Setelah Menggantung Anaknya, Tersangka Mengirim Video ke Isterinya Melalui Messenger

 17,930 total views,  255 views today

Polisi akan Periksa Kejiwaan Tersangka yang Gantung Anaknya di Palembang

PALEMBANG  |  KSOL –  Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji menuturkan, Video HE (24) yang direkam tersangka, dikirim ke istrinya melalui medsos Facebook. Tersangka menggunakan video tersebut, agar istrinya segera pulang ke rumah.

“Video itu dikirim melalui messenger Facebook dan sempat disebarluaskan istri tersangka. Namun videonya sudah kami take down,” ucapnya.

Hal itu dinyatakan Kapolrestabes Palembang, terkait dengan Video HE (24), warga Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) yang menggantung anak kandungnya dan sempat viral di media sosial. Wal hasil, tersangka terseret ke ranah hukum.

Warga Sukarami Palembang tersebut sudah diamankan oleh tim Polrestabes Palembang dan sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Kejiwaan tersangka akan diperiksa

Menindaklanjuti kasus ini, Kapolrestabes Palembang menuturkan, kejiwaan tersangka HE akan diperiksa, apakah memang ada gangguan jiwa atau melakukan penganiayaan ke anaknya dengan kesadaran penuh.

“Pemeriksaan kejiwaan merupakan rangkaian dari penyidikan ke tersangka. Kami sedang mengumpulkan fakta-fakta penyidikan tersangka,” ucapnya, Jumat (2/10/2020).

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Selain menindak tegas tersangka, tim Polrestabes Palembang juga berusaha untuk memulihkan psikologis korban. Yang mana korban baru berusia 3 tahun dan anak pertama tersangka.

“Ini tanggung jawab kita melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Korban anak-anak, masa depannya masih panjang dan perlu dipulihkan mentalnya,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 44 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2004 dan Pasal 76c Junto Pasal 80 Undang Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Kapolrestabes Palembang menuturkan, mereka sedang memeriksa FA (21), istri korban yang pertama kali mendapatkan video penganiayaan tersebut dari tersangka.

Pemeriksaan ke istri tersangka, lanjut Anom, untuk menjelaskan dugaan KDRT yang dialaminya. Namun semua akan terpapar jelas, termasuk kondisi kejiwaan tersangka, setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan intensif.

Menggertak Isterinya

Seperti diberitakan sebelumnya, HE (24), warga Sukarami Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), merekam penganiayaannya terhadap anaknya sendiri.  Alasannya untuk menunjukkan kemarahannya ke istrinya.

HE bahkan tega merekam dan menyebarkan detik-detik, saat dia menganiaya anak kandungnya sendiri. Dalam video tersebut, HE tega menggantung leher anaknya menggunakan selembar kain.

Saat diinterogasi, HE merekam penganiayaan tersebut untuk menggertak istrinya, yang tak kunjung pulang ke rumah.

“Kami bertengkar, jadi istri saya pergi dan tak pulang-pulang ke rumah. Jadi saya lampiaskan kemarahan ke AK, anak saya yang berusia 3 tahun,” katanya di Mapolrestabes Palembang, Kamis (1/10/2020).

Menggantung anaknya menggunakan kain

Tersangka nekat menggantung leher anaknya menggunakan kain, yang diikat di atap rumah. Momen-momen penyiksaan tersebut, sengaja direkam oleh HE.

Saat melakukan aksinya, HE menggunakan tangan kanan untuk menopang anaknya yang sedang digantung. Sedangkan tangan kirinya menggenggam ponsel, untuk merekam kondisi anaknya yang tergantung.

Video penganiayaan tersebut, langsung disebarkan tersangka ke medsos. Dia pun tak menyangka, video tersebut viral dan membuat dia harus meringkuk di dalam sel tahanan.

“Saya tidak bersungguh-sungguh menggantung anak saya. Hanya ingin menggertak istri agar cepat pulang,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji, tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang langsung bergerak menangkap tersangka, setelah mengantongi identitas HE.

Tim Polrestabes Palembang juga turut mengamankan barang bukti, berupa sehelai kain panjang yang digunakan tersangka untuk menggantung anaknya.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 44 Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004. Serta Pasal 76c Junto Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

“Tersangka terbukti menganiaya anak kandungnya sendiri. Kita akan tindak sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

TEKS : TIM | ILUSTRASI : NET





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster