Perusahaan Nasional dan Multinasional Dukung Percepatan Transisi Energi Terbarukan di Indonesia

 87 total views,  7 views today

JAKARTA | KSOL — Perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional dari sektor komersial dan industri meluncurkan pernyataan aspirasi bersama. Pernyatakan itu berisi dukungan untuk mendorong pengadaan energi terbarukan (ET) di Indonesia.  

Hal itu dikatakan Gina Lisdiani, Co-Lead CEIA Indonesia, dan Country Director Allotrope Partners, melalui press releasnya, yang diterima redaksi, (18/08/2021), malam.

Bersedia bermitra dengan Pemerintah Indonesia

Lebih lanjut, Gina menjelaskan perusahaan-perusahaan ini juga menggarisbawahi kesediaan mereka untuk bermitra dengan Pemerintah Indonesia, di sejumlah sektor, diantaranya sektor keuangan, mitra utilitas, dan pemangku kepentingan pasar lainnya. “Hal ini dilakkan untuk mencapai tujuan energi terbarukan bersama,” tegas Gina.

Perusahaan-perusahaan ini menurut Gina, sangat percaya bahwa kebijakan dan peraturan yang mendukung dapat mendorong pengadaan energi terbarukan dan memungkinkan Indonesia untuk mencapai 50% energi terbarukan dalam bauran energinya pada 2045.

Menurut Gina, perbaikan kebijakan juga akan memberikan opsi pengadaan energi terbarukan yang sangat dibutuhkan untuk sektor komersial dan industri, konsumen energi yang terbesar di Indonesia, serta kesempatan kerja dan investasi baru.

Perusahaan yang berpartisipasi dalam pernyataan aspirasi bersama antara lain; Amazon, Body Shop, Columbia, Danone, grup H&M, Multi Bintang Indonesia, New Balance, Nike, Nutrifood, REI, Schneider Electric, Six Senses, dan VF Corporation.

Disebutkan, beberapa perusahaan itu merupakan bagian dari kelompok kerja pembeli korporat CEIA Indonesia yang sedang beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk memperkuat bisnis mereka.

Saat ini, menurut Gina kelompok kerja CEIA berjumlah lebih dari 30 perusahaan dan 70 rantai pasok, dan akan bertambah seiring dengan meningkatnya komitmen perusahaan untuk mendapatkan ET di Indonesia.

“Kami senang dapat memfasilitasi pernyataan aspirasi bersama dari anggota kelompok kerja CEIA, yang mewakili beberapa konsumen energi terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Gina menjelaskan, pihaknya memiliki visi yang sama guna memberikan ruang bagi konsumen energi untuk berpartisipasi dalam pengadaan energi terbarukan. Tujuannya agar dapat berkontribusi untuk mempercepat capaian target energi terbarukan Indonesia.

“Kelompok kerja pembeli korporat kami dan rantai pasokan mereka dapat memainkan peran yang kuat dalam berbagi pengetahuan mereka dan mendukung replikasi pengalaman pengadaan EBT di pasar lain tempat mereka beroperasi,” katanya.

Melalui pernyataan ini, lanjut Gina pembeli korporat berharap pemerintah dapat terdorong untuk memberlakukan peraturan seperti power wheeling, mengembangkan dan menerapkan mekanisme.

Hal ini bertujuan untuk PPA perusahaan di luar lokasi, ikan peningkatan kapasitas pembangkitan, dan memungkinkan lebih banyak investasi sektor swasta dalam energi terbarukan.

“Kami percaya menerapkan solusi dalam Pernyataan Aspirasi Bersama ini dapat meletakkan dasar untuk mencapai emisi nol bersih di Indonesia,” tegasnya.

Berkomitmen membangun bisnis berkelanjutan

Menanggapi hal ini, Ken Haig, Head of Energy and Environment Policy Asia Pacific and Japan, Amazon Web Services mengatakan Amazon berkomitmen untuk membangun bisnis yang berkelanjutan bagi pelanggannya dan planet ini. “Inilah sebabnya pada tahun 2019, Amazon ikut mendirikan The Climate Pledge,” tegasnya.

Menurut Ken, hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Amazone untuk mencapai emisi karbon nol bersih di seluruh bisnis yang dikelolanya pada tahun 2040.

Saat ini, menurut Ken, The Climate Pledge memiliki lebih dari 100 penandatangan dari 25 industri di 17 negara. “Sebagai bagian dari The Climate Pledge, kami berada di jalur untuk memperkuat operasi kami dengan energi terbarukan sebanyak 100% pada tahun 2025 – lima tahun lebih cepat dari target awal kami pada tahun 2030,” ujarnya.

Pada tahun 2020, Ken menjelaskan Amazon menjadi pembeli perusahaan energi terbarukan terbesar di dunia, mencapai 65 % energi terbarukan di seluruh bisnis yang dikelolasecara secara global.

“Investasi kami menyediakan energi baru terbarukan di luar campuran jaringan yang ada telah menambah proyek baru ke jaringan listrik,” tambahnya.

Terkait dengan hal ini, Ken berharap dapat bekerja sama dengan mitra dari sektor publik dan swasta untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan energi baru terbarukan yang lebih besar di Indonesia.

Terbuka Berkolaborasi Mempercepat Transisi ET Negara

Senada dengan itu, Ratih Anggraeni, Head of Climate & Water Stewardship, Danone mengatakan, perubahan iklim merupakan tantangan sistemik yang saat ini harus dipecahkan.

Sebagai bagian dari koalisi RE100, menurut Ratih, Danone berkomitmen untuk menggunakan 100% listrik terbarukan pada 2030. Hingga sekarang menurut Ratih, pihaknya telah menggunakan 54% listrik terbarukan secara global.

“Di Indonesia, komitmen ini kami wujudkan melalui penggunaan panel surya atap 6,2 MWp di 4 lokasi pabrik dan 6 ton boiler biomassa yang dipasang di salah satu pabrik untuk menghasilkan uap, dan lebih banyak lagi yang akan datang,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ambisi Pemerintah Indonesia untuk mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, menurut Ratih, pihaknya sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam mempercepat transisi ET negara.

Satu diantaranya melalui opsi pengadaan hijau yang kompetitif dan berdampak lingkungan serta ekosistem energi yang inovatif. Hal itu dilakukan sambil menerapkan kebijakan dan regulasi sebagai payungnya. “Dengan memanfaatkan aksi iklim kami, Indonesia dapat memainkan peran kunci untuk mendorong planet dan masyarakat yang tangguh,” tambahnya.

Serius Memenuhi Tanggungjawab kepada dunia

Tanggapan lainnya juga disampaikan  Anya Sapphira, Stakeholder Engagement and Public Affair Manager, H&M Group Production Office Indonesia.

Anya mengatakan krisis iklim merupakan tantangan besar bagi semua industri, termasuk fashion. Oleh sebab itu, menurut Anya, pihaknya sangat serius dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada dunia.

Anya menyebutkan, H&M Group telah berkomitmen untuk menjadi climate positive di seluruh value chain pada 2040, termasuk di Indonesia.

“Kami percaya kemajuan pesat hanya dapat dicapai jika semua orang bekerja sama dan memiliki dorongan untuk berubah. Kami percaya kolaborasi dengan pemerintah adalah salah satu aspek terpenting, karena pemerintah memiliki serangkaian kebijakan yang mendorong dan mendukung peralihan ke ekonomi rendah emisi sebagai kunci untuk mempercepat perjalanan ini,” tegasnya.

Dapat memenuhi target energi hijau

Seiring dengan itu, Ika Noviera, Corporate Affairs Director, Multi Bintang Indonesia, mengatakan, sebagai bagian dari Perusahaan HEINEKEN, pihaknya memiliki target global yang ambisius, yaitu mencapai karbon netral dalam proses produksi kami pada 2030 dan dalam value chain secara penuh pada 2040.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Ika Multi Bintang Indonesia memiliki target untuk menggunakan 100% energi terbarukan dalam proses produksi pada tahun 2025.

Ika meyakinkan publik, kalau saat ini pihaknya berada di jalur yang tepat dengan berbagai inisiatif yang dilakukan. Namun menurut Ika, H&M juga melihat tambahan kapasitas energi terbarukan sebagai persyaratan utama agar.

“Kami dapat memenuhi target energi hijau. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan dari pemerintah Indonesia dengan membuat kebijakan yang lebih akomodatif untuk mempercepat pengadaan energi terbarukan yang inovatif untuk sektor komersial dan industri,” tegasnya.

Indonesia dapat mengambil peran lebih besar

Sementara itu, Devina Raditya, Environment & Sustainability Domain Leader, GSC International, Schneider Electricmengatakan, energi memainkan peran penting untuk mitigasi perubahan iklim.

Menurut Devina, kombinasi energi hijau dan teknologi digital akan memberdayakan kita untuk memiliki pandangan yang lebih besar dalam konsumsi energi kita.

Selain itu, lanjut Devina kombinasi energi hijau dan teknologi digital dapat memberikan wawasan agar dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi karbon.

Devina yakin dan percaya Indonesia dapat mengambil peran yang lebih besar dalam pengadaan energi terbarukan. Bahkan Indonesia juga bisa meningkatkan akses ke energi melalui dukungan peraturan pemerintah dan penerapan teknologi.

Oleh sebab itu, Devina memastikan Schneider Electric siap menjadi mitra strategis bagi Indonesia untuk bersama-sama mempercepat perjalanan dekarbonisasi.

“Di Schneider Electric, kami juga semakin ambisius dengan janji karbon kami. Kami telah meningkatkan energi terbarukan kami dari hanya 2% pada tahun 2017 menjadi 80% pada tahun 2020, 100% pada tahun 2030, dan net-karbon nol karbon dalam rantai pasokan kami pada 2050,” ujarnya.

Kali ini, Devina juga menegaskan, pihaknya percaya elektrifikasi akan menajdi kunci untuk transisi energi. Oleh sebab itu, dalam hal ini Schneider Electric telah mempercepat pemberdayaan teknologi untuk mendukung transisi ini.

“Komitmen kami terhadap keberlanjutan telah diakui oleh Corporate Knights Global 100 Index sebagai The Most Sustainable Company in The World pada tahun 2021,” tegasnya.

TEKS / FOTO : RELEASE





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster