Masa Pandemi, Aksi Peduli Medco E&P Tiada Henti

 210 total views,  1 views today

Penulis : Taufik Usman, Jurnalis kabarsumatera.com

Virtual Banner Webinar Medco E&P Indonesia 2020

Kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar menjadi bagian tanggungjawab yang tak bisa ditampik keberadaanya. Oleh sebab itu, menyeimbangkan keuntungan finansial dalam konteks perusahaan dan maksimalisasi pemberdayaan masyarakat menjadi keniscayaan. Demikian juga bagi PT Medco E&P Indonesia, yang juga memiliki empati terhadap masyarakat sekitar, termasuk ketika masa Pendemi mendera warga dunia dan Sumatera Selatan khususnya. Lantas bagaimana dan apa saja aksi peduli PT Medco E&P Indonesia kepada masyarakat ketika Pandemi menerpa bumi Sriwijaya? Berikut laporan kabarsumatera.com;

Masa Pandemi Covid-19 telah menjadi takdir Tuhan yang tak bisa dihindarkan kehadiranya. Sebagimana kita tak bisa menolak hujan ketika sudah turun.

Hal yang bisa dilakukan adalah; kompromi dengan takdir, dengan cara menyikapi Pandemi dengan cara pandang positif dan optimis. Hal inilah yang sampai saat ini dilakukan PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) di Sumsel, ketika harus berhadapan dengan Pandemi. Dipastikan semua itu tak bisa dihindarkan.

Namun demikian, sebagai perusahaan yang tetap komitmen pada 4 tata nilai, yaitu; profesional, etis, terbuka dan inovatif, Medco E&P walau dihempas Covid-19 pihaknya tak pernah surut dalam melakukan kepedulian kepada masyarakat sekitar perusahaan.

Bahkan Robby Wijaya, Community Relations Officer PT Medco E&P Indonesia menegaskan, di tengah masa Pandemi ini Medco E&P tetap tidak mengendurkan sikap pedulinya terhadap pekerja dan masyarakat yang terdampak Pandemi.

“Komitmen perusahaan dalam hal ini, tetap tidak mengendur. Bahkan memperkuat komitmen kami. Sebab masyarakat pada masa Pendemi inilah benar-benar dalam kondisi yang perlu perhatian. Jadi kami punya prinsip kegiatan jalan, kerja tetap aman,” tegas Robby pada Webinar dan Kompetisi Karya Jurnalistik bertema “Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Saat Pandemi” yang digelar pada Senin (14/12/2020) .

Robby mengakui, pada masa Pandemi ada beberapa perubahan sistem dalam melakukan interaksi antar pekerja dan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar memastikan semua pekerja sehat dalam menjalankan aktifitasnya, terutama ketika pekerja harus berhadapan dengan masyarakat.

“Dalam menjalankan pekerjaan tetap sama, kami tetap bekerja. Namun ada sedikit perubahan dalam tingkah laku. Di lapangan kami pastikan dulu semua pekerja sehat sebelum berangkat dan bertemu dengan masyarakat. Pada protokol tertentu, kami juga menjalani 3 M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Nah hal ini juga yang menjadi materi kami untuk kami sampaikan ke masyarakat sekitar. Jadi ini kita sosialisasikan dan kami jadikan budaya baru bagi masyarakat ketika berinteraksi dengan sesama masyarakat lain ataupun dengan pekerja di perusahaan,” ujarnya.

Robby Wijaya, Community Relations Officer PT Medco E&P Indonesia

Edukasi dan Alat Medis

Robby menambahkan, selain membantu alat medis kepada masyarakat, hal lain yang dilakukan Medco E&P di masa Pandemi, diantaranya melakukan edukasi kesehatan, baik kepada petugas medis di desa di lingkugan perusahaan.

“Di masa Pandemi ini kami langsung bergerak cepat. Kita fokuskan edukasi kepada petugas medis, membantu kebutuhan alat medis ke masyarakat untuk mencegah penyebaran covid di desa-desa,” tambahnya.

Kelompok Rentan dan Menyisihkan Pendapatan

Bukan hanya itu saja, sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus Corona-19 di masyakarat, Medco E&P juga berfokus kepada masyarakat yang disebut Robby sebagai kelompok rentan. Pada kelompok ini, Medco E&P juga membantu alat medis dan sejumlah paket bantuan lain yang mereka butuhkan.

Infografis : Capture : Webinar Medco E&P

Paling tidak, Menurut Robby, kepada kelompok rentan yang diduga juga sangat terdesak dengan masa Pandemi, Medco E&P membantu 1820 paket makanan pokok (Staple Food Packages), 4200 Masker Medis (Medical Mask), 6550 masker dari kain (Fabric Mask) dan 10.900 sarung tangan medis (hand gloves), 475 liter hand sanitizer dan 45 unit fasilitas cuci tangan.

Diantara kelompok rentan ini, suku anak dalam juga menjadi sasaran bantuan yang dilakukan Medco E&P. Perusahaan ini juga membagikan sembako dan makanan pokok untuk mereka. “Kelompok rentan juga kami bantu adalah suku anak dalam yang ada di dekat stasiun kami, termasuk membantu makanan pokok kepada mereka,” tegasnya.

Kiat peduli dan empatik pada kelompok rentan ini,menurut Robby bukan hanya dilakukan Medco E&P secara institusional, namun secara personal juga dilakukan. Sebab para pekerja Medco E&P juga menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu kelompok rentan ini.

“Kondisi masa Pandemi ini bukan hanya perusahaan yang terkena imbas. Tetapi sampai ke pekerja-pekerja Medco juga. Makanya, para pekerja Medco juga bersama-sama membantu mereka menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu kelompok rentan ini,” tambahnya.

Tantangan di Masa Pandemi

Robby mengakui, di tengah Pandemi ini Medco E&P bersama masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama upaya pemenuhan kebutuhan alat medis yang diperuntukkan pencegahan penyebaran Corona-19. Robby menyebutkan, diantara tantangan itu sulitnya mendapatkan barang-barang atau alat medis.

Infografis : Capture : Webinar Medco E&P

“Tantangan pada saat itu kesulitan mendapatkan barang-barang ini. Ada istilah ada harga tapi barangnya nggak ada. Ini yang kemudian kami bantu, kami coba carikan koneksi sehingga bisa tetap membantu masyarakat yang mau mencegah penyebaran covid di desa-desa,” tegasnya.

Edukasi lain yang dilakukan Medco E&P untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran Virus Covid-19 di tengah masyakat sekitar perusahaan, selain alat medis, Medco E&P juga melakukan sosialisasi. Salah satunya melalui pemasangan poster dan baliho. “Diharapkan melalui kiat ini masyarakat bisa lebih memahami bahaya Covid-19, sekaligus bisa mencegah penyebarannya,” jelasnya.

Ekonomi & Ketahanan Pangan

Empatik dan kepedulian Medco E&P terhadap masyarakat di masa Pendemi bukan hanya dalam bidang kesehatan saja. Namun, perusahaan yang merupakan anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi ) ini, juga memiliki perhatian pada bidang ekonomi dan ketahanan pangan.

Sebagai perusahaan swasta nasional yang berkomitmen sejak tahun 1980 untuk menyediakan energi bagi masyarakat, meski berfokus pada operasi Migas, namun menurut Robby kegiatan perusahaan tidak akan lepas dari keberadaan masyarakat, termasuk di dalamnya membantu dalam bidang ekonomi dan ketahanan pangan, apalagi di masa Pandemi.

Pemberdayaan 15 Penjahit

Foto : Capture Makalah Webinar

Di masa Pandemi, kontribusi perusahaan yang mengoperasikan 13 wilayah kerja dari Aceh hingga Sulawesi ini juga membantu masyakarat menggerakkan ekonomi.

Paling tidak, Robby menyebutkan pada masa Pandemi Medco E&P memberdayakan 15 penjahit atau pun kelompok menjahit. Efek positif dari pemberdayaan kelompok ini, para penjahit sudah bisa membantu pengadaan masker yang dibagikan kepada masyakarat untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Di masa Pandemi ini kami sudah memberdayakan lima belas penjahit dan kelompok penjahit, dan mereka sudah berkontribusi sebanyak 4093 pic master kain yang dijahit dan kita berikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujar Robby sembarfi menambahkan untuk meningkatkan ketanahan pangan, Medco E&P juga membantu masyarakat di bidang pertanian, perikanan, sayuran, serta obat-obatan herbal.

Bibit Padi dan Kolam Ikan

Dalam bidang pertanian, Medco E&P membantu bibit padi. Hal ini disampaikan ke masyarakat, untuk membantu dan memaksimalkan bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam. Demikian juga dalam bidang perikanan, Medco E&P membantu pengadaan bibit ikan dan pembuatan kolam-nya.

“Bagi mereka yang mau bercocok tanam kami membantu bibit padi. Sementara bagi untuk ketahanan pangan lainnya, kita bantu juga bibit ikan, termasuk membuat kolam ikannya,” tambah Robby.

Infrastruktur di Masa Pendemi

Beiring dengan itu, Medco E&P juga tetap memperhatikan infrastruktur. Sebab menurut Robby, akses jalan tetap saja menjadi bagian penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, apalagi bila dalam kondisi tertentu terjadi hal-hal darurat. Melalui pembangunan infrastruktur ini, bisa menjadi bagian support untuk membantu masyarakat sekitar perusahaan untuk membawa dan menjual hasil kebun mereka.

“Selama masa pandemi, infrastruktur juga tetap kami perhatikan Karena ini akses yang sangat diperlukan jika terjadi hal-hal darurat. Sebab ekonomi juga harus digerakkan. Masyarakat ini mempunyai hasil kebun yang harus di-support sehingga mereka bisa menjual hasil kebun mereka yang akan mengerakkan ekonomi masyakarat,” ujarnya.

Infrastruktur lain yang juga tetap dibangun di masa Pendemi, diantaranya jalan cor, jembatan di Musi Rawas, Lahat dan di Kabupaten PALI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Medco E&P kepada masyarakat, terutama ketika masa panen tiba.

Kegiatan Sosial, Kepanikan dan Masa Transisi

Setelah masa-masa kepanikan awal Pendemi berlalu, kini masyarakat sudah mulai terbiasa dan masuk ke tahap transisi. Diantara masyakarat kemudian melakukan beberapa kegiatan normal sebagaimana biasa. Meski Medco memberi support, namun perusahan juga memberi edukasi tentang bahaya covid-19, sehingga masyarakat tetap waspada.

Sebagai bentuk support yang beriring dengan edukasi, Medco E&P mengajak masyarakat melakukan kegiatan sosial, diantaranya pembersihan jalan, kegiatan olahraga, membersihkan masjid dengan menyemprotkan disinfektan yang dikerjasamakan dengan TNI. “Itu semua kami lakukan sebagai bentuk sinergi kami disana dengan masyakaraty setempat,” tambahnya.

Melalui sejumlah kegiatan itu, menurut Robby, kehadiran perusahaan Migas seperti Medco E&P menjadi bagian harapan masyarakat di sekitarnya, yang akan terus peduli dan tak akan berhenti, walau masa Pandemi berakhir.

“Itulah kenapa kami berinvestasi dalam peningkatan mata pencaharian masyarakat dan lingkungan untuk jangka panjang demi memastikan bahwa kami secara aktif mendukung dan berkontribusi pada pembangunan positif masyarakat,” tegasnya.

Medsos : Ancaman dan tantangan

Ade Alawi, Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia (Foto : Capture : Webinar Medco E&P)

Pada kesempatan yang sama, Ade Alawi, Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia mengatakan maraknya media sosial (medsos) saat ini menjadi persoalan besar. Keberadaan medsos menurut Ade saat ini sangat luar biasa dan merambah ke mana-mana. Menurutnya, kondisi ini tidak bisa ditolak kehadirannya. Oleh sebab itu medsos yang sudah membombardir media mainstream bukan tidak harus menjadi ancaman tapi sebaliknya harus dipahami sebagai peluang.

“Tinggal bagaimana kita harus menjadikan menjadi tantangan. Pada realitas ini, tertama di masa Pandemi para pekerja media tinggal menyiasati tentang bagaimana kita bisa melewati tantangan dengan baik, hingga masa pendemi ini berakhir” tegas Ade ketika menyampaikan makalah berjudul “Eksistensi Media Konvensional Dalam Dinamika Media Sosial”

Menghadapi kondisi ini, menurut Ade para pelaku media harus melakukan berbagai inovasi, baik sisi tampilan, konten, strategi bisnis, promosi yang wajib dikembangkan. “Jadi harus ada inovasi secara konten, juga kita perbaiki strategi bisnis, strategi promosi juga harus kita kembangkan,” tegas Ade.

Menyitir pernyataan Prof Dr Renald Kasali, kali itu Ade mengemukakan, saat ini kita sedang masuk di era disrupsi, yaitu gangguan yang mengakibatkan industri tidak berjalan seperti biasanya karena bermunculannya kompetitor baru yang jauh lebih efisien dan efektif, serta penemuan teknologi baru yang mengubah peta bisnis.

Ade membahasan era disrupsi sebagai suatu kondisi di mana sudah establishnya tatanan lama kemudian terbongkar. “Inilah saya kira kita menghadapi situasi yang seperti ini dan yang lebih mencemaskan lagi saya kira mungkin kelahiran dari new media yang berbasis digital,” ujar Ade.

Sifat new media ini menurut Ade lebih interactive, juga memiliki tool virtual network security yang luar biasa, sehingga dengan kehadiran new media semua informasi sangat mudah menyebar, sangat efisien dikonsumsi masyarakat.

“Nah inilah yang menurut saya akan terus berjalan dan berkembang. Belum lagi juga hantaman dari media konvensional yang setiap orang bebas menikmati informasi, bebas memproduksinya dengan berbagai bentuk. Saya kira kondisi juga perlu kita hadapi,” tegasnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, pada realitas media seperti saat ini media konvensional juga dihadapkan pada akses media sosial yang menurut Ade banyak menaikkan “penumpang gelap” yang menabur informasi hoax. Kondisi ini sangat mengerikan, belum lagi ujaran kebencian, yang kemudian mencerabut nilai-nilai.

“Hal seperti ini bisa berkembang di masyarakat sekaligus akan beriring dengan gelombang hoaks yang menandai era Post-Truth. Dalam kamus Oxford, makna post-truth adalah dikaburkannya publik dari fakta-fakta yang objektif. Selain hoaks, ujaran kebencian juga menyebar sehingga bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menyikapi kondisi ini, menurut Ade media konvensional dan maisnteam di media online harus tetap menjaga marwahnya, sehingga publik tetap mendapat informasi yang baik dengan tetap bersandar pada nilai-nilai kebenaran, dan menghindarkan informasi hoaxs, terutama ketika di masa Pandemi.

Indonesia di urutan 27

Adiyanto Agus Handoyo, Kepala Perwakilan SKKM Migas Sumbagsel

Beriring dengan itu, dalam makalahnya berjudul “Efek Berganda Hulu Migas” Adiyanto Agus Handoyo, Kepala Perwakilan SKKM Migas Sumbagsel mengatakan, dari statistik tahun 2019, Indonesia ternyata hanya memiliki 0,2% dari cadangan terbukti di dunia.

“Secara global dari cadangan terbukti dunia, untuk minyak Indonesia berada di urutan ke-27 dari negara lain yang kaya dengan minyak, misalnya Venezuela dan Arab Saudi. “Sementara untuk gas, saat ini Indonesia berada di urutan 13 dunia dan memilki 1,4 % dari cadangan terbukti gas di dunia,” tegasnya.

Tabel : Capture Webinar Medco E&P

Adiyanto berharap, dengan potensi yang ada di Indonesia, melalui kegiatan eksplorasi dan eskploitasi yang akan terus dilakukan, diharapkan di masa mendatang cadangan minyak dan gas di Indonesia akan lebih baik.

Suasana Webinar Medco E&P (Foto Capture : Webinar)

Pada acara yang diikuti 250 wartawan se-Sumsel itu Medco E&P menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan.

Gelaran ini dirangkai dengan kompetisi karya jurnalistik, yang mengusung 5 topik bahasan; pertama; Migas dunia dan Indonesia, kedua; kebutuhan dan ketersediaan migas Indonesia, ketiga; strategi hulu migas : eksplorasi masif dan transformasi tata kelola, keempat; kontrak kerja sama migas indonesia dan efek berganda migas, kelima; bantuan covid –19 dan keenam; dokumentasi kegiatan PPM Sumatera Bagian Selatan.

Hadir secara virtual pada acara ini, Asisten II Kabupaten PALI Husman Gumanti, Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Adiyanto Agus Wardoyo merangkap pembicara, VP Relations & Security Medco E&P, Drajat Panjawi dan Ketua PWI Sumatera Selatan Fidaus Komar.**






Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster