Terdakwa Robi menangis haru memeluk istrinya usai divonis hakim dengan hukuman penjara selama 3 tahun denda Rp 250 juta dan subsider enam bulan penjara, di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang. Robi diketahui telah melakukan suap terhadap Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani sebesar Rp 13,4 miliar dari total pengerjaan proyek APBD 2019 sebesar Rp 130 miliar.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

22 Anggota Dewan Muaraenim Disebut Menerima Rp 200-500 Juta, Penyuap Bupati Non Aktif Divonis 3 Tahun Penjara

 1,004 total views,  2 views today

PALEMBANG | KSOL — Beriring dengan vonis 3 tahun penjara terhadap penyuap Bupati Non Aktif Muara Enim, atas nama Robi Okta Fahlevi, terungkap juga sejumlah pihak yang disebut ikut menerima suap atas proyek di Muara Enim.

Bahkan Wakil Bupati Muara Enim, Juarsah juga disebut menerima pemberian fee proyek sebesar Rp 2 Miliar.  Sementara 22 anggota DPRD Muara Enim, menerima sekitar Rp 200-350 juta dengan total suap mencapai Rp 4,8 miliar. Sedangkan Ketua DPRD Muara enim Arie HB juga disebut ikut menerima komitmen fee sebesar Rp 3,3 miliar.

Baco Jugo : Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim, Divonis 3 Tahun Penjara : Saya Jalani dengan Ikhlas

Hal itu terungkap pada sidang Pengadilan Tipikor Palembang, yang memvonis Robi bersalah sebagai pemberi suap dan menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara. Dia juga diwajibkan membayar denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Vonis terhadap Robi, karena yang terdakwa diketahui melakukan suap terhadap Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani untuk mendapatkan 16 paket pengerjaan jalan dengan memberikan fee sebesar 10 persen dengan nominal Rp 13,4 miliar dari total pengerjaan proyek APBD 2019 sebesar Rp 130 miliar.

Robi, terdakwa penyuap Bupati non aktif Muara Enim Ahmad Yani mengaku akan menjalani hukuman dengan ikhlas.  “Tapi kalau ini adalah jalan Allah, saya akan menjalaninya dengan ikhlas,” kata Robi usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (28/1/2020).

Robi meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukan. “Saya mengaku salah telah melakukan ini, saya minta maaf kepada masyarakat Muara Enim. Terimakasih kepada penyidik KPK ini, akan menjadi pelajaran berharaga, bagi saya, “kata Robi.

Sebagaimana dilansir Kompas.com, isak tangis terlihat saat Robi memeluk sang istri yang hadir di persidangan.

Tak hanya istrinya, keluarga terdakwa yang lain juga ikut menangis setelah mendengar vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Roy Riadi mengatakan, vonis yang dijatuhkan hakim telah sesuai dengan tuntutan yang mereka sampaikan pada persidangan sebelumnya. 

Menurut Roy, ada beberapa nama baru yang terungkap dalam persidangan. “Nama-nama itu akan kita pelajari dulu. Sampai sekarang, putusan resmi belum kita terima,” ungkap Roy.

TEKS/FOTO : KOMPAS.COM





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster