Upaya Gigih Membuka PD di Brunei Darussalam

 39 total views,  1 views today

KABARSUMATERA.COM — Dalam setiap Perisai Diri International Championship para peserta datang dari berbagai negara. Pada PDIC pertama tahun 1990 di Semarang hingga PDIC IX tahun 2017 di Malang; banyak peserta dari luar negeri. Tercatat mereka yang ikut berasal dari Belanda, Australia, Jerman, Inggris, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Swedia, Spanyol, dan Timor Leste.

Dua negara yang telah ada anggota PD yang berlatih rutin yang belum pernah ikut mengirimkan pesilatnya adalah Swiss dan Perancis.

Selain itu, belum pernah sekali pun ada pesilat PD dari negara Asia Tenggara yang pernah berlaga di kejuaraan intern PD. Padahal jejak silat PD sudah ada di beberapa negar mulai dari Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, hingga Malaysia. Beberapa pelatih silat PD dikirim oleh Pengurus Besar IPSI untuk mengembangkan pencak silat di beberapa negara tersebut.

Baru pada kisaran tahun 2019 ada kabar gembira. Datang dari negara kecil kaya-raya, Brunei Darussalam. Pesilat Jaz Azrani Taha, murid Mas Russel Dennis di Brisbane, Australia; pindah ke Brunei. Ia mulai melatih di sana di kalangan terbatas.

Berbekal pengalaman sewaktu di Australia, dibantu oleh Mas Tony Widya; mulailah dibentuk Komisariat PD Brunei Darussalam. Lawatan Mas Tony Widya beberapa kali ke Brunei dan persahabatannya dengan pesilat negeri tetangga itu sejak tahun 1987; menjadikan niat mengembangkan PD makin mulus.

Dalam beberapa kali latihan lewat zoom di masa pandemi Covid-19 yang dikomandani oleh Mas Tony Widya, Jaz Taha sering hadir. Memperagakan teknik di ruang tamu di rumahnya.

Sementara perkembangan Komisariat PD Brunei agar bisa diakui secara resmi di negeri itu dan dapat melatih secara umum mendapat dukungan para pesilat senior Brunei dan juga Kedutaan Besar Indonesia di Bandar Seri Begawan.

Perlahan namun pasti, terbentuklah Komisariat PD Brunei Darussalam untuk periode 2020 – 2024. Duduk sebagai Pengerusi adalah Pangiran Anak Putra Amir Farok Al Haj; Presiden dijabat Hj. Abu Bakar bin Abdullah; Penasihat Kurikulum dan Ketua Teknik disandang Tony Widya Budiardjo; Ketua Jurulatih/ Ketua Program dipegang Jaz Azrani Taha dibantu Simon Glesson.

Di Kedutaan Besar Indonesia ada Mas Yogo Pamungkas yang bekerja di bagian ekonomi. Dia adalah anggota PD asal Bandung. Lalu ada Ibu Endang Dewi Mardeyani, Counsellor Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya yang tersentuh hatinya untuk membantu karena silat adalah budaya beladiri Indonesia. Saat ini Komisariaat Brunei Darrusalam sedang melengkapi segala persyaratan yang diperlukan agar Perisai Diri bisa diterima secara sah oleh pemerintah negara itu dan dapat membuka latihan di tempat umum.

Pada Senin pagi (31/5/2021), Komisariat Perisai Diri Brunei Darussalam menggelar acara Halal Bihalal pada bulan Syawal ini di rumah Bang Haji Abu Bakar di kota Bandar Seri Begawan.

Di ruangan tempat acara didekorasi dengan memajang logo Perisai Diri dan juga pakaian silat Perisai Diri.

Dari dialog dengan para pengurus Komisariat PD Brunei Darussalam diketahui betapa mereka sangat antusias untuk mengembangkan PD di negara itu. Segala persyaratan yang banyak dan rumit, menjadikan tantangan tersendiri yang harus mereka hadapi.

Kita berharap Perisai Diri berkembang di Brunei Darussalam. Mampu menelorkan jago-jago andalan untuk Brunei di berbagai kancah kejuaraan internasional. (*)





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster