PWI Muba, Ajak Wartawan Rajin Membaca dan Menulis Berita Berimbang

 17 total views,  1 views today

Musibanyuasin | KSOL –  Semua wartawan dipastikan bisa menulis. Tetapi tidak semua wartawan bisa menulis dengan baik, akurat, cover both side (berimbang), dan lepas dari opini. Untuk mewujudkan profesionalitas dalam menulis itu, wartawan diwajibkan terus membaca dan terus belajar.

Hal itu sekelumit kutipan, yang terungkap dalam pelatihan jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten  Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan, di Kantor PWI Muba, Rabu (29/09/2021).

Menambah Wawasan Wartawan

Diantara sekian banyak materi yang disampaikan pada acara itu, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, menambah wawasan dan pemahaman penulisan berita sekaligus dan etika jurnalistik bagi para wartawan yang tergabung dalam PWI Muba.

“Materi dalam pelatihan ini diantaranya tata cara penulisan berita dan penerapan Kode Etik jurnalistik (KEJ),” Herlin Koisasi, SH, Ketua PWI Muba.

Pada pelatihan yang dibuka untuk anggota dan calon anggota PWI Muba ini, Herlin mengatakan, melalui pelatihan itu, di masa mendatang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dapat melakukan kerja jurnalistik secara baik, dengan tetap mematuhi KEJ dan tidak melanggar kaidah jurnalistik dalam menulis berita.

Mematuhi Kode Etik Jurnalistik

“Kegiatan ini terbuka bagi aggota dan calon anggota PWI Muba, khususnya dalam menjalankan tugas di lapangan. Sehingga nantinya diharapkan tidak keluar dari kaidah penulisan dan tugas seorang jurnalis atau kewartawanan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Edy Parmansyah, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Muba, Edy mengatakan, dalam pelatihan itu tidak ada yang lebih pintar atau lebih rendah. Pelatihan ini menurut Edy bukan untuk saling merendahkan antara satu sama lainnya,  tetapi untuk menambah wawasan, teknis penulisan dan memahami kode etik dalam melaksanakan tugas kewartawanan.

“Saya berharap setelah pelatihan ini akan ada peningkatan kualitas dalam menulis berita yang kawan-kawan lakukan. Dengan begitu, hasil tulisan yang berkualitas itu akan dapat bisa menambah wawasan anggota dan calon anggota PWI Muba, bukan sebaliknya malah saling merendahkan satu dan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, untuk mewujudkan tulisan yang baik dan berkualitas, setiap wartawan tak harus membatasi usia. Sebab proses belajar tak mengenal umur.

Wartawan harus banyak belajar dan rajin membaca

Oleh sebab itu usai berapapun, seorang wartawan harus banyak belajar dan rajin membaca. Satu hal yang bisa dilakukan untuk proses belajar agar tulisan berita yang ditulis lebih baik, menurut Edy, seorang wartawan bisa membaca dan membadingkan tulisan wartawan lainnya yang lebih berkualitas, sehinga dapat belajar dari tulisan orang lain.

“Tidak ada batasan usia untuk belajar, karena kunci dari penulisan adalah rajin membaca dan belajar serta meneliti setiap tulisan kawan-kawan jurnalis lainnya, khususnya media-media nasional,” tegasnya.

Berdasar pada pentingnya proses belajar bagi wartawan, Edy mengatakan, agar di masa mendatang, perlu digelar pelatihan wartawan yang berkelanjutan. Melalui program belajar bagi wartawan yang dilakukan secara terus menerus, diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap peningkatan wawasan bagi anggota dan calon anggota PWI Muba.

Senada dengan itu, Sudaroji, Wakil Ketua Bidang Online PWI Muba berharap, melalui pelatihan penulisan ini, bisa memberi pemahaman yang lebih baik tentang tata cara menulis berita yang tidak bercampur dengan opini.  Menurutnya, antara berita dan opini dua hal berbeda. Oleh sebab itu, wartawan harus mengerti soal itu. Sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum atau sengketa pers.

Hindari Sengketa Pers

“Nah, di sini kita sama-sama belajar bagaimana caranya membuat berita yang berimbang agar ke depan pemberitaan kita tidak menjadi sengketa Pers,” jelasnya.

Menanggapi pelatihan itu, Nasution, salah satu peserta mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang mengasah keterampilan menulis berita dan memahami kode etik jurnalistik. Nasution berharap, ke depan setelah mengiktui pelatihan ini akan bisa menulis berita yang berimbang, dan tetap mengedepankan kode jurnalistik.  

TEKS / FOTO  : CINDRA IRAWAN   |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster