Penyakit saat Musim Hujan: Diare hingga Kencing Tikus

 1,181 total views,  2 views today

JAKARTA | KSOL — Musim hujan telah tiba. Di balik sejuk dan segarnya udara musim hujan, sederet penyakit mengintai Anda.

Musim ini dikenal sebagai musim rawan penyakit. Betapa tidak, berbagai jenis bakteri dan virus berkembang biak dengan baik di musim ini.

Pada saat yang sama, perubahan suhu pada lingkungan membuat daya tahan tubuh menurun. Tubuh dengan daya tahan lemah menjadi incaran empuk bakteri dan virus.

  • Diare
    Diare kerap menimpa masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Kualitas kebersihan yang menurun saat musim hujan membuat bakteri penyebab diare berkembang dengan baik. Bakteri yang hidup dalam keadaan basah lebih mudah menyebar dan menular pada manusia.

  • Hepatitis A
    Lingkungan yang kotor pada musim hujan jadi salah satu penyebab rawannya penularan hepatitis A. Hepatitis sendiri disebabkan oleh virus melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Beberapa gejala hepatitis A yang perlu Anda ketahui di antaranya linu pada persendian, kehilangan nafsu makan, pusing, dan rasa tidak nyaman pada perut.

  • Tipes
    Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi atau Salmonella parathypi. Kedua bakteri itu umum ditemukan pada makanan atau minuman terkontaminasi akibat lingkungan yang kotor.

Tubuh yang terserang tipes umumnya akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, kelelahan, dan sakit pada bagian perut. Pada kasus tertentu, tipes juga menyebabkan ruam dan sembelit.

  • Influenza
    Batuk dan pilek tentu bukan barang aneh lagi saat musim hujan meradang.

Tingkat kelembapan yang rendah pada musim hujan membuat daya tahan virus lebih kuat untuk berkembang. Dalam kondisi daya tahan tubuh yang lemah, seseorang akan mudah terserang virus yang menular melalui udara.

  • Kencing tikus
    Dalam medis, kencing tikus disebut juga dengan leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans.

Penyakit ini menular melalui kontak kulit dengan tanah, air, atau tanaman yang terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi. Selain tikus, beberapa hewan lain seperti sapi, babi, anjing, jenis reptil, dan hewan amfibi juga dapat menularkan lepsorpirosis.

  • Demam berdarah dengue
    Genangan air saat musim hujan jadi tempat terbaik bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut DBD sebagai salah satu penyakit umum yang terjadi di negara-negara tropis dan sub-tropis seperti Indonesia.

Berbagai penyakit rentan bermunculan saat musim hujan. Kendati demikian, beberapa cara pencegahan bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

  • Jaga kekebalan tubuh
    Kekebalan tubuh jadi kunci utama untuk melawan serangan berbagai penyakit. Terapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh, di antaranya:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Menjaga kualitas tidur
  • Konsumsi air mineral yang cukup. Orang dewasa di sarankan untuk meminum 2-2,5 liter air per hari.
  • Rutin berolahraga
  • Kurangi stres

Lengkapi asupan nutrisi dengan konsumsi suplemen yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  • Jaga kebersihan
    Selain kekebalan tubuh, kualitas kebersihan juga mengambil peran penting dalam langkah pencegahan penyakit. Sebagaimana diketahui, musim hujan juga rentan membuat kualitas kebersihan menurun.

Curah hujan yang tinggi membawa bakteri dan virus melalui aliran air hujan. Membersihkan lingkungan seperti selokan, saluran air, dan tempat penampungan secara berkala dapat dilakukan untuk menangkal datangnya penyakit.

Tutup pula penampungan air atau apa pun yang memungkinkan adanya genangan air untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi
    Sebagaimana diketahui, musim hujan menjadi waktu ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Banyak bakteri yang dipaparkan melalui makanan dan minuman.

Pastikan cuci buah, sayur, dan bahan makanan dengan bersih. Jaga lingkungan untuk menghindari lalat berkembang biak.

Terapkan pula hidup higienis dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau melakukan aktivitas di toilet.

Anda juga disarankan untuk mengonsumsi jajanan pinggir jalan untuk menghindari paparan virus dan bakteri akibat lingkungan yang kotor. Alih-alih jajan, akan lebih baik jika Anda menyiapkan sajikan makan sendiri di rumah.

TEKS/ILUSTRASI : CNN INDONESIA (asr/asr)





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster