Kematian Dokter di Palembang Usai Vaksin karena Sakit Jantung

 16,426 total views,  294 views today

PALEMBANG | KSOL — Seorang dokter berinisial JF (49) yang meninggal setelah mendapat vaksinasi Covid-19 dipastikan karena serangan jantung. Hal itu diketahui dari pemeriksaan forensik di RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang.

Awalnya jasad JF ditemukan di dalam mobil yang terparkir di sebuah mini market, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (22/1) malam.


BACO JUGO BERITA INI :

Kemenkes: Kematian Dokter di Palembang Bukan karena Vaksinasi


Penemuan jenazah JF bermula dari kecurigaan pegawai mini market karena mobil tersebut terparkir sejak pagi hingga pukul 23.00. Saat pegawai mengecek isi mobil dengan mengintip kaca, JF sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Pegawai mini market melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian yang segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah JF dibawa ke Instalasi Foreksi RS Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang untuk keperluan visum dan mengetahui penyebab kematian.

Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan dokter tersebut sudah meninggal sejak Jumat (22/1) pagi. Hal tersebut diketahui dari otot jenazah yang belum kaku.

Tim forensik pun menemukan bintik pendarahan yang disebabkan kekurangan oksigen di daerah mata, wajah, tangan, dan dada. Temuan itu menyimpulkan dugaan penyebab kematiannya.

“Diduga meninggal karena sakit jantung. Benar berdasarkan laporan yang bersangkutan baru saja divaksin, namun vaksin tidak ada hubungan dengan penyebab kematian. Jika akibat vaksin, pasti reaksinya lebih cepat dan matinya juga lebih cepat karena disuntikkan,” ujar Indra.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, JF menerima suntikan vaksin Sinovac pada Kamis (21/1) atau sehari sebelum ditemukan tewas. Pada 30 menit usai divaksinasi, korban tidak menunjukkan reaksi apa-apa dan dipastikan aman.

“Penyebab kematian dokter JF bukan akibat vaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin,” ujar Yudi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kematian dokter di Palembang, Sumatera Selatan bukan karena disuntik vaksin Covid-19. Dokter tersebut diketahui baru saja menerima vaksin Sinovac sebelum meninggal dunia.

“Laporan awal penyebab kematian dikarenakan kurang O2 (oksigen) ya, bukan terkait gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi),” kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Minggu (24/1).

TEKS/FOTO : CNN Indonesia / (idz/fra)





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster