DPRD Sumsel dan Gubernur Sepakati Dua Raperda inisiatif DPRD Sumsel Menjadi Perda

 377 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL — DPRD Provinsi Sumsel dan Gubernur Sumsel menyepakati bersama 2 (dua) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) atas usul inisiatif Dewan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Rapat Paripurna XXV (25).

Rapat lanjutan yang dipimpin Ketua DPRD Sumsel Hj.R.A. Anita Noeringhati, SH, MH, didampingi Wakil Ketua DPRD; Bapak H. Muchendi Mahzareki, SE, dan Ibu Kartika Sandra Desi, SH, dihadiri oleh Gubernur H. Herman Deru, Sekretaris Daerah H. Nasrun Umar, beserta para anggota DPRD dan tamu undangan lain yang hadir langsung maupun Virtual.

Adapun 2 Raperda dimaksud yaitu Raperda tentang dukungan dan fasilitasi penyelenggaraan Pondok Pesantren, yang dibahas Pansus I dan Raperda tentang Arsitektur bangunan gedung berornamen jati diri budaya di Sumatera Selatan, dibahas Pansus II.

Sebelum menandatangani kesepakatan bersama itu, terlebih dahulu Pansus melaporkan hasil pembahasan dan penelitian yang telah dilaksanakan dari 26 Januari sampai 5 Februari 2021.

Dalam laporan Pansus I yang dibacakan Ketua Pansus Antoni Yuzar, SH, MH, disampaikan secara umum diantaranya materi Perda, Fasilitasi dan dukungan disepakati memuat aturan yang diamanahkan atau mengacu pada UU No. 18 tahun 2019, terkait pendanaan.

Dalam Perda tersebut mengenai pendanaan dapat bersumber dari RAPBD Provinsi, RAPBD Kabupaten/Kota maupun sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan Perundang-Undangan, yang dalam kesimpulannya Pansus I dapat menyepakati dan menyetujui Raperda tersebut menjadi Perda.

Sementara laporan Pansus II yang dipimpin H. Toyeb Rakembang dan dibacakan Ike Mayasari, SH, MH itu, disampaikan diantaranya hal-hal penting dan mendasar yang disepakati Pansus II yaitu merumuskan pengaturan yang lebih luas tetang memajukan dan memanfaatkan nilai budaya Sumsel untuk memperteguh identitas dan jati diri masyarakat Sumsel.

Raperda itu dalam upaya mewujudkan dan mendorong peningkatan destinasi dan daya tarik pariwisata di Sumsel, serta memuat penghargaan bagi masyarakat yang memiliki komitmen dalam penggunaan unsur arsitektur bangunan gedung berornamen jati diri budaya di Sumsel.

Dalam kesimpulannya Pansus II menyepakati Raperda dimaksud menjadi Perda.

Setelah pembacaan laporan masing-masing Pansus, dilanjutkan dengan permintaan persetujuan secara lisan oleh Pimpinan Rapat Paripurna kepada peserta Rapat Paripurna dan semua menyetujui Raperda tersebut menjadi Perda, serta dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan keputusan bersama DPRD Provinsi Sumsel dan Gubernur Sumsel tetang persetujuan terhadap dua Raperda inisiatif DPRD tersebut.

Gubernur mengapresiasi Raperda usul inisiatif DPRD tersebut dan berharap dengan Perda tersebut nantinya dapat menjadi payung hukum dalam memberikan bantuan kepada santri serta sarana dan prasarana bagi Pondok Pesantren.

Selain itu juga gubernur menyampai bahwa Raperda
tentang Arsitektur bangunan gedung berornamen jati diri budaya di Sumatera Selatan akan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus dimasa yang akan datang.Foto Humas DPR SumseI.





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster