MA Batalkan SK KPU Ogan Ilir, Gugatan Ilyas-Endang Menang

 503 total views,  2 views today

JAKARTA | KSOL – Perjuangan Tim sukses Pasangan Calon Ilyas Pandji Alam-Endang PU Ishak, berakhir dengan kemenangan. Mahkamah Agung (MA) melalui amar putusannya akhirnya mengabulkan permohonan Pemohon (Ilyas Panji Alam-Endang) terhadap Termohon atau terdakwa Komisi Pemilihan Umum Ogan Ilir.

Dalam putusan MA bernomor register 1 P/PAP/2020 itu, bertindak sebagai hakim adalah Dr Yosran SH, M.Hum, Is Sudaryono SH MH, dan Dr H Yulius SH MH dengan panitera Heni Hendrarta SH MH. Dengan amar putusannya ‘Kabul Permohonan Pemohon’ tertanggal 27 Oktober 2020. Sementara termohon/terdakwa adalah KPU Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Ogan ilir, secara resmi membatalkan pencalonan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir petahana, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak, Senin (12/10) malam. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan  Nomor : 263/HK.0.1-KPT/1610/KPU-KAP/X2020 tentang pembatalan peletakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir nomor urut 2, yakni Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak yang ditandatangani Ketua KPUD OI, Massuryati tertanggal 12 Oktober 2020. 

Putusan MA ini, sekaligus mengembalikan pasangan Ilyas-Endang dapat kembali mencalon diri sebagai bakal calon Bupati (Cabub) dan Calon Wakil Bupati (Cawabub) Ogan Ilir (periode 2021-2025).

SK KPU Ogan IIir Dipaksakan

Sebelum keluarnya putusan MA, Chrisman Damanik, Pengamat Hukum menilai, Putusan KPU Daerah (KPUD) Ogan Ilir yang mendiskualifikasi paslon Bupati-Wakil Bupati Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak perlu dipertanyakan. Menurutnya, keputusan itu tidak tepat dan terkesan dipaksakan. Ini keputusan (KPUD Ogan Olir) yang ngawur dan tidak tepat. 

“KPUD Ogan Olir terkesan memaksakan putusan diskualifikasi karena pelanggaran yang dituduhkan kepada Ilyas sudah diklarifikasi secara gamblang dan komprehensif. seharusnya sudah tidak ada yang menjadi persoalan terkait dugaan tersebut,” ujarnya.

Chrisman menilai, SK KPU Ogan ilir tetang pendiskualifikasian Paslon Ilyas-Endang menciderai rasa keadilan dan iklim demokrasi masyarakat Ogan Ilir. Sebab menurutnya, dalam hajatan dan pesta demokrasi di Ogan Ilir hanya ada dua pasangan calon, termasuk Paslon nomor urut 02 Ilyas-Endang.

“Nah kalau didiskualifikasi maka hanya akan ada satu pasang calon. Ini tentu bukan hal yang baik bagi demokrasi kita yang saat ini membutuhkan kepala daerah yang mampu menyelesaikan persoalan pandemi dan ekonomi,” katanya.

Kambing Hitam

Kaitannya dengan hal ini, sebagiaman dilansir sumeks.co, Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Sriwiaya, Dr Febrian MS menilai  dalam kasus ini, MA akan bersandar pada Keputusan KPU yang membatalkan majunya pasangan Ilyas Panji Alam – Endang PU Ishak pada 12 Oktober lalu.

“Sebelum keluar putusan, MA akan mengkaji kasus dari semua aspek. Utamanya legalitas, bukti dan nilai-nilai keadilan,” jelasnya.

Sehingga kalaupun memang benar sudah keluar putusan yang membuat Ilyas Panji Alam kembali bertarung di Pilkada, itu sudah memenuhi semua unsur. Dikatakan Febrian, putusan ini tentu menjawab keinginan pemohon. Hanya saja, akan menjadi berita yang tidak menggembirakan bagi pasangan lawan, yakni Panca – Ardani.

Lantas, apa yang kemudian harus dilakukan KPU Kabupaten Ogan Ilir selaku penyelenggara adalah untuk menjalankan amanat putusan.  “Putusan ini harus pula disampaikan ke semua pihak yang terlibat dalam proses Pilkada ini. Bawaslu misalnya, dan pemangku kepentingan lain,”kata Febrian.

Putusan MA ini, menurut Febrian–sekali lagi jika benar, maka menurutnya tidak serta merta menjadikan KPU Kabupaten Ogan Ilir sebagai kambing hitam. ‘Kesalahan’ yang dialamatkan kepada KPU Kabupaten Ogan Ilir tidak akan membuat penyelenggaraan Pilkada di Ogan Ilir diambil alih oleh KPU Sumsel. “Putusan ini sifatnya mengkoreksi keyakinan KPU terhadap substansi pelanggaran. Tidak ada masalah (untuk diambil alih KPU Sumsel),”jelasnya.**

TEKS : eSPRO





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster