Pantaskah Kita Cemburu pada Langit?- Puisi Imron Supriyadi

 244 total views,  4 views today

CEMBURUKU PADA LANGIT – PUISI IMRON SUPRIYADI

Langit Kau bentangkan

jauh sebelum kami ada

Bumi Kau hamparkan

jauh sebelum kami berdoa

Angin, air, panas dan hujan Kau curahkan

jauh sebelum kami berkata

pepohonan

bebatuan

dan semua nyawa

Kau hembuskan

Jauh sebelum kami berpinta

Mungkin,

Jauh sebelum kami bernapas

Jauh sebelum kami bermunajat

Langit, bumi, angin, air

Bebatuan dan pepohonan

sudah lebih dulu

bertengadah pada-Mu

Tapi, keterbatasan kami

Kedholiman kami

atau bahkan kekafiran kami

membuat mata kami

lisan kami

pendengaran kami

denyut nadi kami

bahkan nurani kami

hati kami tak mampu

menembus bahasa

langit,

bumi, angin, air

bebatuan dan pepohonan

tentang bagaimana mereka

pasrah dan berserah

Hingga kini

Kami, kau, aku dan kita

Masih menyimpan cemburu

Pada langit

Pada bumi

Pada angin

Pada air

Pada bebatuan dan pepohonan

yang tetap berayun

berdawai dan berdendang

dengan tahlil

dengan tahmid

dengan tasbih

dan menunduk pada-Mu

tanpa pilu

tanpa lesu

tanpa gagu

sepanjang  waktu

terus bertalu

meski bumi kian berdebu

dan bernafsu

Palembang, 13 Desember 2020

Biodata Penulis

Imron Supriyadi, adalah….LANJUTKAN… atau KLIK FOTO dibawah ini

foto Utama lafadz allah di langit : javanewsonline.com





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster