Dikeroyok Ratusan Tawon Vespa, Seorang Kakek Diopname. Satu Ibu Meninggal

 701 total views,  2 views today

SRAGEN | KSOL – Serangan tawon Vespa Affinis atau lazim dikenal sebagai tawon Ndas, mengganas di Sragen.

Seorang kakek asal Dukuh Terban, RT 8, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Sragen terpaksa dilarikan ke RSI Amal Sehat. Kakek malang bernama Sugiman (64) itu dilarikan ke RS karena dikeroyok ratusan tawon vespa saat membersihkan pekarangannya.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi Senin (25/11/2019) pagi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono mengungkapkan kejadian bermula ketika korban tengah membersihkan pekarangannya yang berada di dekat makam di dukuh setempat.


Kondisi kakek asal Desa Jenggrik, Kedawung, Sragen, Sugiman (64) saat mendapatkan perawatan di RS amal sehat Sragen. Foto/Wardoyo

Saat itu, tanpa sengaja, ia menyenggol sarang tawon Vespa yang ada di pohon. Senggolan itu membuat ratusan tawon yang bersembunyi di sarang, langsung berhamburan keluar dan menyerang korban.

Semula tawon-tawon ganas itu menyerang kepala korban. Korban pun sontak berusaha menepisnya. Bukannya mereda, tawon yang datang justru semakin banyak dan berpindah menyerang ke sekujur tubuh kakek renta itu.

“Dari hasil laporan pemeriksaan medis, ada 30 bekas sengata tawon yang ada di kepala korban. Tapi juga ada di beberapa bagian tubuh. Yang nyerang mungkin ada 100an tawon,” paparnya kepada Joglosemarnews.com, Kamis (28/11/2019).

Saat kejadian, ada tetangga yang mencoba mencoba menolong. Namun tetangga itu juga ikut dikeroyok sehingga akhirnya memilih lari mencari bantuan.


Korban kemudian ditolong oleh warga lainnya dan dibawa ke rumah. Karena kondisinya semakin menurun, akhirnya sore harinya dilarikan ke RSI Amal Sehat Sragen.

“Korban sempat diopname beberapa dan sekarang sudah agak membaik serta dibolehkan pulang,” terang Sugeng.

Bersamaan dengan insiden itu, tim BPBD bersama relawan Poldes Masaran, kemudian mengevakuasi sarang tawon di dekat makam tersebut. Evakuasi dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan dan membakar sarang tawon.

Insiden di Jenggrik itu menambah panjang daftar kasus serangan tawon Vespa di Sragen. Sebelumnya, seorang nenek bernama Ngatinem (58) asal Dukuh Tenggak RT 7/8, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo juga harus meregang nyawa setelah dikeroyok ratusan tawon ndas di belakang rumahnya.

Korban dikabarkan sempat pingsan sebelum kemudian menemui ajal dengan kondisi tubuh melepuh hebat. Data yang dihimpun dari lapangan, korban mengembuskan nafas terakhir Minggu (2/12/2018) pagi. Ibu malang itu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Cerita yang kami dengar dari warga, korban dikeroyok tawon saat mencari sayuran rebung (anak bambu) di belakang rumahnya. Entah nyenggol sarang tawon atau gimana, tiba-tiba dia langsung teriak dikerubuti tawon ndas. Nggak tega melihatnya mas tubuhnya melepuh,” ujar No, salah satu warga Minggu (2/12/2018).

TEKS/FOTO : JOGLOSEMARNEWS.COM/Wardoyo





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster