Pustekkom Kemendikbud Raih Anugerah ASN 2019 Sebagai Institusi Paling Kolaboratif

79 total views, 3 views today

JAKARTA | KSOL — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali menggelar Ajang penghargaan Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019.

Penghargaan yang digelar kedua kalinya ini diberikan kepada instiusi pemerintahan dan ASN yang inspiratif dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya saat membuka acara penganugerahan ASN ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, berpesan para abdi negara harus siap menciptakan terobosan bagi masyarakat.

Menpan RB mengatakan, para nominasi telah membuktikan bahwa bekerja tak harus dibatasi oleh kungkungan jam kerja dan manfaat yang hanya bisa dirasakan oleh instansinya.

Pemberian Penghargaan Kepada Pustekkom Kemendikbud oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo

“Mengabdikan diri sebagai ASN berarti menciptakan terobosan, menerka peluang perbaikan dan inovasi, kepemimpinan yang efektif dan kesiapan untuk menjadi pemimpin di masa depan,” ungkapnya.


Baco Berita Lainnyo :

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun ini berhasil meraih Anugerah ASN 2019 sebagai The Most Collaborative Institution atau Institusi Paling Kolaboratif.  Penghargaan ini diberikan karena kesuksesan Pustekkom  sebagai pembina jabatan fungsional Pengembangan Teknologi Pembelajaran (PTP).

Pustekkom dinilai berhasil telah melakukan berbagai inovasi terhadap jabatan fungsional  PTP menjadi wadah pengembangan karir Aparatur Sipil Negara.

Gogot Suharwoto selaku Kapustekkom mengatakan pembinaan PTP yang dilakukan instansi yang ia pimpin mengutamakan optimalisasi peran PTP dalam mendukung pendidikan dan pelatihan pada instansi PTP ditempatkan.

“Tadi sudah saya sampaikan, kita ada inovasi DUPA E, kita ada inovasi Uji Kompetensi Elektronik, kita punya Inovasi untuk Diklat Blanded dan yang ketiga adalah ada gak manfaatnya PTP di satker-satker yang kita bina,” ujar Gogot sesaat setelah menerima penghargaan tersebut, di TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (02/12/2019).

Gogot juga menyampaikan  pihaknya berterima kasih atas saran dan rekomendasi dari Kemenpan RB sebagai tim penilai dan akan terus ditindaklanjuti.

Rekomendasi yang diberikan akan menyempurnakan program-program yang sudah dilakukan seperti publikasi karya PTP itu di setiap website dan medsos yang dimiliki Pustekkom dan PTP itu sendiri. 

“ Selain itu, teman-teman PTP yang ada di regional kita minta untuk mulai bergerak melakukan sosialisasi dalam membuat media pembelajaran di kalangan pendidik. Bahkan kita juga membuat event-event yang menarik seperti kita punya international conference, regional conference, nasional seminar, nah ini kita lakukan setiap tahun agar banyak yang mengetahui peran PTP dalam kegiatan pembelajaran,” tutupnya sembari berharap para PTP di Indonesia terus mengembangkan kompetensi untuk melahirkan teknologi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Pada Malam Puncak Anugerah ASN 2019, terpilih tiga ASN terbaik dari setiap kategori, yakni kategori PNS Inspiratif, PPT Pratama Teladan, dan The Future Leader. Ketiga ASN tersebut mendapatkan Piala Adhigana.

Adhigana, dalam Bahasa Sansekerta bermakna seorang individu dari golongan unggul. Secara lebih dalam, seorang Adhigana memiliki ciri peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, patuh terhadap kewajiban, serta ekspresi kreatif.

Untuk itu seorang ASN harus membangun persepsi positif masyarakat terhadap keberadaan ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, sebagai pelayan publik, dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa seperti yang dikatakan Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji.

Anugerah ASN 2019 ini dinilai oleh tim juri independen yang diketuai oleh Direktur TVRI Helmi Yahya, dengan anggota Menteri PANRB Periode 2011-2014 Azwar Abubakar, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Penulis Senior Maman Suherman, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Penggiat Digital Literasi Ahmad Nugraha, dan Penggiat Perpustakaan Nasional Sulasmo Sudharmo.

TEKS/FOTO : PUSTEKKOM KEMENDIKBUD/FISIKA FIKRI





Web development by oktopweb.com