Terseret Arus Sungai Komering, Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam

 7,182 total views,  10 views today

Ogan Komering Ilir | KSOL — Kejadian naas menimpa anak perempuan bernama Mita (4 tahun) ketika sedang mandi di pinggir sungai Komering, sembari berenang bersama rekan sebayanya.

Namun keceriaan mereka berakhir saat ia mulai terbawa arus deras hingga tenggelam, dan baru ditemukan 3 jam kemudian dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (2/5/2021) sore.

Anak perempuan dari pasangan Ateng dan Yuli itu tinggal di Desa Serigeni Baru, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Warda bibi korban mengaku, dari keterangan teman-temannya. Korban ini mandi bersamanya sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saat sedang berenang, temannya itu melihat jika Yuli (ibunya korban) juga sedang mandi di lokasi yang sama. Sehingga mereka tidak mengajak korban naik ke atas daratan,”

“Rupanya berselang satu jam kemudian. Ibu korban menanyakan Mita (korban) kepada teman-temannya,” jelasnya.

Keanehan dirasakan karena terdapat perbedaan versi keterangan mengenai ibunya tersebut, yang menyatakan bahwa ibu korban tidak berada di sungai saat itu.

“Cukup berbeda dari keterangan teman-temannya, karena disaat kejadian Yuli (ibu korban) sedang berada di rumah,” kata dia.

Mendengar hal tersebut, warga pun berbondong-bondong datang ke lokasi untuk membantu menyelamatkan Mita dengan peralatan seadanya.

“Berselang satu jam warga pun menghubungi pihak BPBD Kabupaten OKI untuk meminta bantuan pencarian,” jelasnya.

Petugas dari BPBD langsung menurunkan tim untuk mencari korban dengan perahu karet dan menyelam. Alhasil tidak berselang lama petugas menemukan jasad korban yang berada dalam pusaran air Sungai Komering.

“Tepat pukul 14.00 WIB korban ditemukan di tempat ia mandi dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Bencana dan Logistik BPBD OKI, Fahrul membenarkan kejadian adanya bocah tenggelam di Desa Serigeni Baru Kampung 1 Kecamatan Kayuagung.

Dia menerangkan, korban berhasil ditemukan saat petugas melakukan penyelaman karena melihat adanya sendal korban yang timbul ke permukaan.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan dan langsung dibawa ke rumah duka,” ucap Fahrul.

Dikatakan lebih lanjut, memang selama ini banyak anak-anak sering main di pinggir sungai karena keberadaan rumah tidak jauh dari sungai, tetapi tetap dalam pemantauan orang tuanya.

“Sungai itu tidak pernah surut apalagi sekarang air masih pasang tentunya sangat berbahaya sekali,” pungkasnya.

TEKS/FOTO : BERITAMUSI.CO.ID (romi)

loading…




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster