Berantas Ilegal Drilling, Bupati Muba Usul BUMD Garap Sumur Tua

 27 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL – Aktivitas illegal driling atau pengeboran liar sumur minyak bumi secara ilegal yang dilakukan masyarakat dan kerap menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi perhatian serius Dodi Reza Alex yang memimpin wilayah tersebut.

Anak Alex Noerdin itu mengatakan berbagai upaya guna penanganan terhadap illegal driling pun telah dilakukan pemerintah kabupaten setempat. Salah satunya, ia mengusulkan untuk merevisi Permen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 01 tahun 2008.


BACO BERITA SEBELUMNYO : GUBERNUR SUMSEL AKUI KESULITAN TERTIBKAN SUMUR MINYAK ILEGAL


“Di Juni lalu kami melakukan rakor langsung bersama Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Sekayu. Kami mengusulkan agar dilakukan revisi Permen ESDM itu (mengenai pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua,” ujarnya secara virtula pada acara Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Aktivitas Illegal Drilling dalam Perspektif Hukum dan Dampaknya di Kabupaten Muba, Rabu (13/10).

Bukan itu saja, sambungnya, upaya lainnya pun telah dilakukan. Mulai dari pembentukan satgas, maklumat bersama TNI-Polri, membangun storage minyak bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pengalihan pekerjaan (CSR Program) dengan alih kerja para pekerja sumur menjadi peternak/petani. “Bahkan, kami juga telah berupaya mengelola sumur tua dan melakukan sosialisasi bahaya dan pelanggaran hukum illegal drilling,” katanya.

Dalam penegakan hukum, lanjutnya, sebaiknya diimbangi dengan solusi yang harus diambil. Misal, dengan memberdayakan masyarakat sekitar sumur minyak bumi dengan terkoordinir oleh pemeritah daerah melalui BUMD dalam mengelola sumur-sumur tua itu. Sebab, tak boleh asal-asalan saja dalam mengelolanya.

TEKS/FOTO : GATRA.COM





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster