Karhutla Sering Terjadi di Lahan Tak Produktif, Sumsel Ajukan Konsesi

 2,809 total views,  1 views today

PALEMBANG  | KSOL — Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, menyebut kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Bumi Sriwijaya sering terjadi di lahan tak produktif. 

“Kita akan segera atasi itu. Kita ketahui bahwa karhutla selalu saja di lahan yang tidak produktif,” jelas dia, Kamis (11/2/2021) kemairn.

Deru menilai, perlu pengawasan yang intens dari semua pihak. Mulai dari kepala desa, Lurah hingga Camat, membantu pengawasan dan memberi sosialisasi kepada warga tentang pentingnya menjaga lahan tetap basah agar terhindar dari kebakaran.

1. Pemprov ajukan izin pengelolaan lahan konsesi ke KLHK

Karhutla Sering Terjadi di Lahan Tak Produktif, Sumsel Ajukan KonsesiLokasi kebakaran hutan dan lahan di Musi Banyuasin (IDN Times/Daops Manggala Agni Wilayah Sumatra XV-04 Muba)

Deru menjelaskan, lahan gambut yang digunakan sebagai lahan konsesi berhasil dikelola untuk mencegah karhutla. Dibutuhkan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah didukung regulasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah meminta regulasi khusus kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), agar bisa mengelola 60 persen lahan yang tidak produktif di Sumsel.

“Ada regulasi khusus untuk lahan itu, apakah dibangun kerja sama TNI. Misal untuk produktivitasnya. Atau juga dibuat kerja sama kelompok masyarakat yang ada,” jelas dia.

2. Status Siaga Karhutla akan ditetapkan lebih awal

Lokasi kebakaran hutan dan lahan di Musi Banyuasin (IDN Times/Daops Manggala Agni Wilayah Sumatra XV-04 Muba)

Deru dalam waktu dekat akan membahas penetapan status Siaga Karhutla untuk Sumsel. Menurutnya, perlu upaya lebih awal untuk mencegah karhutla di Bumi Sriwijaya.

“Saya akan mengajak jajaran stakeholder untuk duduk bersama membahas penetapan status siaga darurat lebih awal,” tutup dia.

3. Karhutla di awal tahun 2021 dianggap kelalaian

Karhutla Sering Terjadi di Lahan Tak Produktif, Sumsel Ajukan KonsesiLokasi kebakaran hutan dan lahan di Musi Banyuasin (IDN Times/Daops Manggala Agni Wilayah Sumatra XV-04 Muba)

Karhutla pertama Sumsel di tahun 2021 terjadi di di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba). Karhutla menghanguskan lahan gambut seluas sembilan hektar meski di musim hujan.

Deru menganggap, karhutla itu merupakan bentuk kelalaian. Mengingat api akan sulit muncul saat ketinggian air di lahan gambut masih cukup tinggi.

“Saya yakin itu hanya bentuk kelalaian saja. Sebab kadar air di rawa itu masih tinggi dan hujan di wilayah kita masih terus terjadi,” jelas Deru.

TEKS/FOTO : SUMSEL.IDNEWS.COM





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster