Trauma Kekerasa di SMA Taruna, Korban DL Pilih Pulang Ke Lahat

158 total views, 3 views today

Dugaan Penyiksaan di SMA Taruna, Orangtua DL Mengaku Anaknya Trauma

PALEMBANG I KSOL – DL (16) siswa Taruna Indonesia Semi Militer Plus Palembang yang diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya merasa trauma dengan apa yang sudah ia alami.

Pemuda itu bahkan memilih untuk pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Lahat dan memutuskan untuk pindah sekolah di sana.

“Saya lagi urus kepindahan sekolahnya. Biar anak saya disekolahkan di sini (Lahat) saja,” kata Bahudin (51) saat dihubungi Tribunsumsel.com, (30/11/2019).

Dikatakan Bahudin, dirinya begitu terkejut saat melihat luka lebam yang dialami DL.

BACO JUGO BERITA SEBELUMNYO :
Kepala SMA Taruna Indonesia Semi Militer Palembang Belum Pastikan Ada Penganiayaan Dilakukan Siswa

Hal itu diketahui saat dia bersama istrinya berkunjung ke sekolah untuk menjenguk anaknya itu.

“Saya dan istri memang setiap Minggu selalu datang ke sekolah. Waktu kami datang hari Minggu tanggal 24 kemarin, saya kaget sudah ada luka lebam di mata anak saya seperti habis kena pukul,” ujarnya.

BACO JUGO :
SISWA SMA TARUNA INDONESIA KEMBALI JADI KORBAN PENGANIAYAAN SENIOR

Secara spontan Bahudin bersama istrinya lantas memeriksa seluruh tubuh DL.

Kemudian diketahui bukan hanya terdapat luka lebam di sekitar area mata, namun juga di bagian kepala dan dada.

“Anak saya juga mengaku sesak nafas. Mungkin karena habis dipukul atau bagaimana,” ucap dia.

Semula, DL enggan untuk mengaku siapa orang yang telah melukai dirinya.

Namun setelah didesak, barulah pemuda itu mengatakan bahwa dia telah disiksa oleh kakak tingkatnya atas kesalahan yang menurutnya tidak dilakukan sama sekali.

“Untung cepat ketahuan, kalau tidak saya tidak tahu bagaimana nasib anak saya. Hari itu juga kami langsung bawa dia dan barang-barangnya pulang, keluar dari sekolah itu,” ucapnya.

Sebagai orangtua, Bahudin mengaku melihat keanehan pada anaknya selama 5 bulan bersekolah di SMA Taruna Indonesia.

Selama berkunjung seminggu sekali, dia melihat DL seperti merasa tersiksa.

Namun saat ditanya, anaknya itu terkesan menutupi dengan mengatakan tidak ada hal buruk yang telah terjadi padanya.

“Baru ketahuan memang ada hal buruk yang menimpa anak waktu Minggu lalu kami berkunjung. Lebam-lebam terlihat jelas di mata dan dadanya,” kata dia.

Dikatakannya, bersekolah di SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus merupakan keinginan langsung dari DL tanpa ada paksaan siapapun.

Sebab menurut DL, sekolah tersebut dapat mendukung ia mencapai cita-cita menjadi abdi negara. Entah itu bergabung di kepolisian atau menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Anak saya memang ini jadi polisi atau tentara. Tapi ya jangan juga disiksa berlebihan seperti itu. Apalagi dia masih dibawah umur, Saya tidak ikhlas,” ucapnya.

Dalam menyikapi permasalahan ini, pihak sekolah juga sudah mempertemukan orangtua terduga korban dan terduga pelaku.

Namun dalam musyawarah tersebut tidak ditemukan titik temu sehingga jalur hukum terpaksa ditempuh.

“Saya serahkan semuanya ke aparat kepolisian. Biar mereka saja yang urus. Anak saya juga sudah melakukan visum untuk memperkuat laporan kami,” ucapnya.

DL (16) siswa SMA Taruna Indonesia Semi Militer Plus yang diduga jadi korban kekerasan oleh senior di sekolahnya.

TEKS/FOTO : TRIBUNSUMSEL.COM





Web development by oktopweb.com