Peringati Hari Air Sedunia, Bupati OKI dan Kepala BBWSS VIII Pelopori Penanaman 250 Pohon

 62 total views,  1 views today

KAYUAGUNG | KSOL — Hari Air Dunia (HAD) diperingati pada tanggal 22 Maret setiap tahunnya. Di tahun 2021, HAD mengangkat tema internasional “Valuing Water” yang kemudian diadaptasi dalam tema Indonesia bertajuk “Mengelola Air, Menjaga Kehidupan”.

Seperti diketahui, terjadinya kekurangan air pada musim kemarau dan kelebihan air pada musim hujan, bencana terkait hidrometeorologi, serta rendahnya kualitas air akibat pencemaran menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama oleh pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Untuk itu, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar, bersama Ir Birendrajana, M.T, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS VIII) memperingati HAD dengan melakukan penanaman pohon di sekitar Embung Konservasi Kayuagung.

“Melalui kegiatan ini, kita semua dapat bekerja sama untuk memiliki kepedulian dan kesadaran akan pentingnya mengelola air untuk menjaga keberlangsungan hidup umat manusia,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, penanaman pohon merupakan salah satu cara manusia untuk menghargai tiap tetesan air hujan yang jatuh ke bumi. Sebab, air akan tersimpan di dalam tanah yang akan dimanfaatkan untuk air minum, pertanian, listrik, dan lain-lain.

Lebih lanjut, Iskandar menyampaikan penanaman pohon menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Terlebih, lanjutnya, mengingat fungsi akar pohon yang dapat menyimpan air sekaligus dapat mencegah terjadi banjir dan tanah longsor.

Ia pun berharap agar masyarakat di tiap kecamatan maupun desa-desa dapat membudayakan penanaman pohon sejak dini.

“Bisa diawali dengan menanam pohon di pekarangan, satu langkah kecil yang kita lakukan akan berdampak besar, kunci kita harus konsisten melakukannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Ir. Birendrajana MT mengatakan World Water Day atau hari air sedunia merupakan peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan.

Namun, faktanya manusia sering kali tidak menghargai air dan lingkungan, hal tersebut dapat terlihat pada saat timbulnya bencana banjir ketika musim hujan dan kelangkaan air pada musim kemarau serta pencemaran air tanah dan sungai.

“Tentunya hal tersebut dapat mengancam kehidupan manusia, disebabkan perilaku manusia itu sendiri yang hanya mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keseimbangan atau kelestarian lingkungan hidup,” jelasnya didepan puluhan tamu undangan yang datang.

Disampaikannya dengan momentum peringatan hari air sedunia ini hendaknya membangkitkan kesadaran akan pentingnya air dalam kehidupan manusia.

“Maka dari itu kami (BWSS VIII) mengadakan kegiatan penanaman pohon di Embung Konservasi Kayu Agung sebagai salah satu wujud tanggung jawab terhadap konservasi alam dan lingkungan,” ujarnya.

Momentum peringatan serentak ini diharapkan mampu menggalang partisipasi seluruh rakyat Indonesia untuk dan memelihara pohon demi kepentingan anak cucu di masa datang.

Birendrajana juga mengajak masyarakat agar dapat melestarikan budaya menanam ini demi terselenggaranya pembangunan guna tercapainya cita-cita bersama yaitu terwujudnya Indonesia Hijau.

“Saya yakin Gerakan Penanaman Pohon ini akan memberikan hasil nyata bagi kita semua seperti berkurangnya banjir dan tanah longsor saat musim penghujan,”

“Berkurangnya kekeringan berkepanjangan pada musim kemarau, lingkungan kota yang sehat, sejuk, indah, nyaman dan damai, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya,” tambahnya.

TEKS : TIM KS   |   EDITOR : IMRON SUPRIYADI

loading…




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster