Jokowi Pilih Industri Miras untuk Investasi, Muhammadiyah : Jangan Hanya Pikirkan Ekonomi

 239 total views,  2 views today

JAKARTA   |  KSOL — Presiden Jokowi telah menetapkan industri minuman keras masuk dalam Daftar Positif Investasi (DPI) mulai 2 Februari 2021. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Penanaman modal baru hanya dapat dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, yakni Provinsi Bali, Provinsi Nusa Ternggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya serta kearifan lokal.

Nantinya, penanaman modal tersebut juga akan ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti mengatakan kebijakan pemerintah melegalkan investasi industri minuman keras (miras) menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Oleh sebab itu, Abdul Mu’ti menyarankan pemerintah bersikap arif dan bijaksana serta menampung aspirasi masyarakat. 

“Pemerintah sebaiknya bersikap arif dan bijaksana serta mendengar arus aspirasi masyarakat, khususnya umat Islam, yang berkeberatan dengan diterbitkannya Perpres Nomor 10/2021 tentang produksi dan distribusi minuman keras,” ujar guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu kepada Republika.co.id, Senin (1/3). 

“Sebaiknya, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi,  tetapi juga dampak kesehatan, sosial, dan moral bangsa. Selain bertanggung jawab menciptakan kesejahteraan material, Pemerintah juga berkewajiban menjaga dan membina moralitas masyarakat,” kata dia.  

Minuman keras (miras) dikategorikan sebagai bidang usaha dengan persyaratan tertentu melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Dalam lampiran III perpres tersebut, pada poin nomor 31, 32, dan 33 ditetapkan bahwa bidang usaha industri minuman keras mengandung alkohol, alkohol anggur, dan malt terbuka untuk penanaman modal baru di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya serta kearifan setempat.

Dalam aturan tersebut juga diatur bahwa investasi di luar daerah-daerah tersebut diperbolehkan dengan izin kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal melalui usulan gubernur setempat.

Perpres ini juga menuai kontra dari sejumlah tokoh ormas Islam antaralain Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia. 

Berkaitan dengan itu, Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan kalau pihaknya tetap konsisten untuk menolak peredaran minuman keras (miras). Menurutnya, semua agama pun memiliki ayat-ayat yang mengandung pelarangan konsumsi miras.

Munarman mengungkapkan bahwa sejak 2016 silam FPI sudah meminta pemerintah untuk membuat aturan yang melarang peredaran miras di tengah masyarakat. Sikap FPI itu tidak terlepas dari kandungan dalam ayat-ayat Alquran.

“Semua agama menolak miras, ini bukti ayat-ayatnya,” kata Munarman kepada Suara.com, Senin (1/3/2021).

Di dalam Alquran misalnya, disebutkan umat Islam dilarang mengonsumsi miras atau minuman beralkohol. Memproduksi dan menjualnya juga termasuk yang dilarang di dalam Alquran.

Munarman lantas memberikan satu contoh pada Surat Albaqarah ayat 219 yang artinya berbunyi ‘Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’

Kemudian menurut ajaran Agama Kristen, minum-minuman beralkohol pun dilarang. Seperti yang ada di dalam surat dalam alkitab yakni Efesus 5:18 disebutkan  ‘Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu (kata bahasa Yunani untuk ‘hawa nafsu’ berarti ‘hidup yang disia-siakan, tidak bermoral, tidak bersusila, berfoya-foya’.

Sama dengan itu, dalam kitab agama Hindu, Bhagavata Purana (I. 17. 38. – 39) juga berbunyi ‘Minuman keras, minuman keras ini kalau diminum melebihi dari keperluan tubuh dapat menyebabkan mabuk, sehingga dapat merusak syaraf dan pikiranpun menjadi tidak waras sehingga dapat menimbulkan keonaran, perkelahian dan sebagainya, karena itu waspadalah terhadap minuman keras’.**

TEKS : DARI BERBAGAI SUMBER





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster