Ogan Ilir Gempar, Belasan Santri Disodomi dan Dicabuli Guru hingga Kesakitan

 169 total views,  4 views today

OGAN ILIR | KSOL — Pria berinisial JN (22 tahun), seorang guru agama di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel ditangkap polisi karena telah mencabuli 12 orang murid atau santri.

Enam di antaranya disodomi sehingga mengalami kesakitan di bagian kemaluan.  Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit IV Renakta Kompol Masnoni, mengatakan Junaidi tercatat sebagai warga Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU Timur. Ia merupakan guru di ponpes tersebut.

Kasus pencabulan ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu orang tua yang mengaku anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh guru di ponpes tersebut. “Orang tua murid ini curiga anaknya mengeluh sakit di bagian kemaluan. Setelah digali keterangan lebih lanjut korban mengaku telah menjadi korban pencabulan gurunya sendiri,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Selanjutnya, anggota Subdit PPA melakukan penyelidikan hingga kemudian menangkap Junaidi. Dari keterangan saksi dan alat bukti diketahui jika korban pencabulan mencapai 12 orang. “Korban berusia 12-13 tahun, semuanya laki-laki,” katanya.

Dari jumlah korban itu, enam anak di antaranya disodomi sementara sisanya mendapatkan perlakukan asusila yang berbeda. Perbuatan itu sudah dilakukan sejak Juni 2020 dan baru terbongkar September 2021.

“Modus yang digunakan dengan cara merayu. Tapi ada juga yang diancam,” katanya. Junaidi akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 huruf E UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perubahan UU No 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Ada pemberatan hukuman apabila dilakukan oleh pelaku yang seharusnya memberikan perlindungan kepada anak tersebut termasuk guru, wali atau orang tua hukum ditambah sepertiga dari sanksi yang telah ditetapkan,” katanya.

TEKS / FOTO : Inews.id





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster