Tjahjo: Data 95 Ribu PNS Fiktif Berita Lama, Sudah Selesai

 32 total views,  1 views today

JAKARTA¬† | KSOL — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan isu data 97 ribu pegawai negeri sipil (PNS) fiktif yang menerima gaji dan iuran pensiun sudah rampung.

“Sudah selesai semua pendataan di tahun 2016,” kata Tjahjo melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (25/6).

Tjahjo mengatakan pernyataan tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Menurut penjelasan Bima, sambung Tjahjo, isu 97 ribu data PNS tersebut merupakan berita lama yang kemudian muncul kembali saat ini.

“Itu berita lama tahun 2015 yang muncul kembali ketika diadakan pendataan ulang PNS (PUPNS),” tuturnya.

Sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com telah mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Bima dan Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja sama BKN Paryono, namun belum mendapat jawaban.

Sebelumnya, Bima mengungkap 97 ribu data PNS fiktif tersebut didapati ketika pihaknya melakukan pemutakhiran data pada 2014. Mereka menemukan orang yang tercatat dalam data tersebut tidak jelas keberadaannya, padahal mendapat gaji dan iuran pensiun.

“Ternyata hampir 100 ribu, tepatnya 97 ribu data misterius. Dibayar gajinya, dibayar iuran pensiunnya, tapi tak ada orangnya,” kata Bima dalam tayangan YouTube Pengumuman BKN Kick Off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri, Senin (24/5).

Sementara Paryono menjelaskan data PNS tersebut bisa muncul karena sejumlah pegawai itu tidak ikut PUPS pada 2014, sehingga kejelasan status bekerja dan identitasnya tidak terkonfirmasi.

Ia mengungkap pada 2014 terdapat 90 ribuan lebih PNS yang tidak ikut melakukan pendataan ulang. Alasan PNS tersebut tidak mengikuti pendataan ulang bermacam-macam. Ada yang karena kesulitan akses informasi, tugas belajar, sakit, dan alasan lainnya.

“Kita sudah buatkan surat ke seluruh instansi beserta datanya untuk segera diperiksa data-data yang tidak ikut PUPNS tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan sampai hari ini, jumlah data PNS yang masih fiktif pun sudah berangsur berkurang karena banyak pegawai yang mengikuti PUPNS susulan.

TEKS/FOTO : CNN INDONESIA.COM (fey/pmg)





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster