Nano Cabin Healing, Inovasi UPI Tangkal COVID-19 dan TBC

 2,550 total views,  4 views today

BANDUNG | KSOL — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menginisiasi penciptaan produk teknologi baru untuk penanganan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan COVID-19 dan paru-paru. Tim dari UPI yang diberi nama Brigade Anti-COVID-19 itu membuat nano cabin healing.

Salah seorang periset, Asep Bayu, mengatakan produk ini berfungsi meningkatkan imunitas manusia dan pengobatan paru-paru melalui sistem teknologi nano droplet injection. Sistem itu dibentuk dengan merujuk sistem respirasi atau pernapasan manusia.

Proses penyerapan atau absorbsi suplemen dan obat dapat berlangsung lebih cepat ke target, yakni organ paru-paru karena disalurkan langsung melalui sistem pernapasan. Cara memakainya pun sederhana, pengguna tinggal duduk di sebuah kursi dengan kepala yang masuk ke dalam kabin yang akan mengeluarkan asap.

Baco Jugo :


Asap itu merupakan obat atau suplemen yang dirancang sedemikian rupa, sehingga mudah untuk dihirup. Sistem ini merupakan perpaduan antara teknik nano sains dan nano fluid.

“Pengembangan dari sistem peralatan ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, seperti COVID-19, asma, TBC (tuberkulosis), bronkitis, paru obstruksi kronis, ISPA, dan lainnya,” ujar Asep dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (8/4/2020).

Melalui nano cabin healing untuk COVID-19 dan penyakit paru-paru lainnya, pada masa darurat pandemi ini, diharapkan dapat digunakan untuk sterilisasi secara simultan antara pengobatan dan pemulihan fisik.

“Dengan bahan, alat, dan prosedur yang telah diciptakan ini, layanan terhadap masyarakat untuk membantu proses penyembuhan penyakit dapat dilakukan dengan semurah mungkin,” kata Asep.

Pengembangan alat ini diinisiasi Prof Dr Didi Sukyad selaku Wakil Rektor 4 Bidang Riset, Kemitraan, dan Usaha UPI dengan membentuk tim Brigade Anti-COVID-19 yang beranggotakan Asep Bayu Dani (dosen Departemen Pendidikan Kimia) dan Indra Mamad Gandidi (dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin UPI).

Mereka diperkuat tujuh mahasiswa Departemen Pendidikan Teknik Mesin, yaitu Gulam Yasir Raziqi, Fahmi Fadillah, Faisal Lutfi Mutaqin, Reza Angga Nugraha, Rakensa Satria Ardipamungkas, Rifqi Rahmadiansyah, dan Ibnu Nur Akhsan.**

TEKS/FOTO : DETIK.COM

loading…




Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster