah ada baiknya kita menco memahami kebiasaan koloni lebah madu, sehingga ketika membudidayakan lebah madu kita tak mengalami berbagai hambatan berarti.

Untuk menggiring koloni lebah madu, kita perlu mengamati lokasi dan karakter koloninya. Ini sangat penting, agar setelah koloni itu pindahkan, kita bisa dengan mudah membudidayakannya.

Dari upaya menelisik cara dan kebiasaan koloni terbang berkelompok. Jika melihat cara terbang lebah madu agak mendatar dan cepat, berarti jarak sarangnya masih jauh.

Namun jika terbangnya agak membumbung, berarti lokasi sarang sudah tak jauh lagi. Ini yang perlu kita pahami.

Selain itu, yang perlu kita cermati adalah cara lebah ke luar masuk sarangnya untuk mencari pakan. Ini juga bisa menjadi pegangan kita ketika membundidayakan lebah madu kelulut nanti.

Ketika kita ingin menggiring koloni lebah madu kelulut, kita memerlukan alat untuk mengurung ratu lebah. Tentu saja alat itu berupa kotak  dan kain kasa.

Untuk menggiring koloni lebah ke areal peternakan kita, upaya yang kita lakukan harus pada petang hari. Jika  sudah ditemukan koloninya,  cari lebah ratu. Maka kurunglah lebah ratu. Apabila ratu telah ditangkap, maka koloni itu akan mengikuti.

Untuk memudahkan usaha penggiringan koloni lebah, harus menggunakan asap dan jaring penangkap. Dengan asap tersebut lebah-lebah dalam koloni akan menempel di jaring yang kita sediakan.

Jika koloni itu sudah menempel di jaring itu, bahkan sudah masuk ke dalam kasa, maka tutup dan ikat kasanya. Kemudian masukkan ke kotak yang sudah kita siapkan tadi.

Selanjutnya lebah ratu kita letakkan di tengah-tengah frame sembari membangun koloni agar dapat menyesuaikan tempat baru yang sudah kita bangun.

Dalam genus apis, spesies lebah madu terdapat sekitar 44 subspesies  yang memproduksi dan menyimpan madu dari nektar bunga.  Selain itu, lebah madu itu selalu mrmbuat sarang dari lilin (malam) yang dihasilkan dari lebah pekerja di dalam koloni mereka.

Lebah kecil ramping dan hitam, merupakan lebah penghasil madu. Ia disebut sebagai lebah trigona spp.

Lebah ini merupakan lebah madu speses primitif yang memproduksi madu meski sedikit.

Lebah trigona termasuk liar dan tak memproduksi madu dengan cara tradisional di dalam sisir madu heksagonal. Namun lebah madu ini menyimpan madunya ke dalam struktur hitam dan cokelat kecil yang tak beraturan, namun tercakup dalam propolis.

Jika kita mencoba mengonsumsi madu kelulut, cita rasa madu ini terbilang.unik dan sangat berbeda dibanding madu biasanya.  Warna madu kelulut agak gelap dan tidak bening. Sedangkan perpaduan rasa agak manis, asin, dan pahit.

Madu ini memiliki nutrisi dalam kisaran nilai gizi yang agak tinggi dibandingkan dengan lebah madu biasanya. Sedangkan madu kelulut memiliki sifat anti mikroba yang sangat timggi. Terutama dengan manuka kualitas terbaik.

Madu jenis ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam keperluan pengobatan modern. Sedangkan khasiat madu kelulut ini sudah tak diragukan lagi. Karena itu pembudidayaan madu kelulut ini harus dilakukan dengan strategi yang proporsional.

Sejak kecil kita sudah mengetahui bahwa lebah merupakan makhluk kecil penghasil madu. Madu tersebut dihasilkan dari nektar bunga. Namun untuk diketahui lebih luas bahwa tidak semua lebah bisa menghasilkan madu.

Menurut penelitian,  dari sekitar 20.000 spesies lebah di dunia, ada tujuh spesies lebah penghasil madu. Namun lima dari tujuh spesies itu lebah dari Indonesia. Tujuh spesiesis inilah lebah penghasil madu.

Karena itu potensi budidaya lebah madu kelulut ini sangat baik. Untuk itulah  perlu penggarapan yang serius agar mampu memberi manfaat keuntungan finansial yang menjanjikan.

Pahami Karakter

        Memahami lebah madu yang akan dibudidayakan memang perlu. Sebab memahami karakter lebah madu kelulut yang merupakan lebah berpotensi baik di Asia Tenggara dan Asia Selatan, dapat diartikan sebagai kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam hal finansial.

Karena itu lebah madu ini disebut sebagai lebah madu timur atau bahasa latinnya apis cerana atau asiatic honey bee.

Lebah madu ini tersebar di Asia Tenggara dan Selatan,  seperti  China, Korea, Jepang, Pakistan, Bangladesh, India, Papua Nugini, Malaysia dan Indonesia.

Sedangkan di Indonesia sendiri terdapat di pulau Jawa,  Sumatera, Kalimantan, Bali dan Lombok. Subspesipies dari lebah ini sangat mudah dibudidayakan. Artinya lebah madu  ini tidak akan menyerang kecuali posisinya dalam keadaan terancam. Yuk kita coba untuk membudidayakannya.

Bagi masyarakat Desa Sambirejo, Mariana yang notabene berkecimpung di dunia pertanian,  sembari membangun struktur budidaya lebah madu kelulut, diharapkan dapat menopang peningkatan ekonomi masyarakat.

Membudidayakan lebah madu kelulut tidak sulit.  Lokasi pembudidayaan itu diposisikan pada situasi yang kering dan tidak bercuaca panas.

Dalam keadaan suasana tak panas,  madu kelulut akan senang berada di dalam sarangnya. Karena itu kita harus terus menjaga agar suasananya tetap memberi nilai yang baik bagi lebah madu kelulut.

Dalam koloni yang sejuk dan tenang, lebah-lebah dapat memproduksi madu sesuai yang diharapkan. Dalam memabangun koloni lebah madu kelulut, selain kita bangun dengan sejumlah sarana yang sudah kita siapkan terlebih dahulu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, namun harus disediakan serat-serat sarang lebah yang sebelumnya. Dengan demikian masih tercium warna sebelunya. Yang jelas lebah madu akan betah bersarang dan memproduksi madunya.

Namun yang perlu kita pahami bahwa ketika musim hujan, produksi madunya agak berkurang. Karena kita tidak perlu risau dengan kondisi seperti ini.

Jika musim hujan telah berlalu, maka produksi madunya akan kembai seperti sediakala. Yang penting kita perlu merawat dan memperhatikan perkembangannya di dalam sangkar yang kita budidayakan itu.

Jika musim hujan telah berlalu, maka produksi madunya akan kembai seperti sediakala. Yang penting kita perlu merawat dan memperhatikan perkembangannya di dalam sangkar yang kita budidayakan itu.

Lebah madu kelulut mampu memberikan nilai komersial yang tinggi. Rasa madunya yang ada asamnya, biasa digunakan untuk pengobatan penyakit batuk.

Karena itu sebagai madu yang multiguna, madu kelulut banyak diminati masyarakat. Keadaan ini tentu sangat menjanjikan di bidang finansial.

Kita berharap masyarakat Desa Sambirejo yang notabene beraktivitas sebagai petani mampu memanfaatkan potensi ini sebagai usaha kedua setelah bertani.

Sebagai masyarakat yang berhasil membangun status Program Desa Mandiri Pangan (Demapan), program pengelolaan budidaya lebah madu kelulut ini sangat tepat dam baik dilakukan.

Seperti penelitian George C. Edward III program demapan sangat efisien apabila dibarengi dengan usaha lain. Misalnya menyempurnakan sikap dan cara membudidayakan lebah madu kelulut. Sebab dari sisi pengembangan finansial akan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat Desa Sambirejo.

Seperti petani Sukarni –warga Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan yang sudah lebih dahulu membudidayakan lebah madu kelulut, selama pandemi, pendapatannya justru semakin meningkat.

“Bulan ini saja,  saya memperoleh masukan sebesar Rp 10 juta perbulan. Saya tidak bisa memprediksinya terlebih dahulu,” ujar Sukarni tersenyum.

Jenis lebah madu kelulut bertubuh kecil. Ia tidak menyengat. Menurut Sukarni, mudah dibudidayakan dan hasil madunya juga sangat baik.

Ia mulai membudidayakan lebah madu kelulut sejak tahun 2018 lalu. Tak sulit untuk melakukan pengembangannya. Bahkan ia menjual madu kelulutnya setiap botol sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Dari usaha yang dilakukan, pembudidayaan lebah madu ini dapat memberikan kontribusi positif bagi masa depan petani. Ada banyak hal yang dilakukan, sehingga proses pembubididayaan itu akan mampu mendaatangkan nilai finansial yang positif bagi kita.

Keseimbangan Alam

      Membudidayakan lebah madu kelulut tak hanya mempertimbangkan keuntungan finansial semata-mata. Kita juga perlu memperhatikan keseimbanhan alam. Sebab jika tidak memperhatikan keseimbangan alam, maka habitat lebah madu ini akan punah.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Lebah madu kelulut memiliki kebiasaan hidup berkelompok. Dari hasil survei para ahli,  koloni lebah ini hanya ada di Indonesia dan Filipina. Karena itu, selain melakukan pembudidayaan lebah madu kelulut yang dikelola, kita juga perlu memperhatikan proses keseimbangan alam.

Lebah ini sebenarnya sangat mudah dikembangkan sesuai program prmbudidayaan. Koloninya selalu hidup bersama. Mereka jangan terpencar-pencar ke sana sini. Karena itu untuk proses keseimbangannya gampang dilakukan.

Lebah madu kelulut mempunyai proses pengembangan habitat yang membanggakan. Sebab lebah ratu, seharinya mampu menghasilkan 200 telur.  Nah dari kenyataan ini, dapat kita simpulkan bagaimana mudahnya kita melakukan pembudidayaan lebah madu kelulut.

Secara teknis proses pembudidayaan lebah madu kelulut ini harus diimbangi dengan berbagai cara yang potensial.

Apalagi secara analisis, lebah madu kelulut ini koloninya tidak terlalu besar. Spesiesnya hanya terdapat di Indonesia dan Filipina saja. Karena itu risiko paling berbahaya adalah punahnya spesies lebah madu klanceng atau lebah madu kelulut ini.

Secara progres, lebah madu kelulut ini memang memiliki peluang bisnis yang sangat potensial. Madunya, tak hanya bisa digunakan sebagai kebutuhan hidup sehari-hari,  bahkan manfaatnya sangat besar bagi kesehatan manusia.

Karena itu agar terjadi proses keseimbangan yang sesuai yang kita harapkan, harus ada upaya pemberdayaan yang dilakukan. Baik ditinjau dari sisi pakan madu, strategi pemberdayaan, maupun kenyamanan lebah madu kelulut dalam penangkaran, harus menjadi prioritas utama.

Menurut dosen Fakuktas Terknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Dr Mahani MSi, agar koloni lebah madu kelulut tetap dapat berkembang sesuai program, maka proses pembudidayaannya harus dilakukan dengan teknik rapid spilt. Apa teknik rapid spilt itu?

“Teknik rapid split adalah proses penggandaan koloni atau breding. Dengan teknik ini, koloni lebah madu akan tetap lestari dalam program pembudidayaan kita,” ujar Mahani.

Jika pengelolaan koloni lebah madu kelulut itu tidak digandakan dalam progres rapid, maka koloni madu kelulut itu akan cepat punah. “Ini yang harus kita perhatikan lebih awal,” katanya.

Lewat teknik split penggandaan koloni lebah akan dapat dilakukan dengan mudah. Bahkan sekali split berjalan selama 28 menit. Bayangkan jika kita sudah bisa melakukan teknik penggandaan seperti ini, ada dua hal yang bisa kita lakukan.

Pertama, proses pembudidayaan itu bisa memberikan keuntungan finansial yang sangat menjanjikan, dan kedua, proses penangkaran lebah madu kelulut ini dapat kita lakukan sembari mengembakan pelestarian lebah madu kelulut.

Jadi teknik penggandaan ekosistem semacam dapat memudahkan pembudidaya lebah madu kelulut. Artinya kita tidak harus memburu dan memindahkan koloni lebah secara berulang kali ke hutan.

Sebab teknik rapid split ini sangat efektif untuk menjamin ketersediaan koloni lebah madu secara konsisten dan berkelanjutan.

Memindahkan koloni lebah madu dengan cara seperti itu bukan tidak berhadapan dengan risiko. Karena itu peternak perlu melalukan teknik penggandaan dengan teknik rapid split tersebut.

Teknik penggandaan secara ini merupakan solusi yang tepat bagi peternak lebah madu kelulut. Jika tak  memperhatikan kelestarian itu maka tidak mustahil koloni lebah madu akan sirna dari habitatnya di alam bebas.

Melakukan teknik rapid split ini sangat mudah dilakukan. Pertama yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan kotak anakan.  Kotak anakan yang sudah disiapkan itu dipoles dengan cairan polen. Cairan ini akan mampu merangsang lebah ratu untuk bertelur.

Proses inilah yang akhirnya bisa membantu percepatan tumbuhkembangnya koloni lebah baru sebagai generasi lebah madu lanjutan.

Teknik split ini akan bisa mengembangkan lebah indukan. Jika teknik split sudah dapat diterapkan dalam upaya pelestarian lebah, maka pemberdayaan lebah madu ini akan banyak memberi manfaat keuntungan bagi peternak lebah madu.

Polen yang mempunyai skor asam.animo yang tinggi bisa memberi peluang bagi perkembangan indukan. Polen dengan asam anmo ini bisa mengembangkan sistem pakan bagi lebah madu tersebut.

Selain kita harus melakukan teknik split, peternak juga harus mengenal terlebih dahulu hama pengganggu disaat lebah madu itu dibudidayakan.

Sebab apabila kita tidak memperhatikan hal-hal kecil seperti itu, maka pengembangan lebah tidak berjalan secara maksimal. Karena itu selain kita harus melakukan teknik split untuk mengembangkan koloni, ada hama-hama pengganggu yang perlu kita singkirkan.

Apa-apa saja bentuk hama pengganggu yang bisa membahayakan habitat lebah madu kelulut?

Seperti tanaman yang banyak hama pengganggu, lebah madu juga tak kalah serunya mendapat gangguan hama yang membahayakan habitatnya.

Agar habitat koloni lebah madu yang kita budidayakan itu dapat menghasilkan madu secara maksimal kita harus menjaganya dari gangguan hama tersebut yang kerap kali datang.

Ada banyak jenis hama perusak yang paling mengganggu habitatnya. Misalnya hama kutu yang menempel di punggung lebah madu.

Hama kutu yang menempel di punggung lebah, akan masuk ke dalam cell broot. Sejatinya, kutu-kutu yang masuk ke dalam cell broot yang sudah ditutup, bisa melenyapkan lebah pekerja.

Karena itu peternak harus mencermati berkembangnya gejala yang berbahaya itu. Sebab hama pengganggu ini akan memupuskan harapan kita.

Akibat gangguan hama tersebut, dampak buruknya dapat membunuh habitat peternakan kita. Bahkan efek buruknya, lebah-lebah pekerja akan lahir tanpa sayap atau pertumbuhan sayap yang tak lengkap.

Maka cara melenyapkan hama kutu tersebut tak berbeda dengan cara pembasmian hama tanaman. Kita hanya membutuhkan obat pembasmi yang ramah lingkungan.

Selain itu ada jenis tawon yang disebut hornet atau taon ndas. Tawon ini selalu menyerang sarang lebah yang kita budidayakan. Tawon ndas selalu mendatangi sarang lebah madu untuk menyerang lebah-lebah pekerja.

Hama tawon ndas akan memangsa lebah ratu atau lebah indukan yang sudah dewasa. Untuk membasmi tawon hama tersebut, kita harus memastikan dari arah mana koloni tawon ndas itu datang. Setelah kita mengetahuinya, maka kita upayakan pembasmian koloninya, sehingga habitat lebah madu yang kita ternakkan akan terhindar dari serangan hama tawon hornet atau tawon ndas yang sangat berbahaya bagi pembudidayaan lebah.

Selain lebah hornet ada hama lain yang juga membahayakan habitat lebah madu kelulut. Hama ini berupa semut yang datang menggeradak sarang lebah madu. Kehadiran semut-semut ini sangat membahayakan.

Selain bisa membunuh lebah-lebah pekerja dan lebah ratu, gerombolan semut akan mencuri madu-madu yang sudah dikumpulkan.

Lantas bagaimana cara untuk membasmi gerombolan semut-semut itu? Mudah saja. Coba kita cermati alur jalan semut yang datang. Nah di sepanjang jalan yang dilewati semut harus kita olesi oli. Dengan adanya oli di sepanjang jalan yang dilrwatinya, maka semut-semut itu tak akan berani datang lagi.

Selain tawon hornet dan semut, ada ulat yang juga datang sebagai hama pengganggu. Ulat-ulat ini akan menyerang lebah yang tidak kuat seperti lebah ratu anakan lebah yang baru lahir. Maka itu meski tidak terlalu berbahaya dibandingkan tawon hornet dan semut, hama ulat juga bisa membahayakan habitat lebah madu.

Yang tak kalah bahayanya adalah burung pemangsa lebah madu. Meski kasus penyerangan terhadap sarang lebah madu di lokasi penangkaran kita, namun kita perlu waspada terhadap burung pemangsa ini.

Selain sejumlah hama yang disebutkan tadi, ada hama yang sangat berbahaya bagi koloni lebah madu. Black robber fly, adalah hama pembunuh yang juga sangat membahayakan.

Black robber fly adalah istilah yang sering disebutkan untuk lalat pembunuh lebah madu kelulut.

Lalat-lalat ini beraksi sangat kejam. Ia akan berusaha merusak sarang dan mengisap madu-madu di dalamnya. Jika kondisi ini sudah diciptakan black robber fly, maka kondisi habitat lebah madu kita akan hancur.

Lalu bagaimana cara mengantisipasinya? Caranya harus dilakukan dengan obat semprot yang ramah lingkungan. Dengan cara ini progres peternakan lebah madu kelulut kita akan terjaga dengan baik.

Hama terakhir yang perlu kita waspadai adalah bunglon. Bunglon tak hanya berusaha mengintai lebah-lebah pekerja, hama ini juga kerap kali selalu merusak sarang lebah.

Insektisida

        Membudidayakan lebah madu kelulut termasuk usaha yang mudah dan gampang dilakukan. Sepanjang kita mau berusaha dan mematuhi kaidah yang tepat untuk pembudidayaan itu, kita juga bisa meraih sukses.

Sebab hasil yang dikebangkan itu mampu membangun komoditi  konkret bagi keuntungan finansial. Bahkan peternak juga akan mampu membangun peluang baik bagi keluarganya yang bahagia.

Karena itu dari sejak awal melakukan pembudidayaan lebah madu kelulut di lokasi peternakan sederhana yang kita bangun,  kita juga harus mengenal jenis-jenis lebah madu yang kita ternakkan.

Bahkan dari segala kemungkinan bahaya yang mengganggu habitat dalam koloni lebah madu yang kita ternakkan.

Selain hama yang berbahaya bagi kehidupan lebah madu ketika kita budidayakan, ada hal paling berbahaya yang tak kita sadari.

Sebagai warga petani yang juga mengelola pertanian pangan seperti padi, sayuran, para petani kerapkali menggunakan obat-obat kimia untuk pertumbuhan tanaman kita.

Maka yang perlu kita waspadai adalah obat insektisida. Obat kimia ini sangat berbahaya bagi lebah pekerja. Di saat lebah pekerja ke luar dan mencari makanan di kawasan pertanian, ketika lebah tercium aroma insektisida, ia akan mati. Kondisi inilah diam-diam membunuh koloni lebah madu yang kita ternakkan.

Bagi petani, insektisida bukanlah barang baru. Untuk melindungi tanaman mereka dari hama pengganggu, petani membubuhi obat serangga insektisida.

Keadaan ini justru sangat kontradiksi dengan kehidupan koloni lebah madu kelulut yang kita budidayakan.

Dari hasil penelitian di berbagai negara, obat insektisida merupakan racun paling utama yang dapat membunuh lebah dalam jumlah komunitas besar.

Untuk itulah kita perlu tanggap terhadap hal-hal yang merugikan peternakan kita. Hanya karena insektisida, usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan sebelumnya menjadi sia-sia.

Menurut Direktur Pusat Penelitian Penn State Christina Grozinger, penurunan populasi lebah madu yang dibudidayakan masyarakat akibat banyaknya penggunaan insektiasida.

Karena itu Christina menngingatkan agar para peternak bisa mewaspadai adanya penggunaan insektisida di sekitar lokasi pembididayaan lebah madu mereka.

Perlu dipahami bahwa di dalam insektisida terdapat zat neonicondinoid. Zat ini memang bisa melindungi jagung, kedelai, dan sayuran dari hama pengganggu. Namun zat ini pula yang bisa melumpuhkan lebah pekerja di dalam melatih diri dan pencarian makanan.

Penelitian itu dilakukan terhadap sejumlah stresor untuk melihat perkembangan lebah madu yang dibudidayakan petani.

Dari tuturan panjang tentang jenis madu kelulut yang diurai, maka para peternak harus mampu untuk membudidayakan dengan prinsip yang telah dipelajari.

Karena itu perlu diketahui seutuhnya bahwa lebah madu kelulut adalah lebah tanpa sengat. Lebah ini merupakan lebah dari suku meliponini. Sedangkan kelulut merupakan lebah “jinak” yang pada bagian tubuhnya tidak dilengkapi sengatan. Sebab pada bagian organ tubuhnya tidak memiliki alat sengat.

Tubuh lebah kelulut memiliki panjang sekitar 3-4 melimeter. Untuk dipahami bahwa pada bagian tubuh lebah kelulut yang seharusnya menjadi alat sengat. Karena mengalami reduksi, maka pada bagian sengat ini tidak berfungsi.

Lebah kelulut memiliki kemampuan lebih sedikit memproduksi madu dibanding lebah hutan. Sedangkan kemampuan lainnya, lebah kelulut mampu memproduki propolis dan roti lebah.

Karena itu madu lebah kelulut memiliki kualitas maksimal. Bahkan setelah diprodusi, dunia kesehatan menyatakan bahwa madu kelulut sangat baik digunakan untuk mengobati penyakit batu menahun.

Lebah kelulut terbiasa hidup dalam koloni besar. Jumlah lebah kelulut di dalam koloninya terdiri dari 300 hingga 20.000 lebah. Potensi ini sangat baik untuk dibudidayakan petani Desa Sanbirejo, Mariana.

Perlu kita perhatikan bahwa lebah kelulut tersedia di banyak tempat. Lebah kelulut bisa mencari makanan di banyak tanaman penghasil bunga.

Karena sumber makanan lebah kelulut kaya di berbagai tempat, maka lebah kelulut  dinilai sebagai hutan nonkayu. Makanya lebah kelulut sangat potensi dibudidayakan masyarakat.

Dibandingkan lebah hutan, lebah madu kelulut jauh lebih mudah dibudidayakan. Selain itu, karena tidak menyengat, lebah kelulut memberi kenyamanan ketika beradaptasi dengan lingkungan baru.

Bahkan dalam memberi pakan, kelulut memiliki sumber makanan yang beragam, sehingga tidak perlu melakukan pemeliharaan khusus dan teratur.

Sebagai lebah penghasil madu yang potensial, lebah kelulut tak pernah berhenti memproduksi madu. Bahkan lebah kelulut mampu bertahan dengan serangan penyakit.

Dengan kondisi seperti itu, maka sifat kehidupan kelulut mampu menjadikan peternak sejahtera. Sebab lebah madu kelulut bisa diternakkan secara menetap.

Sedangkan faktor lingkungan dan ketersediaan makanan menjadi penentu bagi keberhasilan berkembangnya lebah kelulut.  Khususnya dari hasil produksi dan perkembangan koloninya.

Sementara kelembaban suhu udara dan curah hujan serta ketinggian tempat menjadi faktor lingkungan yang penting. Dengan keadaan yang baik seperti itu maka kualitas dan kuantitas madu yang diproduksi lebah kelulut dipengaruhi suhu udara memungkinkan.

Karena itu pengendalian hama dan penyakit lebah kelulut itu menjadi faktor penting untuk diperhatikan peternak.

Karena itu manfaat pembudidayaan kelulut dapat ditinjau secara ekologi, ekonomi dan sosial kemayarakatan. Jadi, secara ekologi, budi daya yang diharapkan bernilai positif bagi sumber pendapatan peternak.

Sedangkan penjualan produk madu kelulut akan mrmbuka peluang usaha bagi masyarakat. Bahkan  bisa dijadikan sebagai obyek penelitian sebagai potensi daerah, sehingga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat setempat.

Terkait pembudidayaan lebah kelulut sebagai sumber pendapatan warga, maka potensi ini perlu disambut masyarakat Desa Sambirejo selain sebelumnya mereka telah mengelola pendapatan usaha dari sektor pertanian. (*)

Kontak Pengelola : WA – 0812-8171-2933 An. Ustadzah Putri




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster