Bentak Guru Pembuat Soal “Anies Diejek Mega”, Ketua DPRD DKI: Apa yang di Otak Bapak?

 217 total views,  1 views today

JAKARTA  |  KSOL — Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi membentak-bentak guru SMP 250 Cipete bernama Sukirno yang membuat soal “Anies selalu diejek Mega” dalam soal ujian sekolah. Pras meminta penjelasan sambil membentak-bentak mengapa dua nama tokoh politik tersebut bisa muncul dalam soal ujian.

“Kenapa Bapak punya insting Pak Gubernur Anies dan Bu Mega. Apa yang di otak Bapak apa sih, buat soal seperti itu? Bapak kan seorang guru. Apa di otak, di benak Bapak?” kata Pras di ruang Sidang Komisi E DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Politikus PDI-P tersebut terlihat beberapa kali membentak Sukirno untuk meminta penjelasan mengapa soal tersebut bisa muncul. Sukirno sempat menjelaskan sedikit tahapan bagaimana soal tersebut muncul dimulai saat perintah membuat soal ujian dari Kepala Sekolah.

“Bapak Kepsek menugaskan saya untuk membuat soal untuk anak kelas 7 dengan kisi-kisi berdasarkan kurikulum yang kami miliki di sekolah,” kata Sukirno. Namun penjelasan tersebut dipotong Pras dan kembali menanyakan kenapa muncul nama Mega dan Anies dalam soal tersebut.

“Kenapa Bapak punya pemikiran? Sekali lagi sebagai pembanding Pak Anies dan Bu Mega?” kata Pras.

Sukirno kemudian membantah dia sengaja memunculkan nama Anies dan Mega dalam soal tersebut. “Demi Allah Pak saya tidak punya niat apa-apa, saya ketika membuat soal ada nama Anies,” kata Sukirno. “Kenapa enggak Udin sama Otong?” tanya Pras.

“Spontanitas saja, Pak,” jawab Sukirno. Pras kemudian meminta agar Sukirno memberikan contoh yang baik karena dirinya berprofesi sebagai seorang guru.

“Seorang guru lho Bapak, kalau memberikan contoh ya contoh yang baik. Ini Presiden kelima, Pak! Jangan begitu!” kata Pras. Adapun kasus guru yang membawa unsur politik elektoral terjadi pada 12 Desember 2020 yang membuat soal ujian sekolah menggunakan nama tokoh politik.

Dalam soal tersebut dua nama tokoh politik seperti Anies dan Mega digambarkan sebagai sosok yang berlawanan. Soal tersebut dinilai mendiskreditkan nama Mega dan membuat citra nama Anies naik. “Anies selalu diejek Mega karena memakai sepatu yang sangat kusam,” tulis soal ujian sekolah tersebut.**

TEKS/FOTO : KOMPAS.COM





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster