KPAI Sumsel Pantau Kasus Pencabulan Anak di PALI

 46 total views,  1 views today

PALI | KSOL — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sumsel menyatakan akan turut memantau proses hukum dugaan pencabulan terhadap tiga anak di Kabupaten PALI.

Pelaku disebutkan seorang guru ngaji yang sudah berusia lanjut yang tegah mencabuli tiga anak di bawah umur. Ketua KPAI Sumsel Eko Wirawan mengatakan, sangat prihatin terhadap kasus yang menimpa tiga anak di PALI.

Untuk itu, KPAI meminta agar dilakukan pengawasan ekstra terhadap pada aspek pidananya. “Untuk anak, segerakan trauma healing, minta DPPPA melalui P2TP2A (turun tangan).

Mereka harus mengusahakan hal tersebut, bila perlu sampai bimbingan psikiater di RS Ernaldi Bahar,” ujar Ketua KPAI Sumsel, Eko Wirawan melalui WhatsApp kepada Kuasa Hukum Korban, J Sadewo, Kamis (16/9/2021).

Lebih lanjut, KPAI Sumsel berharap penegak hukum, dalam hal ini Polres PALI dapat segera memproses hukum pelaku, sehingga ada keadilan dan kepastian hukum bagi para korban.

“Demi kepastian hukum, kita berharap kasus ini dapat segera P21,” katanya.

Kasus pencabulan ini telah dilaporkan ke Polres PALI untuk ditindaklanjuti. Para orang tua korban juga telah menyerahkan kepada LBH untuk mengawal kasus ini agar pelaku dihukum.

Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua korban curiga dengan anaknya sering membawa uang Rp10.000 ketika pulang dari main.

Kemudian setelah didesak dan ditunjukkan video tindakan pencabulan, korban mengaku telah dicabuli pelaku. Setelah kasus ini dilaporkan, warga melihat belum ada tindakan terhadap pelaku yang kini masih beraktivitas seperti biasa.

TEKS / FOTO : INEWS.ID





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster