Gubernur Sumsel Resmikan Puluhan Infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir

 436 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL — Pemerataan pembangunan di Sumatera Selatan (Sumsel) yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Kian nyata hal ini terlihat menyusul telah rampungnya pembangunan infrastruktur  yang telah dilakukan  Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

Rampungnya pembangunan infrastruktur di Sumsel ditandai dengan peresmian dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur di Kabupaten/kota yang diawali dari Kabupaten OKU Timur, OKU dan OKU Selatan belum lama ini. 

Dan yang terbaru Gubernur Herman Deru meresmikan puluhan infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir yang telah selesai dibangun di Tahun Anggaran 2019 dan 2020.

Peresmian infrastuktur di Kabupaten Ogan Ilir ditandai pemukulan tambur, pemecahan kendi dan peninjauan jalan oleh Gubernur, Bupati OI, Ilyas Panji Alam dan unsur Forkopimda setempat.

“Pembangunan infrastruktur ini menjawab keinginan masyarakat. Baik jawaban melalui dari penanganan infrastruktur yang merupakan wewenang Pemprov melalui APBD.  Maupun penanganan infrastruktur karena kurang kemampuan keuangan Kabupatan/kota melalui  Bantuan Gubernur Khusus (Bangubsus),” ujar gubernur saat menyampaikan sambutan ketika  peresmian infrastruktur  yang dipusatkan di  Pasar Meranti, Meranjat Ilir, Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Kamis.

Menurut dia, Kabupaten Ogan Ilir sudah selayaknya berkembang. Terlebih, Kabupaten itu  merupakan daerah penyangga bagi Kota Palembang.

“Pembangunan disini harus diakselerasi. Apalagi disini ada pusat pendidikan besar seperti Universtas Sriwijaya yang jadi perhatian banyak orang. Banyak potensi yang harus dikembangkan di Kabupaten ini,” tambahnya.

Dia mengatakan, pesatnya pembangunan di Kabupaten Ogan Ilir  bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Namun juga menjadi tangung jawab masyarakat. Karena disitu ada hak dan kewajiban.

“Kita semua memiliki peran dalam suksesnya pembangunan. Pemerintah ada hak dan kewajiban. Begitu juga dengan masyarakat.  Kewajiban masyarakat salah satunya ikut menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah yang uangnya juga berasal dari rakyat,” harap gubernur.

Dengan kondisi infrastruktur di Kabupaten OI yang kian baik, gubernur berharap dapat mendongkarak pendapatan ekonomi masyarakat. Karena itu dia meminta agar  masyarakat setempat kreatif dalam berbagai usaha lokal yang patut dikembangkan. Karena tidak semua daerah di Sumsel memiliki potensi sama dengan Ogan Ilir.

“Kerajinan dari Tanjung Batu misalnya harus sipertahankan. Jika perlu kenalkan keluar daerah sebagai salah satu icon Ogan Ilir,”  imbuhnya.

Jika melihat data sebaran dan luas wilayah Ogan Ilir lanjut Herman Deru, pembangunan infrastruktur di daerah itu cukup sulit karena topogarafinya lebih banyak rawa dan gambut. Kondisi ini tidak segampang membangun infrastruktur di daerah lainnya. Karena butuh kajian khusus.

“Utamanya pembangunan jalan perlu penimbunan yang tidak sedikit. Namun karena niat yang kuat pemerintah tidak patah arang melakukan pembangunan di kawasan ini,” terang dia.

Sementara itu, Plt Asisten II Setda Sumsel, Dr Ekowati Retnaningsih dalam laporannya menyebut  ada 22 kegiatan pembangunan yang memakai alokasi dana melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel 2019 dengan total Rp 274.588.914.579,64 serta 40 lebih kegiatan pembangunan melalui APBD Tahun 2020 dengan total 284.360.795.967,68 yang diselesaikan di Bumi Caram Seguguk tersebut.

“Dalam dua Tahun Anggaran yakni 2019 dan 2020, Pemprov Sumsel berhasil menuntaskan pembangunan dan  peningkatan konektivitas antar wilayah  di Kabupaten Ogan Ilir,” tambahnya.Ril





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster