Rektor Universitas IBA : BERLEBIHAN TUDING MUNARMAN TERLIBAT TERORISME

 781 total views,  2 views today

Rektor Universitas IBA Palembang, Dr. Tarech Rasyid, M.Si

PALEMBANG | KSOL — Rektor Universitas IBA Palembang, Dr. Tarech Rasyid, M.Si, sahabat karib Munarman, SH., saat aktif membangun Gerakan Reformasi di Sumatera Selatan pada masa Orde Baru, menilai bahwa tudingan terhadap Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu sangat berlebihan.

“Sungguh aneh, dan berlebihan menuding Munarman terlibat terorisme,” cetus Rektor Universitas IBA yang dikenal juga sebagai mantan wartawan Sriwijaya Post dan Sumatera Ekspress.

Pernyataan Tarech ini terkait dengan penangkapan Poltas Metro Jaya terhadap Munarman, mantan Sekretaris Umum Fron Pembela Islam (FPI), belum lama ini, Selasa (27/4/2021), sebagaiman dilansir detik.com

Menurut Tarech Rasyid, selama mengenal dan berdiskusi dengan Munarman di LBH Palembang, bahkan saat ia memimpin YLBHI, sangat jauh dari pemikiran-pemikiran Islam fudamentalis, terlebih terlibat dalam terorisme.

Munarman memiliki watak temperamental

Namun, Tarech Rasyid mengakui bahwa Munarman memiliki watak yang temperamental, namun rasional dan berani. Keberanian ini ditunjukkan Munarman saat melakukan penelitian tentang kekerasan militer.

Selain itu, keberaniannya semakin menonjol saat ia menerima tugas dari KONTRAS di Aceh yang masih bergolak, dan dikenal dengan sebutan Daerah Operasi Militer (DOM).

“Aku diminta untuk ke Aceh. Sebab, Di YLBHI, KONTRAS, LBH Jakarta dan lainnya, tidak ada satupun orang yang berani mengemban tugas di Aceh, ya, sudah, aku yang ke Aceh,” ujar Tarech Rasyid mengenang ucapan Munarman saat membicarakan keberlangsungan KIPP Sumsel.

Usai Pemilu yang terakhir di masa Orde Baru, Pimpinan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP Sumsel) telah diserahkan Tarech Rasyid kepada Munarman. Namun ditengah-tengah penguatan organisasi KIPP Sumsel, ia mendapat tawaran dari  Munir Said Thalib selaku Ketua Dewan Pengurus KONTRAS untuk bertugas di Aceh. 

Kekosongan pimpinan KIPP Sumsel itu pula yang memaksa kami berdua mendiskusikan orang yang tepat untuk memimpin KIPP Sumsel.

“Saya dan Munarman sepakat menunjuk Anwar Putra Bayu untuk memimpin KIPP Sumsel dan menggantikan posisi Munarman yang akan berangkat ke Aceh,” ujar Tarech Rasyid yang saat itu telah mendapat mandat dari Sri Bintang Pamungkas untuk memimpin Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) Sumsel.

Mengedepankan akal pikiran dan logika

Rektor Universitas IBA yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi di Sumsel ini menilai, Munarman itu orangnya sangat rasional. Dalam arti, ia selalu mengedepankan akal pikiran dan argumen-argumen yang logik dalam diskusi maupun memecahkan masalah.

Menurut Tarech, rasionalitas tersebut tentu saja terlatih saat dia kuliah di Fakultas Hukum UNSRI, juga terbentuk saat ia terlibat aktif sebagai mahasiswa aktivis lingkungan yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (GEMAPALA) WIGWAM Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.  

Membesuk Munarman dan Habib Rizieq Syihab

Tarech Rasyid bersama Chairilsyah, SH, Mantan Direktur LBH Palembang dan Febuar Rahman, SH, Pengacara/Advokad, sempat membesuk Munarman dan Habib Rizieq Syihab di rumah tahanan Polda Metro Jaya berkaitan dengan kasus Monas. “Dalam kesempatan itu, saya terlibat dialog kecil dengan Munarman terkait Ahmadiyah,” kisahnya.

Munarman menjelaskan kepada Tarech Rasyid bahwa Ahmadiyah itu menyimpang dari ajaran agama Islam. Sebab, ia mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Jadi, jelas bahwa Ahmadiyah itu merusak akidah dan tidak rasional.

Dari dialog-dialog dengan Munarman tersebut, Rektor Universitas IBA itu berpendapat bahwa tudingan terhadap mantan Ketua YLBHI itu terlibat teorisme sangat berlebihan, dan tidak masuk akal sehat. Bahkan, mengesankan sebagai upaya pembungkaman terhadap tokoh kritis.   

Sebagaimana diketahui Munarman sangat kritis terhadap kematian enam (6) orang laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Tol KM 50. Sikap kritisnya itu pun terlihat saat menghadapi atau menangani kasus kerumunan Habib Rizieq Syihab.

PKB Minta Polisi Jelaskan Alasan Munarman Ditangkap

Terpisah, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid seprrti dilansir merdeka.com mengatakan, dirinya mendukung pemerintah maupun polisi mencegah serta menindak semua gerakan terorisme.

“Tentu kami mendukung upaya pemerintah atau polisi dalam melakukan pencegahan dan penindakan terhadap semua gerakan terorisme atas nama apapun,” katanya kepada wartawan, Rabu (28/7).

Pimpinan MPR ini yakin polisi sudah memiliki bukti kuat untuk menangkap tim hukum Rizieq Syihab itu. Munarman kini tinggal menunggu status hukumnya.

Melakukan tindakan penangkapan tanpa bukti

“Polisi tidak dapat melakukan tindakan penangkapan tanpa bukti dan keterangan yang cukup. Kami yakin sudah ada bukti permulaan yang cukup dan menunggu status hukum perbuatan yang melanggar hukum,” ucapnya.

Jazilul berharap polisi segera memberikan keterangan resmi terkait status perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan Munarman. Kata dia, semua warga negara harus diperlakukan sama di depan hukum atau equity before the law.

“Pada bulan suci ramadan hendaknya jangan dicoreng dengan aksi yang melanggar hukum. Kita umat Islam wajib jaga ketertiban,” pungkasnya.**

TEKS : TIM KSOL  |  FOTO : NET





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster