Pertolongan Pertama pada Penderita Demam Berdarah

 1,046 total views,  6 views today

Seseorang yang menderita penyakit demam berdarah awalnya akan menderita penyakit demam berdarah pada awalnya akan menderita demam tinggi.

Dalam keadaan demam ini tubuh banyak kekurangan cairan oleh karena terjadi penguapan yang lebih banak daripada biasa. Cairan tubuh makin berkurang bila anak terus menerus muntah atau tidak mau minum.

Maka pertolongan pertama yang terpenting adalah memberikan minum sebanyak-banyaknnya. Berikanlah minum kira-kira 2 liter dalam satu hari atau 3 sendok makan setiap 15  menit.

Minuman yang diberikan sesuai selera anak misalnya air putih, air teh manis, sirup, sari buah, susu, oralit, softdrink, dapat juga diberikan nutricious diet yang banyak beredar saat ini.

Dengan memberikan minum banyak diharapkan cairan dalam tubuh tetap stabil. Untuk memantau bahwa cairan tidak kurang, perhatikan jumlah kencing anak,apabila anak banyak buang air kecil,minimal 6 kali dalam sehari hari berarti jumlah cairan yang diminum anak mencukupi.

Demam yang tinggi demikian juga akan mengurangu cairan tubuh dan dapat nenyebabkan kejang pada anak yank mempunyai riwayat kejang bila demam tinggi oleh karena itu harus segera diberikan obat penurun panas.

Saat demam berdarah terlambat untuk ditangani maka komplikasi akan terjadi. Komplikasi demam berdarah atau dengue shock syndrome memiliki beberapa tanda dan gejala seperti denyut nadi melemah, kulit basah dan terasa dingin, tekanan darah menurun, mulut kering, sesak nafas atau pola napas tidak beraturan,

Frekuensi buang air kecil menurun dan jumlah urin yang keluar sedikit dan tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan dibawah kulit, muntah hitam, batuk darah, maupun buang air besar dengan feses kehitaman.

Penanganan yang tepat dan cepat harus dilakukan ketika pengidap sudah mengalami DSS. Jika tidak segera dilakukan penanganan, maka bisa mengakibatkan gangguan fungsi organ tubuh  yang berujung pada kematian.

Lalu kapan harus ke dokter? jika sudah melakukan pencegahan tetapi demam berdarah masih menyerang dan menganggu aktivitas sehari hari segera kunjungi dokter untuk meminta saran.

Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah munculnya masalah-masalah yang lebih parah lagi.

Langkah-langkah pencegahan demam berdarah juga perlu dilakukan seperti memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu, menutup rapat tempat penampungan air, menghentikan kebiasaan menggantung pakaiaan, menggunkan kelambu saat tidur.

 Anak usia 9-16 tahun divaksin dengue sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan dan melakukan daur ulang barang bekas yang dapat berpotensi menjadi tempat perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti.

Penyakit ini tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani. Terdapat hampir 1 persen kematian akibat dbd ini.

Ada beberapa ciri dan karakteristik khusus dari nyamuk penyebar dbd, diantaranya warna hitam dengan bercak putih pada badan dan kaki. Hidup dan berkembang biak dalam rumah dan sekitarnya.

Misalnya di bak mandi, tempayan,durm ban bekas, pot tanaman air atau tempat minum burung. Hinggap pada pakaina yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap serta lembab, mengigit siang hari dan kemampuan terbang yang 100 meter.

Selain nyamuk sebagai perantara terdapat pula beberapa faktor eksternal yang berperan dalam penyebaran demam berdarah.

Faktor suhu udara, kelembapan udara dan curah hujan. Peningakatan curah hujan inilah terutama saat peralihan sari musim kemarau ke musim penghujan dilaporkan berpengaruh terhadap peningkatan kasus penyakit DBD.**

FOTO : asumsi.co

loading…




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster