Perekonomian Sumsel Akan Lebih Baik Dibandingkan Tahun Sebelumnya

 615 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang menggelar Outlook Series ke-9 Jurnalis 2021 dengan tema ‘Optimisme Perbankan dan Pelaku Usaha Perekonomian Sumsel 2021’, Senin (18/1/2021).

Series kali ini mengundang narasumber dari pihak perbankan pengusaha, yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumsel Hari Widodo, Pemimpin BNI Wilayah Palembang Sunarna Eka Nugraha, TBR Head Bank Mandiri Region II Sumatera 2 Octa Riza, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel Sumarjono Saragih.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumsel Hari Widodo mengatakan, perekonomian Sumsel pada 2021 diperkirakan lebih baik dibanding tahun lalu. Hal ini bahkan sudah terlihat pada triwulan ke III tahun 2020. Bank Indonesia Sumatera Selatan melihat ada pergerakan yang mulai meningkat kecuali konsumsi pemerintah.

Jika dilihat dari ekspor luar negeri Sumsel, kata dia, mulai menunjukkan perbaikan di tengah masih terbatasnya permintaan komoditas energi global.

Sedangkan berdasarkan pangsanya investasi di Sumsel didominasi sektor pertambangan untuk Penanaman Penanaman Modal Asing dan dan sektor perkebunan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri.

Meski mengalami perbaikan, dari sisi lapangan usaha yakni pertanian, industri, pertambangan dan perdagangan masih perlu adanya perbaikan.

“Tentunya sinergi semua pihak, baik pemerintah, perbankan, pelaku usaha maupaun tenaga kerja dan pihak lainnya, akan mendorong perekonomian ini lebih baik,” kata Hari, dalam kegiatan Outlook Series AJI Palembang tersebut.
K
Dari sisi pergerakan harga, perekonomian Sumsel mencatatakan inflasi pada Desember 2020 sebesar 0,57% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi disebabkan oleh meningkatnya harga cabai merah, telur ayam ras dan daging ayam ras, serta kenaikan harga tarif angkutan udara.

“Kenaikan ini didorong oleh masuknya HBKN dan libur Nataru. Inflasi Sumsel secara tahunan sebesar 1,55% (yoy) lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 1,6% (yoy),” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel Sumarjono Saragih mengatakan, semua pihak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Tahun 2020 tentunya menjadi tahun yang banyak sekali tantanganya.

Pihaknya berharap semua elemen yang terlibat dalam pemulihan ekonomi harus saling mendukung dan saling memahami satu sama lain. Apindo mengaku pemerintah sudah banyak melakukan upaya pemulihan ekonomi, termasuk bantuan maupun subsidi gaji kepada masyakar yang terdampak.

“Menaikan upah minimum disaat situasi sulit menjadi salah satu tantangan yang cukup berat bagi pelaku usaha, apalagi semua sektor usaha mengalami masa sulit akibat pandemi COVID-19,” katanya.

Pihaknya berharap agar, semua lini bersinergi dan menjadi tanggung jawab bersama. Apindo tentunya sangat konses dalam menjalankan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Pemimpin BNI Wilayah Palembang, Sunarna Eka Nugraha mengatakan, pihaknya sebagai lembaga keuangan milik negara tentunya akan mendukung semua upaya pemulihan perekonomian.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan perluasan permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) seperti KUR Tani, KUR Pariwisata, KUR Perhutanan Sosial termasuk Program Desa Nusantara.

Pada tahun ini BNI memfokuskan ke strategi penyaluran KUR pada pembiayaan berbasis bisnis ekosistem dan klaster dengan mendorong akses digital. Selain itu, memanfaatkan potensi nasabah dan debitur korporasi dalam penyaluran Kredit Value Chain. Melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk pembiayaan kepada mitra berdasarkan transaksi serta menggarap nasabah potensial berbasis big data.

Terhadap UMKM pihaknya akan melakukan pembinaan dan meningkatkan kapabilitas untuk menimbulkan kebutuhan tambahan pembiayaan terutama pada nasabah unggulan.

“Untuk UMKM di daerah kami berupaya menciptakan klaster-klaster unggulan baru di daerah-daerah salah satunya memlalui pembiayaan debitur unggulan lokal,” katanya.

TBR Head Bank Mandiri Region II Oktariza dalam paparannya menyebutkan , PT Bank Mandiri (Persero) Tbk fokus berinovasi untuk mengembangkan layanan digital di tengah pandemi. Hal ini diharapkan dapat memicu perekonomian secara berkelanjutan.

“Tentunya perusahaan emiliki komitmen untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dan konsisten memberikan nilai tambah. Di tengah pandemi salah satu yang diupayakan yakni trasaksi digital khususnya digital payment” katanya.

Pihaknya juga fokus untuk mengantisipasi masa depan dimana salah satunya adalah mengembangkan solusi perbankan digital seiring dengan perubahan perilaku konsumen yang cenderung beralih ke channel digital.

“Tentunya kami berupaya beradaptasi dengan terus berinovasi dan berkembang, lebih fokus pada kebutuhan konsumen melalui pengembangan, termasuk juga fokus pada digital banking yang dapat memenuhi kebutuhan finansial nasabah,” katanya. *

Tentang Outlook Series

Outlook Series Jurnalis 2021 diselenggarakan AJI Palembang 12 tema yang dibahas sebagai persiapan para pekerja media, baik jurnalis profesional, pers mahasiswa, bahkan jurnalis warga.

Tema-tema tersebut yakni Tantangan Bisnis Media, Sumber Daya Alam dan Energi, Profesionalisme Jurnalis, Ekologi dan Lingkungan, Politik Nasional dan Lokal, Hak Asasi Manusia, Hukum dan Perlindungan Jurnalis, Ekonomi-Bisnis, Sosial-Budaya, Tantangan Pendidikan, serta Tantangan Teknologi Media.

Diskusi ini melibatkan jurnalis dan jurnalis mahasiswa serta masyarakat umum. Harapannya tema-tema dalam diskusi atau seri ini bisa dijadikan landasan para jurnalis untuk membuat berita atau karya jurnalistik yang apik.

Acara ini didukung oleh Lingkah Hijau (LH), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, Hutan Kita Institute (HaKI), BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank SumselBabel, dan Aksara Brew Coffe and Space.

Pada akhir kegiatan, AJI Palembang pun membuka kesempatan fellowship bagi para penanggap yang mengikuti rangkaian kegiatan. Calon penerima fellowship harus mengangkat tema-tema yang dibahas pada rangkaian outlook tersebut. Ril





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster