Dimana Ada Alquran, Di Situ Ada Keberkahan

 771 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL —
“Kalau Alquran sudah tertanam di dalam dada, Insyaallah dunia itu akan mengikutinya. Subhanallah,” cetus Ustadz Usman Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Nurul Hikmah disela-sela acara Maulid Nabi dan Wisudawan dan Wisudawati penghafal Alquran 1 hingga 10 juz di Jalan Kapten Robani Kadir Komplek Taman Beringin Patra Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Rambutan, Plaju Palembang.

Dari Pantauan KABAR SUMATERA, terlihat barisan hafidz dan hafidzoh memadati panggung pagelaran peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Tahidz 1 10 Juz PPTQ NURUL HIKMAH. Acara yang digelar Ahad 29 November 2020 ini memilih tema ‘Membentuk Generasi Khuluqul Qur’an’.

Para orangtua siswa pun sangat antusias menyambut kegiatan tersebut. Selain memberikan dampak positif bagi anak, kegiatan ini sekaligus memberikan pembelajaran bagi orang tua siswa untuk mengajarkan Alquran kepada anak-anaknya. Apalagi sang pengajar bernama Ustad Usman yang tak asing lagi bagi santri dan santriwati merupakan figur bagi mereka dalam memotivasi hafalan Alquran juz demi jus. Tidak hanya santri tapi orang tua santri dan masyarakat sangat menghormati sosok sederhana yang lahir di Tangerang 6 Agustus 1988 ini.

Ketikat memberikan pengarahan mewakili dari pihak pesantren untuk para santri yang diwisuda, Ustad Usman Al Hafiz menyampaikan, bahwa Alquran merupakan sarana pendidikan yang lengkap dan sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian, perkembangan peradaban manusia.

“Semoga kita semua selalu menjadi generasi yang dekat dengan Alquran. Kalau Alquran sudah tertanam di dalam dada, Insyaallah dunia itu akan mengikutinya. Subhanallah,” ucap ayah tiga anak itu.

Adapun tujuan utama diselenggarakan acara wisuda Tahfidz ini, lanjut Usman, yaitu menumbuhkan semangat menghafal Alquran dan untuk memberikan penghargaan serta apresiasi kepada para siswa yang telah mencapai target hafalan. Bahkan bisa teruji. Dan menjadi berkah bagi mereka dan orang lain.

“Ketika mereka menghafal dan menjaga hafalannya, Insyaallah dapat memberikan keberkahan bagi semua alan di dunia ini. Karena di mana ada Alquran, maka di situ ada keberkahannya,” Usman menyebutkan.

Sementara itu, Azzahra Nurzahfira Rahma Utama yang akrab di sapa Zahra lahir di Palembang 3 Maret 2004 adalah wisuda hafalan terbanyak dengan 10 Jus. Ia berkeyakinan mempertahankan gelar penghafal Alquran itu jauh lebih sulit dari meraihnya.

“10 Jus itu bukan suatu perjuangan yang sangat mudah untuk mendapatkannya, tapi juga sulit mempertahankannya. Apalgi memurajaahnya. Menghafalnya mudah, tapi mempertahannkan hafalan itu yang susah,” Zahra berkata.

Lanjut Zahra, dia termotivasi untuk menjadi hafizoh terinspirasi oleh Hafidz Quran Indonesia.

“Anak kecil aja sudah bisa hafal 30 Jus. Masa sih, kita yang sudah besar ini enggak bisa. Aku juga Ingin membanggakan orangtua bahkan ingin memberikan mahkota dan membangun rumah surga untuk mereka,” suara Zahra merendah.

Senada dengan Zahra. Muhammad Akbar Ramadhan yang lahir di Palembang 20 Oktober 2007 adalah salah satu wisuda hafalan Quran 5 juz juga ingin membanggakan kedua orangtuanya.
“Meski anak bungsu, saya ingin sekali membanggakan orangtua dan ingin seperti kakak-kakak saya yang sudah hafal 30 juz,” ujar Akbar bersemangat.

Bukan hanya Zahra atau Akbar yang sedang berbahagia. Namun, Zyhaira Daphney Prameswari yang lahir di Palembang 9 Maret 2013 wisuda penghafal 1 Juz merasakan hal yang sama. Kelak, si Zyhaira bercita-cita ingin menjadi seorang dokter hafizoh.

“Saya ingin memberikan mahkota ke Papa dan Mama. Dan, soal cita-cita sih aku mau jadi dokter hafizoh…He…He…,” tutur siswi MIN 2 Palembang Jakabaring ini sambil tertawa kecil.

Teks :Ahmad Maulana





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster