Masuk BNI Wajib Vaksin, Nasabah di Palembang Kelimpungan

 40 total views,  1 views today

PALEMBANG | KSOL — Sejumlah nasabah BNI di Palembang kelimpungan untuk melakukan aktivitas di kantor layanan. Nasabah diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai persyaratan mendapatkan layanan perbankan.

Penerapan ini terjadi pada salah satu kantor layanan BNI kantor cabang Kertapati. Jika terjadi kendala dalam akses aplikasi, maka tamu mengisi logbook dengan alternatif izin masuk dengan menunjukan sertifikat vaksin atau menunjukan hasil PCR antigen atau Genose yang masih berlaku.

“Saya baru baru melahirkan dan belum divaksin, tak bisa juga mengakses aplikasi yang diminta, malah diminta PCR antigen,” kata Yani salah satu nasabah usai mendatangi kantor Cabang di Kertapati, Senin (11/10).

Yani juga bilang, ada masyarakat yang sudah vaksin 1 kali juga tidak bisa. “Saya juga heran kenapa tidak ada sosialisasi sebelumnya, soalnya akhir pekan kemarin masih bisa,” kata Yani.

Demikian dengan nasabah lain, Anto (49), menurutnya tidak semua masyarakat itu punya ponsel android dan tidak semua masyarakat itu sudah divaksin.

“Saya sudah mengajukan vaksin sudah didata namun sampai sekarang belum divaksin, karena stok terbatas. Kami juga walaupun ada ponsel android, belum tentu juga bisa mengoperasikannya,” kata Anto, seorang buruh.

Sementara itu dari pihak BNI Kantor wilayah Palembang menyebut aturan tersebut memang mulai berlaku hari ini dan memang sudah diarahkan oleh kantor pusat. Bahkan untuk seluruh, baik untuk pegawai maupun nasabah.

“Iya, baik pegawai maupun nasabah masuk ke lingkungan BNI harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Namun kami juga masih menunggu pemberitahuan dari Marcom pusat, nanti kami sosialisasi ke pihak media,” kata Servis Manajemen BNI Palembang, Dion, kepada Urban Id.

Dion juga mengakui hari ini pihaknya menerima laporan nasabah yang kaget karena harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Namin Dion juga membenarkan, jika terjadi kendala pada aplikasi, wajib menunjukkan sertifikat vaksin karena juga mengacu kepada aturan pemerintah.

“Untuk vaksin satu atau dua, masih jadi acuan. Pemerintah memang wajib vaksin 2, dari BNI masih akan dibahas,” katanya.

Selain itu, jika nasabah belum vaksin, Dion juga menyebut nasabah juga wajib menunjukan hasil swab antigen. “Mulai hari ini sudah berlaku, makanya memang masih banyak nasabah yang lapor, namun saat ini masih kami kondisikan,” katanya.

Dio bilang kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh cabang, termasuk di cabang utama Jalan Sudirman. Saat ini pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak security untuk edukasi ke nasabah dengan cara atau penyampaian agar mudah dipahami.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, Hari Widodo, mengatakan BI tidak mengatur soal ketentuan syarat masuk kantor layanan seperti vaksin dan lain-lain.

BI menilai hal itu mungkin kebijakan yang diterapkan oleh perbankan. “Mungkin bisa saja kebijakan penerapan protokol kesehatan oleh bank,” katanya.

TEKS / FOTO : URBAN.ID/eno





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster