Putusan Hakim Memihak Pengusaha? Laporkan! (Kolom PKY Edisi Desember 2020)

 98 total views,  2 views today

Sampaikan informasi/konsultasi/pertanyaan/tanggapan/saran/kritik anda seputar persidangan dan etika/perilaku hakim di dalam maupun luar dinas Kepada Penghubung Komisi Yudisial Republik Indonesia  Wilayah Sumatera Selatan melalui email: penghubungky@gmail.com atau pkysumsel@komisiyudisial.go.id. Respon akan dimuat setiap 3 pekan.  

Pertanyaan Masyarakat:

  • KY kami telah mengirimkan permintaan pemantauan sidang aanmaning di pengadilan. Mohon agar dapat ditindaklanjuti.

Pengirim : Abi S di Prabumulih. Email : abi.s@gmail.com

Respon:

Terima kasih atas informasinya dan akan kami tindaklanjuti jika telah kami terima.

Pertanyaan Masyarakat:

  • Dalam putusan perkara perdata yang diputus hakim 1 minggu yang lalu, kami sebagai pihak penggugat sangat dirugikan karena terlihat sekali putusan itu memihak kepada pengusaha perkebunan. Mohon informasi cara melaporkan hakim tidak adil seperti itu.

Pengirim : Japriansyah di Gelumbang. Email : Japri@gmail.com        

Respon: 

Dugaan pelanggaran kode etik hakim dalam memeriksa perkara dapat dilaporkan ke KY dengan melampirkan bukti pendukung seperti rekaman, foto, video, dan atau saksi yang melihat akan lebih baik lagi. Selain itu kami harapkan untuk menyiapkan dan membawa foto copy KTP atau kartu identitas lainnya. Namun perlu kami sampaikan bahwa Komisi Yudisial tidak dapat mengubah putusan hakim. Namun jika dalam putusan terdapat banyak kejanggalan, maka dapat dilaporkan ke Komisi Yudisial. Selengkapnya silahkan langsung datang ke kantor milik kita bersama.

Pertanyaan Masyarakat:

  • Saya merupakan saksi korban perkara pidana yang mana terdakwa perkara tersebut adalah tetangga saya sendiri. Saya sering diintimidasi oleh terdakwa yang berstatus tahanan kota, dengan mengatakan bahwa dia tidak akan pernah dipenjarakan hakim, karena hakim yang memeriksa perkaranya satu daerah dengan dia, dan pengacaranya terkenal hebat dalam menangani perkara. Mohon KY turun tangan memantau perkara ini.

Pengirim : Ratna J Nasution di Prabumulih. Email : Ratna@yahoo.com

Respon:

Mengajukan permintaan pemantauan ke KY sederhana saja. Silahkan menyampaikan surat permohonan pemantauan dengan menyebutkan identitas lengkap, alamat email, nomor hp, lalu nomor perkara, jadwal persidangan terdekat, agenda persidangan, identitas majelis hakim dan panitera pengganti, identitas para pihak yang berperkara, kronologis singkat perkara, dan uraian mengenai alasan pentingnya dilakukan pemantauan oleh KYRI. Kami harapkan untuk segera datang ke kantor PKY Sumsel.

Pertanyaan Masyarakat:

  • Beberapa hari yang lalu saya dihubungi kantor KYRI Jakarta yang meminta kelengkapan data pendukung berupa rekaman/video pertemuan hakim dengan para pihak di sebuah restoran dan kemudian main golf bersama. Jujur saya ragu memberikan karena saya takut berdampak tidak baik bagi saya dan keluarga. Mohon petunjuk.

Pengirim : Anonim di Sumsel. penegakkadilan@yahoo.co.id

Respon:

Komisi Yudisial menjamin kerahasiaan dan kemananan identitas pelapor/informan/saksi yang menyampaikan laporan/informasi/data tentang dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Komisi Yudisial juga bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sehingga apapun yang disampaikan ke Komisi Yudisial akan dilindungi. Kami tunggu kehadirannya di kantor KYRI Penghubung Wilayah Sumsel.

Pertanyaan Masyarakat:

  • KY mohon informasinya jika menerima surat dari KY agar menyampaikan bukti pendukung namun diabaikan apakah masih akan diproses.

Pengirim : Sariyami di Banyuasin. Email : sariami33@gmail.com

Respon:

Pasal 14 ayat (5) Peraturan KYRI Tentang Penanganan Laporan Masyarakat Nomor 2 tahun 2015 menyatakan “dalam hal pelapor tidak memenuhi permintaan Komisi Yudisial dalam jangka waktu 30 hari, Komisi Yudisial menyatakan laporan tidak dapat diterima”.

Pertanyaan Masyarakat:

  • KY mohon ada kegiatan sosialisasi ke desa-desa di daerah perairan Banyuasin karena banyak belum paham KY dan masyarakat disana awam hukum.

Pengirim : Ilyas Haikal di Sungsang. Email : Ilyas@gmail.com

Respon:

Terima kasih atas masukannya karena memang daerah perairan belum pernah KY Penghubung Sumsel sambangi. Kami catat masukannya dan mudah-mudahan jika pandemic covid 19 mereda akan dirancang diseminasi hukum dan peradilan di sana.**

KLIK : ARSIP KOLOM PK LAINNYA





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster