Dokter Profesional Berbasis Teknologi, KKI Lahirkan Praktik Kedokteran Telemedisin

 312 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL — Aula Hotel Aryaduta Palembang tampak dipenuhi puluhan tamu undangan. Kali itu, mereka hadir untuk mengikuti pertemuan konsolidasi yang diselenggarakan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Acara yang bertemakan “Meningkatkan dan Menjaga Profesionalisme Dokter dan Dokter Gigi dalam Melaksanakan Praktik Kedokteran dengan Berbasis Teknologi Terbaru”, ini dibuka langsung Kementerian Kesehatan RI yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan drg Oscar Primadi, MPH sekaligus keynote speach dan pemukulan gendang, Jumat.

Di depan peserta KKI, drg Oscar Primadi menekankan betapa pentingnya dukungan, inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam profesionalisme dokter dan dokter gigi. Itu semua ditujukan tercapainya pembangunan kesehatan yang berkesinambungan serta meningkatkan status kesehatan masyarakat.

“Kita perlu antisipasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Hanya saja, di negara kita masih terbentur oleh masalah akses, koneksi data, maupun ketersediaan daya listrik demi mengoptimalkam perangkat teknologi,” Oscar berpesan.

Lanjut Oscar, upaya lain dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bisa melalui pengawalan profesionalisme tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter gigi. Bersebab itu, KKI memiliki peranan dan fungsi strategis dalam rangka mendukung visi dan misi Presiden mengawal mutu profesi kedokteran di Indonesia.

“Hal penting yang diperlukan menjaga profesionalisme dokter dan dokter gigi adalah data registrasi yang valid. Kita paham, data mengenai dokter dan dokter gigi di Indonesia saat ini masih terfragmentasi di beberapa kementerian, lembaga, dan organisasi. Sehingga dibutuhkan upaya integrasi data yang lebih valid, menyeluruh, dan mudah terakses,” Oscar menyebutkan.

Tujuan dari Gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKI antara lain meningkatkan, menjaga profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran dengan berbasis teknologi terbaru.

“Ini dilakukan demi mendapatkan gambaran pelaksanan interoperabilitas data Surat tanda Registrasi (STR) dan Surat izin Praktik (SIP), serta kesepahaman dan komitmen para pemangku kepentingan dalam membangun interoperabilitas data STR dan SIP,” sambung Oscar seraya mengajak terus berupaya memperkuat komitmen guna meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia.

Serupa dengan Oscar, drg Andriani Sp Ort FICD mewakili KKI sepakat salah satu kekuatan dalam mengawal sekaligus menjaga mutu praktik kedokteran di Indonesia yang berdaya saing global, sangat diperlukan adanya STR dan SIP bagi dokter dan dokter gigi.

“Data STR dan SIP ini mempermudah pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan bagi institusi yang terkait. Sehingga dapat berdampak peningkatan mutu layanan praktik kedokteran,” sebut Andriani.

Tak hanya sampai di situ, Andriani juga menambahkan, KKI memiliki kewenangan untuk melakukan registrasi dokter dan dokter gigi. Sedangkan kewenangan memberikan Izin Praktik Dokter dan Dokter Gigi diberikan kepada Dinas Kesehatan kabupaten dan kota yang penerbitan SIP-nya dilaksanakan melalui Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PM-PTSP). STR yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia menjadi dasar bagi pemberian izin praktik kedokteran.

“Besar harapan saya, KKI ini dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga ketahanan nasional dari aspek kesehatah khususnya kedokteran dan kedokteran gigi di era global,” ucapnya.

Andriani berujar, KKI bersama Kementerian Kesehatan menyusun peraturan pelayanan medis jarak jauh semasa pandemi, yang antara lain mewajibkan dokter teregistrasi dan punya ruang kerja sesuai standar medis. Sehingga, dokter dan dokter gigi harus menggunakan alat pelindung diri dan bekerja di ruang yang steril.

Di akhir sambutannya, Andriani tak lupa menitipkan pesan untuk seluruh peserta pertemuan konsolidasi KKI 2020.

“Jelas, harapan saya kedepannya, agar kita lebih tertib lagi dan lebih bisa mengayomi masyarakat. Tunjukkan bahwa praktik dokter dan dokter gigi itu lebih terayomi dan aman saat menunaikan tugas-tugasnya kemanusiaan,” tutup wanita berjilbab itu.

Dari Pantauan KABAR SUMATERA, saat acara pertemuan konsolidasi KKI ini berlangsung selama tiga hari sedari Jumat 27 November 2020 hingga Ahad 29 November 2020. Saat pembukaan acara nampak perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Konsil Kedokteran Indonesia, MKDKI, kadis Kesehatan Provinsi Sumsel, Direktur RSUP M. Hoesin palembang, RS Bayangkara Palembang, RS AK Gani Palembang, RSUD Bari, RSUD Siti Fatimah Sumsel, dan seluruh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se- Sumatera Selatan.

TEKS/FOTO : RINALDI/MAULANA





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster