Pengidap HIV dan AIDS di Sumsel Capai 3.424 Orang, 192 Meninggal Dunia

19 total views, 19 views today

PALEMBANG | KSOL — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat, sejak tahun 1995 hingga Juni 2019 data Orang Dengan HIV&AIDS (ODHA) di wilayah ini berjumlah 3.424 orang.

Dengan rincian HIV (STD I dan II) sebanyak 1634 penderita (17 meninggal) dan AIDS (STD III dan IV) sebanyak 1790 Pengidap (175 meninggal).

Merunut dari data tersebut, pengidap HIV tertinggi adalah mereka yang masih berusia produktif yakni mulai dari 20 hingga 29 tahun dengan total mencapai 819 Pengidap.

“Dan bagi anda yang beresiko, jangan ragu untuk segera lakukan deteksi dini. Sedangkan bagi ODHA, harus patuh minum obat agar bisa tetap hidup dengan produktif”


BACO BERITA LAINNYO :


Sedangkan untuk stadium lanjutannya atau yang sudah masuk ke penderita AIDS, paling tinggi adalah mereka yang berusia 30 hingga 39 tahun dengan total mencapai 707 Penderita.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel, Lesty Nuraini menuturkan pemerintah secara konsisten terus memberikan dukungan layanan bagi ODHA, termasuk dengan upaya meningkatkan jumlah layanan PDP (Perawatan, Dukungan Pengobatan).

Dengan harapan akses ODHA untuk mendapatkan pelayanan kesehatan semakin mudah.

“Terutama kemudahan bagi ODHA untuk mendapat pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit,”ujarnya Sabtu (30/11/2019).

Tak hanya itu, lesty mengatakan Dinkes Sumsel juga menemukan ODHA yang Lost to Follow Up atau berhenti berobat untuk diberikan dukungan dan pendampingan agar tidak putus berobat.

Termasuk dengan memberikan pendampingan ODHA agar secara konsisten melakukan terapi antiretroviral (ARV) sehingga kualitas hidupnya tetap baik.

“Selain ARV, kami juga memberikan dukungan layanan bagi ODHA termasuk untuk pemeriksaan viral load. Tentunya ini sangat baik bagi mereka sekaligus sebagai upaya pencegahan penularan,”ucapnya.

Dikatakan Lesty, dalam merangkul ODHA pihaknya juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk LSM yang fokus terhadap persoalan ini.

Ia juga mengimbau pada seluruh masyarakat untuk menghindari perilaku yang beresiko terkena HIV – Aids .

Serta hindari bersikap diskriminatif terhadap ODHA sebab mereka juga bagian dari kita.

“Dan bagi anda yang beresiko, jangan ragu untuk segera lakukan deteksi dini. Sedangkan bagi ODHA, harus patuh minum obat agar bisa tetap hidup dengan produktif,” pesannya.

TEKS/ILUSTRASI : TRIBUNSUMSEL.COM (Shinta/TS)

Berikut data Orang Dengan HIV&AIDS (ODHA) dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan

SITUASI HIV/AIDS DI SUMSEL Januari-Juni 2019 :

  • Infeksi HIV = 178 Pengidap (9 meninggal)
  • AIDS = 109 Penderita (9 meninggal)
  • Total = 287 orang

Kumulatif Tahun 1995 S/D Juni 2019

  • HIV (STD I dan II) = 1634 Pengidap (17 meninggal)
  • AIDS (STD III dan IV) = 1790 Penderita (175 meninggal)
  • Total = 3424

Kumulatif Pengidap HIV Stad I dab II menurut kelompok umur 1995 S/D Juni 2019 di Sumsel

  • Usia 0-14 = 65 Pengidap
  • Usia 15-19 = 52 Pengidap
  • Usia 20-29 = 819 Pengidap
  • Usia 30-39 = 501 Pengidap
  • Usia 40-49 = 150 Pengidap
  • Usia >50 = 46 Pengidap

NN 1 = 1 Pengidap
Kumulatif Penderita AIDS menurut kelompok umur pada tahun 1995 S/D Juni 2019 di Sumsel :

  • Usia 0-14 = 65 penderita
  • Usia 15-19 = 23 Penderita
  • Usia 20-29 = 635 Penderita
  • Usia 30-39 = 707 Penderita
  • Usia 40-49 = 246 Penderita
  • Usia >50 = 112 Penderita

TEKS/ILUSTRASI : TRIBUNSUMSEL.COM





Web development by oktopweb.com