Sensasi VCO Jati ala Suparjo

 385 total views,  2 views today

Suparjo memetik berkah di tengah wabah. Kejeliannya membaca peluang, membuatnya meraup untung. Pelanggan produk Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni miliknya ini terus berdatangan. Bermula dari kesulitan warga mendapatkan vitamin C, minyak kelapa murni menjadi pilihan.

“Alhamdulillah permintaan minyak VCO lumayan meningkat,” tutur Suparjo, si pemilik usaha VCO, pekan ke-3 November 2020,” katanya kepada Tim Kabar Sumatera belum lama ini.

Cerita Suparjo, VCO merupakan ekstraksi minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar. Ekstrak VCO ini diambil dari pemisahan antara minyak dan santan kelapa. Proses pembuatannya melalui tahapan fermentasi. Selanjutnya churning atau proses pemisahan secara sentrifugal antara santan dan lapisan minyak. Lalu pendinginan dan pemberian aksi enzim untuk memisahkan antara minyak dengan air santan yang lembab.

Bagaimana prospek bisnis VCO? Dengan lugas Suparjo menyebutkan, ternyata cukup bagus. “Alasannya, masyarakat telah mengetahui khasiat dari produk ini. Apalagi di tengah ancaman pandemi COVID-19. Suplemen kekebalan tubuh tentu sangat dibutuhkan,” lanjut Suparjo yang coba berdagang produk VCO Jati di pasar tradisional Macanlindungan.

Menurutnya, produk VCO mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Dengan berbagai manfaat. Meski belum ada penelitian lebih lanjut, VCO diklaim dapat mengobati diabetes, menekan pertumbuhan bakteri dan virus, meningkatkan kekebalan tubuh, membakar lemak berlebih. Serta dapat berfungsi sebagai antioksidan dan menurunkan kolesterol.

Suami dari Soejati ini berkata, ia mulai mengetahui khasiat ektraksi minyak kelapa murni, sejak lima tahun belakangan. Di samping memproduksi santan kelapa, Suparjo juga turut memproduksi produk VCO Jati secara rutin untuk diperjualbelikan.

Namun begitu, pemasaran VCO Jati masih jadi persoalan. Belum lagi kendala lainnya, seperti mahalnya harga bahan baku dan jumlah penghasilan yang sedikit. Berkat ketekunannya, perlahan-lahan bisnis ini mulai berjalan baik.

“Alhamdulillah, pelanggan kita sudah sampai ke berbagai daerah,” cetusnya.

Kini, produk VCO Suparjo ini dijual dengan harga Rp 22 ribu per 150 ml dalam kemasan botol. Suparjo bahkan menjual produknya secara online melalui laman Facebook Instagram dan Whats App. Dia juga tergabung sebagai mitra Minishop.id, saat ini ia dapat menjual VCO antara 40 sampai 60 botol setiap bulannya.

“Peluang usaha VCO ini masih besar dengan dukungan pemasaran modern, produk ini punya masa depan cerah,” katanya.





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster