Ironi Menunaikan Ibadah Haji Berulang Kali

 482 total views,  1 views today

Hasan Al-Bashri menyebutkan ada amal yang lebih utama dari ribuan rakaat sholat.

Hasan al-Bashri mengutus menyuruh beberapa muridnya untuk memenuhi kebutuhan seseorang. Tsabit al-Banani terkenal sebagai hali ibadah. Orang tersebut datang hendak meminta bantuan Tsabit, karena Tsabit terkenal pula sebagai orang yang punya pangkat dan harta.

Dia ingin agar Tsabit memberikan utangan. Lalu Hasan al-Bashri mengatakan, “Temuilah Tsabit Al Bunani dan pergilah kalian bersamanya.” Lalu, mereka mendatangi Tsabit yang ternyata sedang iktikaf di masjid. Dan, Tsabit minta maaf karena tidak bisa pergi bersama mereka. Mereka pun kembali lagi kepada Hasan dan memberitahukan perihal Tsabit.

Hasan berkata, “Katakanlah kepadanya, ‘Hai U’aimas, hai Uaimasy, apa engkau kira sholatmu adalah ibadah satu-satunya? Demi Allah, kepergianmu untuk membantu saudaramu yang membuthkan lebih baik dari seribu rakaat.” Kemudian, mereka kembali menemui Tsabit dan menyampaikan apa yang dikatakan Hasan Al Bashri. Maka, Tsabit pun meninggalkan iktikafnya dan pergi bersama mereka untuk membantu orang yang membutuhkan.

Banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Bisa dengan menolong dalam bentuk tenaga, memberikan bantuan dalam bentuk materi, memberi pinjaman, memberikan taushiyah keagamaan, meringankan beban penderitaan, membayarkan utang, memberi makan, hingga menyisihkan waktu untuk menunggu tetangga yang sakit.

Adalah ironi jika banyak orang kaya yang lebih senang naik haji berulang kali daripada membantu kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Banyak juga orang kaya yang jor-joran membangun masjid mewah, sedangkan di sekelilingnya masih banyak kaum fakir miskin yang membutuhkan bantuan. Padahal, Allah tidak butuh disembah dengan indahnya masjid ataupun ibadah haji yang berulang-ulang.

sumber : Harian Republika





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster