Kesaktian (Guru) Pendidik Masa Kini

 206 total views,  2 views today

Kemampuan yang harus ditingkatkan adalah mendengarkan dan memahami kebutuhan murid. Masih ditemui banyak pekerjaan rumah bagi profesi mulia ini di Indonesia, salah satunya adalah persoalan kompetensi dan kesejahteraan. Benarkah, guru pendidik era masa kini tak lagi sakti?

Rabu 25 November 2020, seluruh guru memperingati Hari Guru Nasional (HGN) demi mengingat dan menghargai jasa para pendidik. Sejarah HGN sepertinya tidak pernah lepas dari Keputusan Presiden (Keppres).

Tugas guru masa depan tidak hanya terfokus pada kompetensi pengajaran. Sehingga, skill yang harus mereka tingkatkan di tengah lubernya informasi adalah kemampuan mendengarkan serta memahami kebutuhan setiap muridnya di kelas.

“Seharusnya, guru harus dilatih memunculkan empatinya. Sehingga tugasnya bukan hanya mengajar, melainkan bersama-sama muridnya belajar memecahkan setiap persoalan yang dijumpai baik dari tingkatan termudah hingga kompleks,” demikian kata Anwar Beck, pelaku dunia pendidikan.

Kemampuan mendengarkan dan memahami akan membantu guru memiliki kemampuan sosial untuk membangun semacam koalisi dengan muridnya menghadapi setiap persoalan hingga tantangan masa depan.

“Jelas sekali, mereka tidak hanya belajar tekstual di buku, namun juga kontekstual. Sehingga ruang kelas akan hidup, penuh inspirasi serta antusiasme belajar murid maupun guru semakin tinggi,” tutur lelaki yang akrab disapa Yai Beck itu.

Tak hanya ini sambungnya, kemampuan mendengarkan dan memahami akan menciptakan lingkungan atau ekosistem belajar yang saling mendukung, berbagi sekaligus membangun optimisme dan harapan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan akademis, karakter positif, hingga kegigihan siswa untuk mencapai cita-cita jangka panjangnya.

TEKS/FOTO : RINALDI/NET





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster