JK : Masjid Jangan Dijadikan Seruan Jihad

 198 total views,  2 views today

JAKARTA | KSOL — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla JK secara tegas menolak seruan jihad yang dilakukan sekelompok orang di masjid melalui adzan. JK menegaskan menambahkan seruan berjihad melalui adzan adalah kekeliruan yang harus diluruskan.

“Adzan hayya alal jihad itu keliru, harus diluruskan. DMI menyatakan secara resmi menolak hal-hal seperti itu. Masjid jangan dijadikan tempat untuk kegiatan yang menganjurkan pertentangan,” ujar JK dalam siaran pers saat rapat webinar dengan seluruh pengurus DMI se-Indonesia, juga pemuda-remaja masjid, Selasa (1/12) dari Kantor DMI di Jakarta.

JK menilai pengertian jihad jangan dijadikan seruan untuk membunuh, mengebom, atau saling mematikan. Sebab, jika jihad mengajak membunuh, seperti kejadian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merupakan pelanggaran yang luar biasa yang harus dihukum oleh negara.

JK menilai jihad tidak bermakna negatif. “Karena menuntut ilmu atau berdakwa juga bisa diartikan berjihad. Sehingga kalau mau berjihad, dapat dilakukan dalam menuntut ilmu atau berdakwah,” kata JK.

Pernyataan JK itu untuk merespons beredar video yang merekam sekelompok orang di masjid melafadskan adzan dengan tambahan kata jihad. Video menimbulkan keresahan karena masjid jadi tempat ajakan berjihad.

Hadir mendampingi mantan wakil presiden ke-10 dan ke-12, antara lain Wakil Ketua Umum DMI, yang juga mantan wakapolri, H Syafruddin, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Masdar Masudi, Wakil Sekjen MUI, KH Manan Abdul Ghani, Sekjen DMI, Imam Addaruquthni, dan Ketua Umum BKPRMI Said Al Idrus.

Sementara itu, KH Manan Ghani yang turut mendampingi JK mengatakan, jihad bermakna melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu dia menganjurkan ajakan jihad untuk kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang.

TEKS/FOTO :REPUBLIKA.CO.ID





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster