Virus Corona Masuk Palembang? Itu.. HOAX

 126 total views,  3 views today

PALEMBANG | KSOL — HOAX melanda Kota Palembang. Pesan berantai melalui Aplikasi WhatsApp (WA) tentang Virus Corona adalah berita tidak benar. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Letizia malam ini, Selasa (28/1/2020).

Diketahui sebelumnya, heboh virus corona masuk Palembang menyebar secara berantai di pesan Whatsapp (WA). Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Letizia, M.Kes dan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian Penyakit dr. Hj. Fauziah, M.Kes, memberikan himbauan bagi seluruh warga Palembang, bahwa virus corona sudah memasuki beberapa daerah di Kota Palembang.

“Untuk dolor dolor yang tepat nyo di bukit samo sekitaran KM kalo keluar pakek la masker, soalnyo virus corona la nyebar di daerah kito,” ujar Kepala dinas kesehatan kota Palembang dan Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit yang tersebar secara berantai melalui pesan singkat WA hari ini, Selasa (28/1/2020).

Bahkan dalam pesan tersebut menyebutkan jika beberapa rumah sakit di Palembang juga sudah ada yang merawat pasien yang terkena penyakit tersebut.

“Mohon di sebar siapo tau penting buat dulur dulur jugo,” tutupnya.

Setelah dikonfirmasi, dr. Letizia membantah adanya pesan yang disebar terkait memberikan himbauan bagi seluruh warga Palembang, bahwa virus corona sudah memasuki beberapa daerah di Kota Palembang.

“Itu hoax, karena sampai saat ini kasus Pneumonia akibat Infeksi Virus Corona belum ada di Kota Palembang,” sampainya.

Meski begitu, dr. Letizia menghimbau masyarakat agar tetap waspada dengan melakukan antisipasi terhadap penyebaran virus yang berasal dari daerah Wuhan di China tersebut.

“Kita tetap perlu waspada dan melakukan tindakan antisipasi. Hal itu juga yang terus kami lakukan,” tuturnya.

Saat ini upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan Kota Palembang terkait wabah virus tersebut.

Diantaranya, berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang memiliki kewenangan pencegahan dan penanggulangan penyakit di pintu-pintu masuk negara (bandara, pelabuhan).

Kedua meneruskan surat edaran dari Kemenkes RI ke Puskesmas dan RS terkait kewaspadaan dan antisipasi kasus virus corona, termasuk kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) dan ruang isolasi di RS.

Ketiga dengan terus melakukan sosialisasi kasus infeksi virus corona, bagaimana pencegahan, gejala dan apa yang dilakukan jika sakit melalui Puskesmas, media sosial, spanduk.

Keempat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi mengenai RS Rujukan jika ada kasus infeksi virus corona, dan sebagai RS rujukan adalah RSMH.

Kelima rapat koordinasi dengan Puskesmas untuk kesiapan tim gerak cepat, jika ada kasus yg lolos dari pantauan Kantor Kesehatan Pelabuhan di pintu-pintu masuk negara di Kota Palembang

Terakhir dengan terus melakukan pemantauan penyakit berpotensi wabah/surveilans penyakit secara terus menerus yg dilaporkan 24 jam untuk kasus tertentu dan mingguan langsung ke sistem kewaspadaan dini dan respon Kementerian Kesehatan RI. [*]

TEKS : RMOLSUMSEL





Web development by oktopweb.com