34 Pemudik Positif Covid-19 Terjaring Penyekatan di Sumsel

 42 total views,  1 views today

PALEMBANG | KSOL — Polda Sumatera Selatan mencatat sebanyak 34 pemudik yang terjaring di posko penyekatan selama 6-23 Mei positif terpapar Covid-19 usai menjalani tes swab.

Para pemudik tersebut kini tengah menjalani isolasi mandiri di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang dan beberapa rumah sakit di Sumsel.

“Tujuh orang diperiksa di perbatasan Palembang, dibawa ke Wisma Atlet. Sementara lainnya di perbatasan kabupaten/kota lain, diisolasi di rumah sakit masing-masing daerah,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriado Senin (24/5).

Selama posko penyekatan beroperasi, Supriadi berujar, pihaknya beberapa kali melakukan tes acak terhadap para pengendara yang melintasi perbatasan Kota Palembang. Terutama bagi para pengendara yang tidak mengantongi surat hasil tes antigen.

“Kita intensifkan random tes Covid-19 secara acak di beberapa pos penyekatan arus mudik-balik. Ini untuk menimbulkan rasa kehati-hatian di masyarakat. Supaya mereka pun tidak melanjutkan perjalanan bila tidak sehat,” ujar dia, Senin (24/5).

Selama penyekatan mudik berlangsung, Supriadi berujar, setidaknya terdapat dua ribu kendaraan diputar balik di setiap perbatasan, baik antarprovinsi maupun antarkabupaten/kota di Sumatera Selatan setiap harinya.

Kebijakan perpanjangan masa penyekatan kendaraan yang ingin keluar dan masuk Sumsel mengikuti aturan dari pemerintah pusat yang juga memperpanjang larangan mudik hingga 24 Mei.

Sedangkan di Sumsel perpanjangan dilakukan hingga 31 Mei. Menurutnya, selama masa larangan mudik lebaran ini pihaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti larangan sebelumnya.

“Tetap untuk larangan mudik dokumen kesehatan dan dokumen perjalanan harus disertakan selama masa larangan. Kita akan mengawasi protokol kesehatan dan menjaga agar tidak ada keramaian,” ujar dia.

Sementara itu Penanggung Jawab Rumah Sehat Wisma Atlet JSC Palembang Muhammad Bahori berujar, sejak direaktivasi terdapat 26 orang yang dirawat untuk isolasi akibat Covid-19 di sana.

Sebagian besar dari mereka adalah para pelaku perjalanan yang terjaring di pos penyekatan. Kebanyakan yang dibawa ke rumah sehat ini adalah mereka yang terjaring di pos penyekatan di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Palembang.

“Kapasitas maksimal di sini 180 tempat tidur. Baru 21 yang terisi, lima orang lainnya sudah diperbolehkan pulang. Di sini hanya untuk isolasi mandiri. Jadi kalau pasien bergejala di rawat di rumah sakit. Dan kalau sudah dinyatakan negatif langsung diperbolehkan pulang,” ungkap dia

TEKS/FOTO : CNN INDONESIA.COM (idz/ayp)





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster