Kakanwil Kemenag Sumsel : Semua Kejadian Atas Kehendak Allah

 131 total views,  1 views today

MUARA ENIM | KSOL – Kakanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan Dr. H. Mukhlisuddin SH, MA mengatakan, semua kejadian yang terjadi atas kehendak Allah sehingga semuanya harus bersyukur dan mengevaluasi diri.

Semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah. Siapa yang menyangka kalau kita sekarang ini tutup mulut semua (pakai masker-red). Bertemu susah, bersalaman susah, pertemuan pun menjadi tidak mesra. Ini adalah ujian Allah, kata Kakanwil saat Tausiyah di HUT Ke-74 Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/11).

Oleh karena itu mari berdoa agar Covid-19 segera berlalu, tutur Mukhlisuddin.

Menurutnya, even-even seperti ini adalah untuk kebaikan diri sendiri. “Kita hadir di sini mengharapkan ridho Allah untuk menyejukkan diri kita. Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Kakanwil mengakui, Kabupaten Muara Enim mengalami banyak kemajuan. Hal ini berkat peran serta masyarakat dan pemimpin. Karenanya, mendoakan pemimpin adalah hal baik dan berpahala.

“Mari kita bersyukur atas prestasi yang telah dicapai. Kalau kita bersyukur Allah akan menambah nikmat-Nya, bila kita ingkar sesungguhnya azab Allah amat pedih. Mari kita menebar kebaikan. Apa yang kita lakukan dan ucapkan hendaknya hal-hal yang menyejukkan saja. Mari banyak bersyukur, jangan mudah mengeluh,” jelas dia.

Dia menambahkan, cara bersyukur antara lain dengan mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Juga dengan memperbaiki keikhlasan dalam beramal. Maksud dan tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk menyembah Allah.

Sementara itu, PLT. Bupati Muara Enim H. Juarsah SH dalam sambutannya menjelaskan, peringatan HUT Kabupaten Muara Enim biasanya digelar dengan gembira ria, mendatangkan artis, mendengkan lagu-lagu dan lain sebagainya.

Namun tahun ini digelar berupa Tabligh Akbar sebagai ajang merenung dan berdoa agar Muara Enim semakin maju, agamis, dan sejahtera. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, yakni pakai masker, menjaga jarak aman, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, serta menyediakan scanner pengukur suhu,” tutur Juarsah.

Di usianya yang ke-74, lanjut Juarsah, banyak prestasi yang telah dicapai Kabupaten Muara Enim. Salah satunya mendapatkan penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak tujuh kali. Juga ada penghargaan-penghargaan lain.

Namun dia mengakui, tentu masih ada kekurangan dan kelemahan dalam pembangunan di Kabupaten Muara Enim.

“Marilah kita merenung sejenak, melihat, dan mengevaluasi peran kita semua dalam pembangunan di Muara Enim. Renungan ini menjadi tolok ukur kita agar memahami kekurangan diri sehingga mampu mengantisipasi tantangan di masa depan. Hari jadi ini harus dimaknai sebagai peningkatan prestasi kerja, bukan perayaan semata. Peringatan ini menjadi momentum untuk peningkatan kinerja sehingga mampu mewujudkan Muara Enim yang merakyat, agamis, berdaya saing, mandiri, sehat, dan sejahtera,” tambah dia.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Evi Zurfiana SE, M.Pd.I, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Muara Enim H. Abdul Haris Putra S.Ag, M.Pd.I, Forkompinda, serta para pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim dan pejabat di lingkungan Kemenag Kabupaten.

TEKS/FOTO : HUMAS KEMENAG SUMSEL





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster