Luluskan 10 Peserta, HMI MPO Palembang Darussalaam Kritik Soal Pendidikan

 57 total views,  1 views today

Selama ada Bandit dan Pemodal, Anggaran Pendidikan Gagal

PALEMBANG  |  KSOL – Upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sudah cukup baik. Satu diantara upaya itu, dengan mengalokasikan 20 persen di APBN dan APBD untuk pendidikan, Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan sumber lainnya.

Namun upaya dan langkah itu tidak akan terealisasi dengan baik, kalau masih banyak bandit-bandit dan pemodal yang menyelewengkan arah pendidikan. Akibatnya pendidikan dikomersialisasi hingga melahirkan kapitalisme pendidikan.

Hal itu terungkap pada pembukaan Intermediate Training Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Palembang Darussalam di Gedung Aula DPD RI Sumsel, (20/09/2021). Kali itu, HMI MPO Cabang Palembang Darussalam meluluskan 10 Sepuluh orang di Intermediate Training LK 2.

Ketua Umum HMI MPO, Sandesta dalam sambutannya kali itu mengatakan, pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional, yang sangat dibutuhkan manusia. Sebab menurut Sandesta, melalui pendidikan manusia akan layak disebut sebagai manusia seutuhnya.

“Pelatihan LK 2 HMI Cabang Palembang Darussalam ini, adalah salah satu bentuk dari pendidikan. Diharapkan melalui  acara ini, Kader HMI akan layak disebut sebagai manusia,” ujarnya.

Menyahuti pernyataan diatas, Asisten III, Provinsi Sumatera Selatan  Dr. Ahmad Najib, S.H., M.Hum mengatakan, pendidikan adalah kunci bagi majunya suatu daerah dan negara. Menurutnya, negara-negara maju fokus pada pendidikan dan sumberdaya manusia dalam membangun negara untuk lebih baik, seperti negara Jepang dan Amerika.

Sedangkan Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Sumsel, H. Giri Ramanda N. Kiemas, SE., MM menyebutkan problematika pendidikan di 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel, belum adanya peta atau roadmap yang terintegrasi dengan baik.

“Sehingga berakibat pada meningkatnya angka anak putus sekolah, lemahnya kualitas tenaga honorer, status tenaga kerja honorer yang mengkhawatirkan dan tingginya biaya pendidikan,” ujarnya.

Pada acara yang bertema “Peran Kaum Intelektual Dalam Mengentaskan Problematika Pendidikan Indonesia” ini,  Ari, Ketua Pelaksana menyampaikan, sejak dibukanya masa pendaftaran peserta LK 2  mulai 1-16 September 2021, ada 22 peserta yang mendaftar.  Namun setelah dilakukan proses screening secara ketat,  panitia meluluskan 10 peserta. “Seleksi calon peserta ini kita lakukan, karena pengaderan adalah jantung dari sebuah organisasi,” ujarnya.

Pada Pembukaan itu, hadir sejumlah tamu undangan,  diantaranya, Asisten III, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Dr. Ahmad Najib, S.H., M.Hum, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel H. Giri Ramanda N. Kiemas, SE., MM, Perwakilan Dinas Pendidikan, Kesbangpol, Dispora dan OPD Provinsi Sumsel lainnya, serta jajaran aktifis HMI MPO Cabang Palembang Darussalam, Ketua Korps Pengader Cabang, para ketua komisariat dan puluhan kader HMI MPO Cabang Palembang Darussalam lainnya.**

TEKS / FOTO : RELEASE





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster