Pilkada Saat Pandemi, KPU Optimistis Partisipasi 77,5 Persen

 176 total views,  2 views today

JAKARTA | KSOL — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya tidak menurunkan target partisipasi pemilih Pilkada Serentak 2020 meski digelar dalam kondisi pandemi Covid-19.
Arief menyebut pihaknya masih menargetkan 77,5 persen dari total pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember mendatang.

“Secara rasional 270 daerah, saya tentu masih optimistis capaian 77,5 persen akan bisa dicapai,” kata Arief dalam diskusi daring, Jumat (20/11).

Arief mengaku makin yakin setelah menggelar rapat koordinasi dengan para pejabat KPU daerah. Sebagian KPU daerah bahkan memasang target partisipasi pemilih di atas target nasional.

Untuk mencapai target tinggi itu, Arief menuturkan pihaknya telah melakukan banyak hal. KPU menerapkan sejumlah protokol kesehatan di TPS dengan modal dari APBN senilai Rp5,23 triliun.

KPU mewajibkan setiap TPS dilengkapi pemeriksaan suhu tubuh, tempat cuci tangan di pintu masuk dan keluar TPS, sarung tangan plastik untuk pemilih, tinta tetes, bilik khusus pemilih di atas 37,3 derajat celsius, dan APD untuk petugas.

“Dengan beberapa hal baru ini, kami memohon, meminta, menyerukan kepada seluruh masyarakat tidak perlu khawatir datang ke TPS menggunakan hak pilihnya,” tutur Arief.

Sebelumnya, sejumlah pihak meragukan pelaksanaan pilkada di tengah pandemi. Banyak ahli khawatir partisipasi pemilih akan berkurang karena warga takut datang ke TPS karena pandemi.

Peneliti LIPI Wasisto Raharjo melihat ada kecenderungan peningkatan golput dalam pemilu-pemilu yang digelar saat pandemi. Dari 28 negara yang telah menggelar pemilu di pandemi ini, hanya 3 negara yang partisipasi pemilihnya meningkat di atas 1 persen.

“Kroasia -10 persen, Singapura -5 persen Iran -15 persen. Kalau membaca angka global tersebut, potensi golput (di Pilkada Serentak 2020) dimungkinkan,” kata Wasisto dalam siaran CNN Indonesia Tv, Sabtu (26/9).

Hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 akan dihelat pada 9 Desember. Pilkada ini akan menyerentakkan 270 pemilihan yang terdiri dari 9 pilgub, 224 pilbup, dan 37 pilwalkot.

Sebanyak 100.359.152 orang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Serentak 2020. Jumlah itu tersebar di 309 kabupaten/kota di 32 provinsi.

TEKS/FOTO : CNN INDONESIA.CO.ID/NET





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster