Donasi untuk Enam Laskar FPI Terkumpul Rp 1,7 Miliar

 230 total views,  4 views today

JAKARTA | KSOL — Insiden penembakan pada enam laskar khusus Front Pembela Islam (FPI) membuat pencetus penggalangan dana, Irvan Gani, mengumpulkan donasi bagi para keluarga korban. Dia mulai mencetuskan ide tersebut dalam akun Twitter-nya, @ghanieierfan, pada Senin (7/12). Hingga kini, dana yang terkumpul sudah menyentuh angka Rp 1,7 miliar dari sekitar 42 ribu donatur.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi sekali kepada para donatur karena dalam waktu 60 jam dana terkumlul sudah hampir lebih dari Rp 1 miliar,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Jumat (11/12).

Para donatur, kata dia, tidak mayoritas berasal dari kelas menengah. Bahkan, ada yang berasal dari luar negeri, seperti Australia. Menurutnya, negara harus terlibat dan peduli kepada para korban. Bukan persoalan antara pihak FPI dan polisi, melainkan tentang kemanusiaan.

“Kerasan itu tidak menyelesaikan masalah. korban ini salahnya apa? Bagaimana perasaan keluarga yang ditinggalkan?” ujar dia.

Pengumpulan dana ini mendapat respons yang sangat baik dari warganet. Terlebih, Irvan bukan sekali menggalangkan dana. Sebelumnya, dia sudah menggalang dana untuk beberapa bencana sehingga para warganet percaya.

Untuk proses pembagian dana, Irvan menyebut, sudah dilaksanakan pembagian tahap pertama sejak Kamis (10/12). Aksinya berlanjut pada Jumat (11/12). Dana yang dibagikan sebesar Rp 1,2 miliar dibagikan rata kepada para keluarga korban. Untuk dana lebihnya, dia akan membagikannya pada tahap berikutnya.

Ayah dari salah seorang korban, Faiz Ahmad Syukur, sekaligus Ketua Dewan Pimpinan FPI Jakarta Selatan Syuhada mengucapkan terima kasih kepada para donatur karena telah peduli dengan Faiz.

“Terima kasih, banyak yang peduli. Ini menunjukkan masih ada orang yang baik dan bisa membedakam antara yang benar dan salah,” kata Syuhada saat ditemui Republika.

Dia menyebut, Allah akan membalas kebaikan dan kepedulian para donatur dengan balasan yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat. Syuhada berahap, insiden ini seharusnya mendapat hukum yang setimpal.

“Harus ditegakkan hukum sesuai hukum yang berlaku. Ini supaya keadilan bisa dirasakan oleh seluruh bangsa. Keadilan bukan untuk polisi atau presiden, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar dia.

TEKS/FOTO : REPUBLIKA.CO.ID





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster