Polisi Sebut 6.000 Sel Teroris Jamaah Islamiyah Masih Aktif

 280 total views,  2 views today

JAKARTA | KSOL – Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono mengaku sampai dengan detik ini sebanyak 6.000 sel anggota kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang masih aktif. Fakta itu didapat dari pemeriksaan terhadap 23 tersangka teroris jaringan JI yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror.

Turki Puji AS karena Hapus Sudan dari Negara Terorisme
Beri Logistik untuk Teroris, Biduan Lebanon Divonis Penjara
Sebaran Kotak Amal untuk Dana Teroris Juga Diusut di Malang

“Dari penjelasan beberapa tersangka, sekitar 6000 jaringan JI masih aktif, ini menjadi perhatian kita,” ujar Argo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (18/12).

Argo menambahkan, untuk pendanaan organisasi JI mereka melakukan berbagai cara guna menggalang dana. Bahkan ironisnya mereka memanfaatkan sumbangan kotak amal yang ditempatkan di sejumlah minimarket. Namun, mereka juga tetap menggalang pundi-pundi dana dari anggota kelompok mereka sendiri.

“Jadi seperti itu pendanaannya, dari kotak amal, dari menyisihkan pendapatannya, juga dari Yayasan One Care,”

Kemudian terkait kotak amal milik teroris, kata Argo, tidak ada ciri khusus dari kotak amal yang telah disebar. Namun, Argo juga mengungkap beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk mewaspadai keberadaan kotak amal dana teroris. Tetapi biasanya mereka kerap mengatasnamakan yayasan tertentu, seperti One Care agar tidak dicurigai oleh masyarakat.

“Penempatan kotak amal mayoritas di warung-warung makan konvensional karena tidak perlu izin khusus dan hanya meminta izin dari pemilik warung yang biasanya bekerja di warung tersebut,” ungkap Argo.

REPUBLIKA.CO.ID





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster