Unair Klaim Bisa Identifikasi Corona dalam Hitungan Jam

 127 total views,  1 views today


SURABAYA | KSOL¬† — Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur siap melakukan pemeriksaan spesimen pasien terkait virus corona atau covid-19. Pemeriksaan akan melibatkan Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan Rumah Sakit Unair (RSUA). “1000 persen kita sudah sangat siap,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih, di Surabaya, Minggu (15/3).

Nasih mengatakan pihaknya telah memiliki alat yang dapat mendeteksi virus corona dengan cepat menggunakan alat polimerisasi (PCR). Selain itu fasilitas yang dimiliki Unair adalah Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL 3).

Menurutnya, selain alat yang memadai terdapat ahli yang mendukung pemeriksaan. Ia mengklaim pemeriksaan spesimen terkait virus corona ini tak memakan waktu sampai berhari-hari.

“Itu karena alatnya, metodenya, yang terpenting adalah alat dan metodenya karena kami menggunakan alat pengurai PCR, jadi bisa lebih cepat,” katanya.

Lebih lanjut, Nasih menyatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Kobe University, Jepang, untuk memasok reagen. Reagen sendiri merupakan pereaksi kimia yang dapat digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi virus corona.

“Reagennya yaitu premier spesifik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang suspect atau confirm virus corona,” ujarnya

Sebenarnya, kata Nasih, sejak Januari 2020, pihaknya sudah melakukan identifikasi virus corona, namun hal itu harus dihentikan lantaran kebijakan Kementerian Kesehatan yang ingin pengujian terpusat di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta.

Ketua ITD Unair Maria Lucia Inge Lusida menambahkan dengan tim dan alat yang dimiliki lembaganya seperti PCR dan reagen, proses identifikasi virus corona bisa berjalan lebih cepat tak membutuhkan hitungan hari.

“Dua sampai tiga hari sudah bisa. Tapi, kalau lima jam sudah selesai langsung kami umumkan,” kata Inge.

Inge mengatakan pihaknya telah memiliki stok reagen yang memadai. Menurutnya reagen tersebut bisa digunakan untuk menangani 2000 sampel pasien yang masuk dari sejumlah rumah sakit.

“Kalau menipis tentu kami akan pesan lagi. Prinsipnya kami sudah siap. Karena kalau reagen-nya ada penanganan jadi lebih mudah dan cepat tanpa harus dikirim ke Jakarta,” ujarnya.

TEKS/FOTO : CNN INDONESIA.COM

 





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster