Pabrik Pintar Lexington Schneider Electric Ditetapkan Jadi Proyek Percontohan Revolusi Industri 4.0

 17 total views,  1 views today

  • Lexington adalah pabrik pintar ketiga yang ditetapkan sebagai Proyek Percontohan (Advanced Lighthouse) dan menjadi End-to-End Lighthouse pertama yang semakin mengukuhkan kepemimpinan Schneider Electric dalam transformasi digital
  • Pabrik pintar Lexington menerapkan strategi digital dalam pengelolaan energi yang memanfaatkan konektivitas IIoT, analisis tepi, dan analisis prediktif untuk mendorong efisiensi energi dan mencapai tujuan berkelanjutan
  • Schneider Electric melalui Program Pabrik Pintar telah mentransformasi sebelas pabriknya di seluruh dunia, sebagai percontohan transformasi digital di sektor industri

JAKARTA | KSOL – Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengumumkan ditetapkannya Pabrik Pintarnya di Lexington, Kentucky sebagai Proyek Percontohan Revolusi Industri 4.0 (Advanced Lighthouse) oleh World Economic Forum (WEF).

Pabrik Lexington menjadi pabrik Schneider Electric ketiga yang menerima penghargaan ini, atas keberhasilannya dalam mengadopsi teknologi industri 4.0 dalam skala besar dan telah menunjukkan hasilnya hingga saat ini.

Sebelumnya, WEF telah menunjuk dua pabrik pintar Schneider Electric sebagai proyek percontohan yaitu pabrik pintar di Batam, Indonesia pada 2019 dan pabrik di Le Vaudreuil, Prancis pada 2018.

Dua pabrik tambahan Schneider Electric yaitu Showcase-Monterrey, Meksiko dan Wuhan, Cina, juga telah ditetapkan sebagai fasilitas Developing Lighthouse.

Pabrik Pintar Lexington Schneider Electric Ditetapkan Sebagai Proyek Percontohan Revolusi Industri 4.0 Oleh World Economic Forum

Pabrik Lexington yang berusia lebih dari 60 tahun adalah yang pertama dari pabrik Schneider Electric di Amerika Serikat yang menjadi percontohan Pabrik Pintar.

Menjadi contoh inovasi “brownfield“, yang mengintegrasikan solusi EcoStruxure berbasis IIoT dari Schneider Electric, dengan berbagai solusi digital terbaru, termasuk augmented reality, pemantauan jarak jauh, dan perawatan prediktif, untuk mendorong efisiensi energi, keberlanjutan, penghematan biaya secara keseluruhan, dan di saat yang bersamaan menawarkan peningkatan kelincahan dan ketahanan dalam operasional.

“Industri manufaktur di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan baru yang timbul dari kondisi pandemi dan penurunan ekonomi gelombang berikutnya, ditambah lagi dengan ancaman perubahan iklim yang terus meningkat,” ucap Annette Clayton, President and CEO Schneider Electric, Amerika Utara, (28/09/2020)

“Transformasi digital Schneider Electric menjadi bukti nyata kekuatan IIoT untuk memberikan dampak positif pada kinerja dan tujuan berkelanjutan. Dengan menjadi bagian dari jaringan global Lighthouse, memungkinkan kami untuk berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dengan para pelaku industri untuk menciptakan keberlanjutan dan ketahanan yang lebih baik sehingga dapat pulih dan berkembang di tengah kondisi sulit seperti saat ini.”

Pabrik Lexington telah menerapkan strategi digital dalam pengelolaan energi yang memanfaatkan konektivitas Industrial Internet of Things (IIoT), analisis tepi, dan analisis prediktif berbasis Cloud untuk mendorong efisiensi di seluruh operasional pabrik.

Pada level produk yang terhubung (connected products), EcoStruxure Augmented Operator Advisor telah meningkatkan wawasan terhadap operasional dan mengurangi downtime peralatan hingga 20 persen. 

EcoStruxure Power Monitoring Expert memanfaatkan terhubungnya alat ukur dan sensor untuk membuat visualisasi yang kuat dan analisis deskriptif terhadap konsumsi energi oleh mesin dan proses. 

EcoStruxure Resource Advisor berbasis cloud mengumpulkan seluruh data pabrik dan menyediakan platform untuk pengelolaan energi tingkat global yang menawarkan wawasan prediktif terhadap tren biaya energi dan pola pengeluaran yang memungkinkan pelaku industri mengoptimalkan biaya energi mereka.

Pabrik Lexington terus mendorong efisiensi dalam kegiatan operasional, menetapkan tolak ukur baru bagi pabrik pintar ini:

•       Pemantauan dan analisa penggunaan energi menghasilkan penghematan energi sebesar 3,4 persen dari tahun ke tahun, berkontribusi pada penghematan regional sebesar $ 6,6 juta sejak 2012

•       Pemanfaatan perangkat lunak Discrete Lean Management dari AVEVA mengurangi downtime mesin hingga 6 persen melalui peningkatan visibilitas kinerja mesin, dan mengurangi ketergantungan terhadap dokumen hingga 90 persen

•       Optimalisasi bangunan dengan EcoStruxure Power and Building mendorong pengurangan energi sebesar 26%, pengurangan CO2 sebesar 78% yang mendukung renewable energy credits (REC) dan pengurangan penggunaan air sebesar 20%

Program Pabrik Pintar dan Rantai Suplai “Tailored Sustainable Connected 4.0”

Pabrik Lexington adalah bagian dari inisiatif Schneider Electric secara global untuk mentransformasi pabrik dan pusat distribusinya secara digital.

Rantai Suplai Pintar ini mencakup sekitar 300 pabrik dan pusat distribusi di lebih dari 40 negara, mempekerjakan sekitar 86.000 orang yang menggunakan solusi IIoT yang sama yang ditawarkannya kepada pelaku industri.

Fasilitas ini adalah inti dari program Rantai Suplai “Tailored Sustainable Connected 4.0” dari Schneider Electric yang menciptakan rantai suplai yang terhubung, customized, berkelanjutan, dan end-to-end di seluruh domain Plan, Procurement, Make, Customer dan Sustain.

Di Indonesia, Schneider Electric telah mentransformasi keempat pabriknya yang berada di Batam dan Cikarang menjadi pabrik pintar.

Sejak 2018, Schneider Electric telah menjadi mitra kerja untuk Kementerian Perindustrian dalam memberikan pelatihan dan pendampingan dalam akselerasi penerapan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia.

Pabrik pintar Schneider Electric di Batam dipercaya menjadi National Lighthouse bagi Indonesia dan Advanced Lighthouse Revolusi Industri 4.0 dari WEF. Tahun lalu, Schneider Electric telah melatih lebih dari 350 pelaku industri dan memfasilitasi lebih dari 1.500 orang dari sekitar 300 perusahaan untuk mengunjungi pabrik pintar di Batam.

Pada 2020 ini, Schneider Electric memfasilitasi kunjungan virtual ke pabrik pintarnya di Batam untuk 93 perusahaan hingga saat ini, Pabrik pintar Batam juga menjadi Pusat Keunggulan bagi pabrik Schneider Electric untuk wilayah Asia Timur & Jepang.

Dalam hal transformasi digital, pabrik pintar Batam terus memperkuat operasional dengan pemanfaatan teknologi digital terbaru mencakup Robot Process Automation, Analytics, dan Machine Learning.  

Schneider Electric baru-baru ini menduduki peringkat # 1 di Top 15 Eropa dari Top 25 Rantai Suplai Gartner 2020 dan # 4 dalam kompilasi globalnya. Selain itu, Gartner menunjuk Schneider Electric Global Supply Chain sebagai Business Win of the Year dan perusahaan terbaik dalam pameran Supply Chain Breakthrough of the Year untuk Smart Logistics.

Untuk Informasi lebih lengkap dapat dilihat di dokumen terlampir. Apabila membutuhkan informasi lain silahkan menghubungi Desy Pamela di +62 (21) 750 4406 desy.pamela@schneider-electric.com atau Arie di marief@proximity-pr.id.       

TEKS/FOTO : RELEASE





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster