Anggota Dewan Korupsi, karena integritasnya Rendah

 1,732 total views,  106 views today

JAKARTA  |  KSOL  — Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI, menambah tebal daftar pimpinan DPR yang disebut-sebut dalam kasus korupsi. Sebelumnya ada beberapa yang bahkan telah divonis bersalah.

Misalnya Wakil Ketua DPR periode 2010-2014 Taufik Kurniawan yang divonis 6 tahun penjara karena korupsi Dana Alokasi Khusus Kabupaten Kebumen tahun 2016.

23 Operasi tangkap tangan (OTT) KPK

Lalu yang paling kolosal ialah kasus Ketua DPR 2014-2014 Setya Novanto yang melakukan korupsi KTP-elektronik tahun 2017. Belum lagi para anggota dewan. Berdasarkan catatan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), terdapat 23 operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang melibatkan DPR.

Pada 2015 sebanyak 4; 2016 ada 6; 2017 6; dan 2018 4. Peneliti Formappi Lucius Karus menilai penyebab para politikus di DPR terlibat dalam praktik korupsi karena integritas yang rendah. Selain itu, kekuasaan sebagai pimpinan DPR membuat mereka juga punya jangkauan dan pengaruh terhadap KPK sebagai pengontrol, mulai dari pimpinan hingga penyidik.

Mengintervensi penegak hukum

“Jadi lebih pada jual pengaruh sebagai pimpinan yang membuatnya bisa punya kekuasaan untuk memengaruhi atau mengintervensi penegak hukum,” kata Lucius kepada reporter Tirto, Kamis.

KPK Sita Dokumen dari Penggeledahan Rumah Dinas Azis Syamsuddin Menurutnya terlibatnya pimpinan DPR dalam OTT KPK bukan saja menunjukkan rusaknya integritas pribadi maupun citra lembaga, tetapi sekaligus menginjak-injak hukum.

Menurutnya menjual pengaruh apalagi untuk melakukan kejahatan pidana tentu saja merupakan pelanggaran etika jabatan yang serius. “Kewenangan besar parlemen dirusak oleh nafsu untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri,” ucapnya.

Integritas itu penting bagi pejabat

Oleh karena itu Formappi meminta kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera bertindak melakukan penyelidikan atas Azis. Kata Lucius, hukuman bagi tindakan pelanggaran etik ini mestinya adalah pemberhentian sebagai pimpinan.

“Hanya dengan kecepatan dan keterbukaan proses MKD atas Azis, kita berharap ada pelajaran penting bagi DPR dan publik bahwa integritas itu penting bagi pejabat yang memimpin negeri ini,” pungkasnya.

Tirto telah mencoba menghubungi Azis Syamsuddin beberapa waktu lalu, juga untuk kasus ini, tapi belum merespons. Sejauh ini dia juga belum berkomentar di media mana pun.

TEKS : TIRTO.ID





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster